Liputan6.com, Jakarta - Bagi seorang muslimah, paham niat mandi wajib setelah haid dan tata cara yang benar adalah langkah awal kembali dalam kondisi suci. Ini sebagai tanda muslimah siap menjalankan kembali ibadah rutin harian.
Pandangan medis yang dikutip dari journal.staiypiqbaubau.ac.id, turut menjelaskan bahwa mandi wajib bukan sekadar ritual, melainkan juga memberi manfaat kebersihan fisik dan kesucian hati pasca menstruasi. Water therapy ini mencegah infeksi dan membantu melanjutkan ibadah seperti sholat dan puasa secara sah.
Advertisement
Melansir dari ejournal.staiat-tahdzib.ac.id, niat mandi wajib setelah haid menegaskan "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena haid, fardhu karena Allah.” Rukunnya mencakup niat, menghilangkan kotoran, dan memastikan air mengalir ke seluruh tubuh, kepala, serta sela-sela anggota tubuh.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Senin (30/6/2025).
Niat Mandi Wajib Setelah Haid Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Berikut ini adalah niat mandi wajib setelah haid yang dapat dibaca sebelum memulai ritual mandi:
Bacaan Arab:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin niat mandi wajib setelah haid:
Bismillahirrahmanirrahim nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari minal haidhi fardlan lillahi ta'ala
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta'ala."
Membaca niat mandi wajib setelah haid ini sangat penting untuk menegaskan niat kita dalam melakukan ibadah ini.
Advertisement
Dasar Hukum Mandi Wajib Setelah Haid
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3957124/original/039926500_1646806746-closeup-female-hands-stream-water-from-shower-skin-care-concept.jpg)
Sebelum kita membahas doa mandi wajib setelah haid dan tata caranya, penting untuk memahami pengertian dan dasar hukum dari ibadah ini. Mandi wajib, yang dalam bahasa Arab disebut "al-ghusl", adalah tindakan membasuh seluruh tubuh dengan air suci dengan cara tertentu dan disertai niat untuk menghilangkan hadas besar.
Dalam konteks setelah haid, mandi wajib ini bertujuan untuk menyucikan diri dari hadas besar yang disebabkan oleh berakhirnya masa haid.
Dasar hukum mandi wajib setelah haid dapat ditemukan dalam Al-Quran dan Hadits. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 222:
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: 'Haid itu adalah suatu kotoran'. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
Dari ayat tersebut, jelas bahwa mandi wajib setelah haid merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang harus dilaksanakan oleh setiap muslimah setelah masa haidnya berakhir.
Waktu Tepat Mandi Wajib Setelah Haid
Herlina Nasir dkk. dalam Fenomena Penundaan Mandi Wajib Pasca Haid pada Mahasiswi UIN Alauddin Makassar menemukan banyak wanita menunda mandi wajib 1–4 hari karena alasan seperti malas atau memastikan darah benar-benar berhenti.
Pandangan hukum Islam mengizinkan penundaan ringan (max satu hari) untuk memastikan haid selesai, namun atas dasar malas atau lupa adalah kelalaian syar’i dan berpotensi berdosa.
Secara syar’i, mandi wajib harus segera dilakukan setelah haid berhenti—idealnya pada waktu darah sudah tidak keluar dan niat disadari. Ini supaya bisa segera melanjutkan ibadah seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, atau thawaf haji/umrah.
Al-Bigha Tadzhib menunjukkan bahwa mandi wajib dan wudhu harus dilakukan segera setelah haid berhenti, tidak boleh diundur seenaknya. Penundaan karena malas atau lupa bukan alasan dibenarkan dan termasuk menunda kewajiban.
Dari aspek kesehatan, mandi segera setelah haid penting untuk mencegah infeksi dan mempertahankan kebersihan tubuh. Pandangan medis juga mendukung mandi junub sebagai tindakan preventif dan spiritual yang sejalan dengan kesehatan wanita Muslimah, dikutip dari journal.staiypiqbaubau.ac.id.
Advertisement
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Sesuai Sunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/919166/original/046684500_1436073317-mandi.jpg)
Untuk melaksanakan mandi wajib setelah haid sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Membaca niat mandi wajib dalam hati atau mengucapkan doa mandi wajib setelah haid seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
2. Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali. Ini bertujuan untuk membersihkan tangan sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.
3. Membersihkan kemaluan dan area sekitarnya dari kotoran dan najis. Pastikan area ini benar-benar bersih.
4. Berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Ini termasuk membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
5. Menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali, sambil memijat kulit kepala agar air merata ke seluruh rambut. Bagi wanita yang memiliki rambut panjang, tidak wajib menguraikan kepangan rambut, cukup membasahi pangkal rambut.
6. Menuangkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu sisi kiri, sambil menggosok bagian-bagian yang sulit dijangkau air seperti lipatan kulit, pusar, dan belakang telinga. Pastikan air mengalir ke seluruh tubuh, termasuk bagian-bagian yang tersembunyi.
7. Membasuh kedua kaki jika belum dilakukan saat berwudhu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan mandi wajib setelah haid:
- Pastikan air mengalir ke seluruh tubuh, tidak ada bagian sekecil apapun yang terlewat.
- Hindari pemborosan air, meskipun sedang mandi di sungai atau tempat yang airnya melimpah.
- Dianjurkan untuk tidak berbicara selama proses mandi wajib, kecuali jika sangat diperlukan.
- Lakukan mandi wajib di tempat yang tertutup dan terjaga dari pandangan orang lain.
Kesunnahan dalam Mandi Wajib Setelah Haid
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3981875/original/078687700_1648799071-pexels-pixabay-161502.jpg)
Selain tata cara dasar di atas, ada beberapa kesunnahan yang dapat dilakukan saat mandi wajib setelah haid untuk menyempurnakan ibadah, di antaranya:
1. Membaca basmalah sebelum memulai mandi. Ini sudah tercakup dalam doa mandi wajib setelah haid yang telah disebutkan sebelumnya.
2. Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan. Ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW yang selalu mendahulukan yang kanan dalam hal-hal yang baik.
3. Menggosok-gosok badan untuk memastikan air merata. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat dari air.
4. Berturut-turut dalam membasuh anggota badan. Artinya, tidak membiarkan bagian tubuh yang sudah dibasuh menjadi kering sebelum menyelesaikan mandi.
5. Berdoa setelah selesai mandi wajib. Doa ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya.
Advertisement
Doa Setelah Mandi Wajib Setelah Haid
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
Setelah selesai mandi wajib setelah haid, disunnahkan untuk membaca doa berikut:
Bacaan Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Transliterasi Latin:
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu menyucikan diri."
Membaca doa ini setelah mandi wajib setelah haid merupakan bentuk syukur atas nikmat kesucian yang telah Allah berikan dan permohonan agar senantiasa dijaga dalam keadaan suci dan bertobat.
Hal-Hal yang Dilarang Saat Haid dan Sebelum Mandi Wajib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613160/original/064580400_1697510541-2007.i211.005..shower_head_in_hand_realistic.jpg)
Penting untuk diingat bahwa ada beberapa hal yang dilarang dilakukan ketika seorang wanita sedang haid dan sebelum melakukan mandi wajib setelah haid, yaitu:
1. Melaksanakan shalat. Shalat hanya boleh dilakukan setelah mandi wajib selesai dilaksanakan.
2. Puasa. Wanita yang sedang haid dilarang berpuasa, dan harus mengganti puasanya di hari lain.
3. Thawaf di Ka'bah. Ini termasuk larangan memasuki masjid secara umum.
4. Menyentuh dan membaca Al-Quran. Namun, ada perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini.
5. Berhubungan intim dengan suami. Hal ini dilarang sampai selesai masa haid dan telah melakukan mandi wajib.
6. Berdzikir dan berdoa dengan bacaan tertentu. Namun, ada perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini.
Oleh karena itu, segera lakukan mandi wajib setelah haid berakhir agar dapat kembali melaksanakan ibadah-ibadah tersebut.
Dalam Hukum Seputar Darah Perempuan dalam Islam (Neliti), menyebutkan bahwa perempuan yang masih haid tidak boleh berwudhu, mandi janabah, sholat, puasa, thawaf, atau menyentuh mushaf karena kondisi haid adalah hadas besar yang belum sah untuk melakukan aktivitas ritual tersebut.
Namun, mitos seperti “haram keramas saat haid” telah dipatahkan. Jurnal Islamologi menegaskan tidak ada dalil dari Al-Qur’an atau Hadits yang melarang mandi junub atau keramas selama haid; bahkan kebersihan selama haid disunnahkan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan wanita muslimah.
Advertisement
FAQ
Apa lafaz niat mandi wajib setelah haid?
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena haid, fardhu karena Allah”
Kapan niat harus diucapkan?
Harus dilakukan saat basuhan pertama air mengenai anggota tubuh.
Bolehkah niat hanya di hati tanpa dilafalkan?
Boleh—niat secara batin sudah mencukupi, namun diucapkan agar lebih mantap.
Apakah niat cukup “untuk mandi” tanpa menyebut haid?
Tidak cukup. Sunah untuk menyertakan penyebutan niat untuk menghilangkan hadas haid.
Apakah boleh niat setelah membasuh tubuh sebagian?
Tidak sah; niat harus sebelum atau saat basuhan pertama.
Apakah mandi wajib cukup sekadar mandi biasa?
Tidak. Harus lengkap: niat, bersih najis, dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Apa akibat jika mandi wajib dilakukan tanpa niat?
Mandi dianggap mandi biasa, tidak mensucikan haid, sehingga ritual ibadah belum sah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3997260/original/020674400_1650164361-shower-gac3290527_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256567/original/079090900_1781161764-000_B6NZ2CC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)