Bacaan Tahiyat Akhir Lengkap Sampai Salam, Perhatikan Cara Duduknya

Tahiyat akhir adalah bagian penting dalam shalat yang mengandung doa-doa penuh makna dan penghormatan kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW.

Diperbarui 05 Juni 2025, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tahiyat akhir adalah bagian penting dalam shalat yang mengandung doa-doa penuh makna dan penghormatan kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW. Bacaan ini dilakukan di akhir shalat sebelum mengucapkan salam, yang menandakan selesainya rangkaian ibadah. Melafalkan tahiyat akhir dengan benar dan penuh khidmat merupakan bentuk kepatuhan dan kekhusyukan seorang muslim dalam menjalankan ibadah shalat.

Bacaan tahiyat akhir mencakup beberapa bagian doa, mulai dari penghormatan, shalawat, hingga doa perlindungan. Setiap kalimat dalam bacaan ini memiliki arti yang mendalam dan penting untuk dipahami oleh setiap muslim. Dengan memahami makna dari setiap kata, seorang muslim dapat lebih menghayati dan merasakan kedekatan dengan Allah SWT.

Selain itu, menguasai bacaan tahiyat akhir hingga salam sangat penting karena merupakan salah satu rukun shalat yang tidak boleh dilewatkan. Membaca dengan tartil dan penuh perhatian membantu menjaga kekhusyukan dalam shalat. Dengan demikian, setiap muslim perlu mempelajari dan menghafal bacaan tahiyat akhir secara menyeluruh agar shalatnya sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai bacaan tahiyat akhir lengkap sampai salam yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/6/2025).

Cara Duduk Tahiyat Akhir Sesuai Sunah

Dilansir dari laman muslim.or.id, duduk tahiyat akhir dilakukan dengan posisi tawarruk, yaitu posisi duduk di lantai di mana telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan yang ditegakkan, dan seluruh berat badan ditopang oleh panggul yang menyentuh lantai.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Humaid As Sa’idi radhiallahu’anhu, beliau berkata, 

فإذا جلس في الركعتين جلس على رجلٌه اليسرى، ونصب اليمنى، وإذا جلس في الركعة الآخرة، قدم رجلٌه اليسرى، ونصب الأخرى، وقعد على مقعدته

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai.” (HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226)

Dalam riwayat lain dijelaskan, 

حتَّى إذا كانتِ الرَّكعةُ التي تنقضي فيها الصَّلاةُ، أخَّرَ رِجْلَه اليُسرى، وقعَد على شِقِّه متورِّكًا ثم سلَّمَ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika sudah sampai pada rakaat terakhir salat, beliau menjulurkan kaki kirinya dan duduk langsung di lantai dalam keadaan tawarruk, kemudian salam.” (HR. Abu Daud no. 730, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud)

Kewajiban tahiyat akhir dan duduknya juga ditegaskan dalam hadis dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu,

كنَّا نقولُ قبْلَ أنْ يُفرَضَ علينا التشهُّدُ: السَّلامُ على اللهِ قبْلَ عبادِه، السَّلامُ على جِبْريلَ، السَّلامُ على ميكائيلَ، السَّلامُ على فُلانٍ، فقال صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: لا تقولوا: السَّلامُ على اللهِ؛ فإنَّ اللهَ هو السَّلامُ، ولكن قولوا: التَّحيَّاتُ للهِ

“Dahulu sebelum tasyahud diwajibkan kepada kami, kami mengucapkan: as salaam ‘alallah qabla ibaadihi, as salaam ‘ala Jibril, as salaam ‘ala Mikail, as salaam ‘ala fulan (Salam kepada Allah sebelum kepada hamba-Nya, salam kepada Jibril, salam kepada Mikail, dan salam kepada fulan). Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun mengatakan: janganlah kalian mengatakan “as salaam ‘alallah” karena Dialah As Salam. Namun katakanlah: at tahiyyatu lillah (segala penghormatan hanya milik Allah).” (HR. Bukhari no. 1202, Muslim no. 402)

Perbedaan Pendapat Tentang Posisi duduk Tahiyat Akhir

Dikutip dari laman pwmjateng.com, Imam Malik dan pengikutnya berpendapat bahwa duduk tasyahud, baik yang awal maupun yang akhir, adalah duduk tawarruk. Pendapat ini didasarkan pada tradisi masyarakat Madinah pada masa Imam Malik, yang dianggap sebagai penerapan amalan Rasulullah SAW.

Namun, pendapat ini berbeda dengan Imam Abu Hanifah dan pengikutnya yang menegaskan bahwa duduk tasyahud sebaiknya adalah iftirasy. Hal ini berlandaskan pada sejumlah hadis shahih yang menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad SAW duduk dalam salat. Misalnya, Aisyah RA meriwayatkan,

قالَتْ عَائِشَةُ:وَكَانَ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ وَكَانَ يَفْرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى (HR Muslim)

Artinya:Rasulullah SAW mengucapkan tahiyyat pada setiap dua rakaat, dan beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya."

Imam Asy-Syafi’i memberikan solusi kompromi dengan membedakan antara duduk tasyahud awal dan akhir. Menurut beliau, tasyahud awal dilakukan dengan duduk iftirasy sesuai sunnah Nabi SAW, sementara tasyahud akhir yang biasanya lebih lama dilakukan duduk tawarruk agar lebih nyaman. Pendapat ini juga mendapat dukungan dari Imam Ahmad dan Ishaq, yang membedakan antara salat dengan dua tasyahud (duduk akhir tawarruk) dan salat dengan satu tasyahud (duduk iftirasy).

Selain itu, Ibnu Jarir Ath-Thabari memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan kedua cara duduk tersebut, karena keduanya diriwayatkan dari Nabi SAW. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah duduk dengan cara iftirasy maupun tawarruk dalam salatnya, sehingga umat Islam diberikan pilihan yang sesuai dengan keadaan dan kenyamanan masing-masing.

Pendapat yang memperkuat duduk iftirasy juga datang dari hadis lain, seperti dari Abdullah bin Az-Zubair yang menyebutkan

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ افْتَرَشَ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى(HR Ibnu Hibban)

Artinya:"Rasulullah SAW apabila duduk dalam dua rakaat, beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya."

dan dari Wail bin Hujr.

رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَلَسَ فِي الصَّلاةِ افْتَرَشَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى(HR Ibnu Khuzaimah)

Artinya:"Aku melihat Rasulullah SAW ketika duduk dalam salat, beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya."

Perbedaan ini bukan tanpa hikmah. Rasulullah SAW bersabda, "إِنَّ هذِهِ الأُمَّةَ مُخْتَلِفَةٌ عَلَى خَيْرٍ" "Sesungguhnya umat ini akan berbeda pendapat dalam hal kebaikan." (HR Muslim)

Dengan begitu, umat Islam diberikan kelonggaran untuk memilih cara duduk tasyahud sesuai dengan dalil dan mazhab yang diyakini, selama tetap menjaga kesempurnaan dan kekhusyukan salat.

 

Bacaan Doa Tahiyat Akhir Lengkap Sampai Salam

Dilansir dari laman muslim.or.id, bacaan tahiyat akhir sama dengan bacaan tahiyat awal hanya saja ada tambahan shalawat. Berikut adalah bacaan doa tahiyat akhir yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhi,

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Attahiyyatul mubarakatush sholawatuth-thoyyibatu lillaah. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalaaamu'alaina wa 'ala 'ibadillahish-sholihiin. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosulullah.

Allahumma sholli 'ala muhammad wa 'ala aali muhammad kama shollaita 'ala ibrahim wa 'ala aali ibrahim. Allahumma barik 'ala muhammad wa 'ala aali muhammad kama barokta 'ala ibrahim wa 'ala aali ibrahimm fil 'alamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya, dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Demi alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

 

Bacaan Doa Setelah Tahiyat Akhir sebelum Salam Agar Terhindar Dari Fitnah Dajjal

Setelah kita membaca doa tahiyat akhir lengkap sampai salam, kita sebenarnya sudah bisa mengakhiri sholat dengan mengucapkan salam. Namun, ada sebuah amalan yang sangat baik untuk kita lakukan setelah tahiyat akhir sebelum salam, Baca doa berikut ini:

اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

Arab Latin: Allaahumma inni a'uudzubika min 'adzaabil qabri wa min 'adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: " Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal."

Setelah usai membaca doa tahiyat akhir, ucapkanlah salam sambil menengok ke kanan dan ke kiri. Dengan dibacanya salam maka selesailah sudah shalat yang kamu kerjakan.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Arab Latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah.

Artinya: " Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

Dalam doa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar dilindungi dari siksa kubur, siksa neraka, fitnah-fitnah selama hidup dan setelah mati, serta fitnah dari Dajjal di akhir zaman.

FAQ Tentang Tahiyat Akhir

1. Apa itu Tahiyat Akhir dalam sholat?

Jawab: Tahiyat Akhir adalah bacaan tasyahud yang dibaca pada akhir rakaat terakhir sholat sebelum salam. Bacaan ini memuat penghormatan, doa, dan pengakuan keesaan Allah serta pengakuan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

2. Apakah ada doa tambahan setelah membaca Tahiyat Akhir sebelum salam?

Jawab: Ya, ada doa perlindungan yang dianjurkan dibaca setelah Tahiyat Akhir sebelum salam, yaitu doa memohon perlindungan dari azab kubur, azab neraka, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal.

3. Mengapa penting membaca doa perlindungan dari fitnah Dajjal setelah Tahiyat Akhir?

Jawab: Doa ini adalah permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah dan cobaan berat, terutama fitnah Dajjal yang merupakan salah satu ujian terbesar menjelang akhir zaman menurut ajaran Islam.

4. Kapan posisi membaca Tahiyat Akhir dalam sholat?

Jawab: Tahiyat Akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum mengakhiri sholat dengan salam.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6