Sukses

Idul Adha Tanggal Berapa? Ini Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya.

Liputan6.com, Jakarta Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Hari raya ini dikenal sebagai Hari Raya Kurban, di mana umat Islam di seluruh dunia melaksanakan penyembelihan hewan ternak sebagai simbol ketaatan dan pengorbanan. Selain itu, Idul Adha juga menandai puncak ibadah haji yang dilaksanakan di Tanah Suci, Mekah.

Persiapan menyambut Idul Adha biasanya dimulai beberapa hari sebelumnya, dengan masyarakat mempersiapkan hewan kurban dan mengatur berbagai kegiatan sosial. Penyembelihan hewan seperti kambing, sapi, atau domba dilakukan setelah shalat Idul Adha, dan dagingnya dibagikan kepada yang membutuhkan. Tradisi ini bukan hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pada hari Idul Adha, umat Muslim berkumpul di masjid-masjid untuk melaksanakan shalat Id yang diikuti dengan khutbah. Setelah itu, proses penyembelihan hewan kurban dimulai sebagai perwujudan ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan serta rezeki.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai Idul Adha tanggal berapa yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (16/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Idul Adha Tanggal Berapa

Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama, Idul Adha merupakan shalat sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Tanggal ini secara tradisional bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, yang membuat hari ini juga dikenal luas sebagai lebaran haji. Sebagai momen yang sangat sakral, umat Islam di seluruh dunia merayakannya dengan penuh kebahagiaan dan makna spiritual yang mendalam.

Dalam Almanak Tahun 2024 yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bojonegoro, disebutkan bahwa hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 17 Juni 2024. Penentuan ini dilakukan berdasarkan observasi posisi hilal pada 1 Dzulhijjah yang jatuh pada 8 Juni 2024, di mana posisi hilal sudah memenuhi kriteria imkanur rukyah. Dengan demikian, perhitungan astronomi yang teliti memastikan tanggal pelaksanaan Idul Adha sesuai dengan syariat Islam.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag RI) menetapkan tanggal 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha pada Senin, 17 Juni 2024. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab posisi hilal di wilayah Indonesia yang dibahas dalam sidang isbat yang digelar pada Jumat, 7 Juni 2024. Keputusan ini mencerminkan kesepakatan nasional yang didukung oleh data astronomi yang akurat dan proses verifikasi yang ketat.

Jadwal Idul Adha 2024 ini juga tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Cuti Bersama dan Libur Nasional 2024. Dalam SKB tersebut, dinyatakan bahwa Idul Adha 1445 H/2024 M jatuh pada Senin, 17 Juni 2024, dan hari tersebut ditetapkan sebagai libur nasional. Pengaturan ini memungkinkan masyarakat untuk merayakan hari besar ini dengan lebih khusyuk dan penuh kebersamaan.

Kemudian, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga telah menentukan Hari Raya Idul Adha lebih dulu, sebagaimana tertulis pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, tanggal 10 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Penetapan ini mencerminkan konsistensi Muhammadiyah dalam menggunakan metode astronomi yang berbeda namun tetap valid.

Meskipun memiliki metode penetapan yang berbeda antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Pemerintah Indonesia, Idul Adha 2024 diprediksi akan dirayakan serentak. Prediksi ini didukung oleh analisis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memperkirakan bahwa posisi hilal di akhir Zulkaidah masih berada pada -4 derajat, sehingga memungkinkan kesamaan penetapan tanggal. Keseragaman ini menunjukkan harmonisasi antara berbagai lembaga keagamaan di Indonesia dalam menentukan momen penting bagi umat Islam.

3 dari 4 halaman

Idul Adha di Arab Saudi Berbeda dengan RI

Perayaan Idul Adha di Arab Saudi pada tahun 2024 akan berbeda dengan perayaan di Indonesia. Di Arab Saudi, tanggal 10 Dzulhijjah ditetapkan sehari lebih awal dibandingkan dengan Indonesia. Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Arab Saudi, Idul Adha akan berlangsung pada Minggu, 16 Juni 2024, dengan Hari Arafah jatuh pada Sabtu, 15 Juni 2024.

"Hari Arafah jatuh pada Sabtu, 15 Juni, sedangkan Minggu, 16 Juni merupakan hari pertama Idul Adha," tulis keterangan Mahkamah Agung Arab Saudi yang dikutip dari Gulf News pada Minggu (16/6/2024).

Perbedaan tanggal ini mencerminkan variasi dalam penetapan awal bulan Islam antara dua negara yang geografisnya berjauhan. Perbedaan ini sering terjadi karena posisi hilal, sebagai penentu awal bulan baru, dapat terlihat berbeda di setiap lokasi.

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, Drs. K.H. Sirril Wafa, M.A., menjelaskan dalam unggahan di Instagram resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag RI bahwa negara yang terletak lebih ke barat biasanya memiliki posisi hilal yang lebih tinggi dibandingkan negara di sebelah timur. Hal ini menjelaskan mengapa Arab Saudi dan Indonesia bisa menetapkan tanggal Idul Adha yang berbeda. Posisi geografis yang berbeda menyebabkan perbedaan dalam penampakan hilal, yang menjadi dasar penetapan kalender Islam di masing-masing negara.

4 dari 4 halaman

Seputar Idul Adha

Idul Adha adalah sebuah hari raya dalam agama Islam. Hari ini memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah. Sebelum Ibrahim mengorbankan putranya, Allah menggantikan Ismail dengan domba. Untuk memperingati kejadian ini, hewan ternak disembelih sebagai kurban setiap tahun.

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijah atau 70 hari setelah Idulfitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik merupakan hari yang diharamkan untuk berpuasa bagi umat Islam. Pada hari Idul Adha, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Id bersama-sama di tanah lapang atau di masjid. Setelah salat, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan. Sepertiga daging hewan dikonsumsi oleh keluarga yang berkurban, sementara sisanya disedekahkan atau dibagikan kepada orang lain. Terkadang Iduladha disebut pula sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.