Bacaan Doa Melahirkan Arab, Latin, dan Arti: Pahami Adabnya Agar Cepat Dikabulkan

Rasulullah SAW pernah memanggil Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin untuk membacakan doa lancar persalinan di dekat Sayidatina Fathimah RA.

Diperbarui 17 Juni 2025, 09:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Membaca doa melahirkan agar lancar persalinan adalah praktik yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh ketika beliau memanggil Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin untuk membacakan doa lancar persalinan di dekat Sayidatina Fathimah RA.

Dalam doa tersebut, ada permohonan kemudahan dan perlindungan Allah dalam proses persalinan, serta menenangkan hati para ibu hamil yang merasa khawatir menjelang persalinan.

Doa dalam Islam bukan sekadar permohonan, tetapi merupakan wujud komunikasi mendalam antara hamba dan Pencipta, menuntun ruh pada tawar dan penghambaan total. Kajian dalam Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan menjelaskan bahwa doa (arab: du‘ā’) adalah bentuk ibadah yang sarat makna, yakni mendekatkan diri kepada Allah, mengakui kelemahan diri, serta mengharap keagungan-Nya, dengan kondisi jiwa dan raga yang khusyu’ dan tawadhu’.

Doa melahirkan agar lancar tidak hanya doa khusus. Melainkan juga termasuk membaca Ayat Kursi, surah Al-A'raf ayat 54, surah Al-Falaq, surah An-Nas, hingga sholawat nabi. Dalam praktik membaca doa ini, mengirimkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah bagian dari ungkapan kasih sayang dan penghormatan kepada Nabi.

Praktik membaca doa ini memiliki tujuan ganda, yakni memohon kelancaran proses persalinan dan juga memberikan ketenangan serta kekuatan spiritual kepada ibu hamil yang menghadapinya. Namun, perlu diingat bahwa selain berdoa, perawatan medis dan dukungan dari tenaga medis juga sangat penting dalam menjalani proses persalinan dengan aman dan nyaman.

Adab berdoa dalam Islam sangat dijunjung tinggi dan diformalkan melalui praktik Nabi Ayyub dan Zakaria, berdasarkan telaah tafsir Al-Munir oleh Wahbah al-Zuhayli: ar-Ra’ūf, as-Samī’, al-Qarīb; Nabi berdoa dengan rendah, suara lembut, penuh ketundukan, dan kesadaran bahwa semua berasal dari Allah.

Selain itu, menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah dan penelitian etis, adabnya berupa khusyu’, ihklas, merendah, suara lembut, dan kesungguhan tanpa riya’, sesuai QS al-A‘raf [7]:55 serta Ali Imran [3]:8–9.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam bacaan doa melahirkan agar lancar persalinan yang dimaksudkan, Selasa (17/6/2025).

1. Laa ilaaha illallahul 'azhiimul haliim

Menurut Ust. K. Akbar Saman dalam bukunya yang berjudul Doa & Dzikir untuk Ibu Hamil, terdapat sejumlah doa yang diyakini dapat membantu dalam melancarkan proses persalinan. Salah satu doa yang diajarkan adalah bacaan doa kurb.

Doa Kurb adalah doa yang penuh makna, yang mengingatkan akan keagungan Allah dan kebijaksanaan-Nya. Doa lancar persalinan ini bisa menjadi sarana spiritual bagi ibu hamil yang akan melahirkan normal maupun caesar.

Doanya:

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ

Laa ilaaha illallahul 'azhiimul haliim.

Artinya:

"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Bijaksana."

Setelahnya, doa melahirkan agar lancar persalinan dan selamat, dilanjutkan dengan pengakuan akan kebesaran Allah sebagai Tuhan yang Maha Agung, Tuhan 'Arasy yang mulia, Tuhan langit dan bumi, serta Tuhan yang Maha Mulia.

Doa ini baiknya dibaca setelah membaca beberapa surat pendek lainnya seperti Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Fatihah. Anda dapat mengulang doa ini berkali-kali seperti berdzikir, dengan harapan agar persalinan berjalan lancar dan dengan selamat.

Dalam persalinan, doa dipakai sebagai media spiritual untuk memohon kelancaran, keselamatan ibu dan bayi, serta ketenangan selama proses sejarah kehidupan ini. Misalnya, kisah praktik rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan bagaimana terapi doa menurunkan kecemasan pasien persalinan melalui santunan ruhani, dzikir, dan doa percaya pada kuasa Allah, terbukti efektif dalam menghadirkan ketenangan, mengutip ejournal.uin-suska.ac.id.

2. Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhalimiina

Selain itu, dalam buku berjudul Panduan Kehamilan dan Kelahiran Bagi Muslimah oleh Nur Hidayat, terdapat doa lain yang diajarkan oleh Nabi Yunus yang dapat membantu memperlancar persalinan.

Doanya:

لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّلِمِين

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhalimiina.

Artinya:

"Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah). Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri."

Doa melahirkan agar lancar persalinan ini mengingatkan akan kebesaran Allah dan pengakuan atas kesalahan diri. Dalam momen persalinan yang mungkin sulit, doa ini dapat menjadi sarana untuk memohon pertolongan dan kelancaran dari Allah.

3. La ilaha illallahul 'adhimul ḫalim. La ilaha illallahu rabbul 'arsyil 'adhim. La ilaha illallahu rabbus samawati wal ardli wa rabbul 'arsyil 'adhim.

Rasulullah SAW memberikan anjuran untuk membaca doa melahirkan agar lancar persalinan kepada Sayidatina Fathimah RA. Ketika itu, Rasulullah SAW memanggil Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin untuk membacakan doa persalinan ini di dekat Sayidatina Fathimah RA.

Kisah ini selanjutnya diriwayatkan oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar.

Tujuan utama dari membaca doa lancar persalinan adalah untuk memohon kemudahan dalam proses persalinan. Namun, selain itu, doa ini juga memiliki fungsi penting untuk menenangkan hati para ibu hamil yang merasa khawatir menjelang persalinan yang akan datang.

Membaca Ayat Kursi

Pertama-tama, bacalah Ayat Kursi sebanyak satu kali. Ayat Kursi adalah ayat yang mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan kedudukan-Nya yang tinggi dalam mengatur alam semesta.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya:

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya?

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. al-Baqarah ayat 255)

Membaca Surah Al-A'raf Ayat 54

Selanjutnya, bacalah surah Al-A'raf ayat 54 sebanyak satu kali. Ayat ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah sebagai Pencipta langit dan bumi dalam enam hari, yang kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy-Nya.

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya:

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam." (QS. al-A'raf ayat 54)

 

 

Selanjutnya

Membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas

Setelah itu, bacalah surah Al-Falaq dan surah An-Nas, masing-masing sebanyak satu kali. Surah Al-Falaq dan surah An-Nas adalah surah-surah perlindungan yang membantu mengusir gangguan-gangguan jahat.

Membaca Doa Agar Dimudahkan Persalinan

Selanjutnya, bacalah doa khusus untuk memohon kemudahan dalam persalinan:

لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْم

La ilaha illallahul 'adhimul ḫalim. La ilaha illallahu rabbul 'arsyil 'adhim. La ilaha illallahu rabbus samawati wal ardli wa rabbul 'arsyil 'adhim.

Artinya:

"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Bijaksana. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik 'Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah pemilik langit dan bumi dan 'Arsy yang agung."

Membaca Sholawat kepada Rasulullah SAW

Terakhir, bacalah sholawat kepada Rasulullah SAW seperti sholawat Nariyah dan sholawat lainnya. Sholawat adalah cara umat muslim mengungkapkan kasih sayang dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Adab Berdoa

Doa dalam Islam bukan hanya ritual verbal, tetapi perwujudan keyakinan fundamental bahwa semua yang terjadi di alam semesta berada dalam kuasa Allah. Etika berdoa yang lembut, khusyu’, dan ikhlas mencerminkan adab spiritual yang tinggi, terbukti menenangkan jiwa dan meredakan stres serta kecemasan dalam berbagai situasi, termasuk persalinan.

Konteks praktisnya, seperti doa melahirkan, menggabungkan tuntutan spiritual dan medis. Melansir dari ejournal.uin-suska.ac.id, terapi doa yang dilakukan oleh petugas kerohanian rumah sakit terbukti membantu mengurangi kecemasan ibu bersalin, menambah kekuatan mental, dan meningkatkan rasa percaya diri selama proses melahirkan.

  1. Khusyu’ – Hadirkan hati penuh kepasrahan dan fokus dalam percakapan dengan Allah.
  2. Tawadhu’ (Merendah) – Sesuai teladan Nabi Ayyub & Zakaria yang berdoa dalam sikap rendah diri.
  3. Suara lembut – Jangan berdoa dengan keras; Allah dekat, bukan tuli.
  4. Ikhlas – Tulus hanya untuk Allah tanpa riya’ atau pamer.
  5. Menggunakan nama-nama Allah – Baca dengan nama-nama-Nya sesuai konteks, seperti Al-Ghaffār, Ar-Ra’ūf.
  6. Mengamalkan doa dan dzikir dari Al-Qur’an & Sunnah – Berdasarkan penelitian etis dan praktik sunnah.
  7. Merutinkan doa – Terus-menerus tanpa jenuh sebagai tanda effort dan keyakinan kuat.
  8. Sabar menunggu jawaban – Yakin kalau jawaban bisa tiba kapan pun dan dalam bentuk apa pun.
  9. Menghindari doa sia-sia atau yang mustahil – Fokus pada hal yang bisa dijangkau dan bermanfaat.
  10. Wudlu atau keadaan bersih – Menjaga kesucian lahir dan batin sebelum dan saat berdoa.
  11. Mengharap ridha bukan materi – Fokus pada barakah spiritual, bukan material.

Tips Melahirkan Lancar menurut kesehatan

Mempersiapkan persalinan tidak hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga mencakup kesiapan mental dan spiritual. Berbagai langkah seperti mengikuti kelas persiapan melahirkan, menjaga asupan nutrisi, hingga membiasakan diri dengan teknik pernapasan terbukti membantu ibu menghadapi proses persalinan dengan lebih tenang.

Selain itu, dukungan emosional dari pasangan dan keluarga serta keyakinan terhadap rencana terbaik dari Allah menjadi kekuatan besar yang tidak bisa diabaikan dalam menyambut kelahiran buah hati.

Melansir dari Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa kelas persiapan melahirkan dan latihan pernapasan mampu menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil secara signifikan, bahkan turut mempercepat fase awal persalinan. Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik—baik fisik, mental, maupun spiritual—untuk menciptakan pengalaman lahiran yang lebih nyaman dan terkendali.

  1. Kelas persiapan lahiran – Memberi edukasi fisik dan mental untuk mengurangi kecemasan.
  2. Latihan pernapasan & ringan – Teknik relaksasi membantu memperlancar persalinan.
  3. Rutin cek kandungan – Deteksi dini kondisi ibu dan janin memastikan persalinan terkendali.
  4. Nutrisi seimbang & hidrasi cukup – Nutrisi memadai membantu kesiapan fisik persalinan lancar.
  5. Doa & dzikir rutin – Membantu meredam stres dan meningkatkan fokus mental.
  6. Terapi doa pra-persalinan – Terbukti membantu mengurangi kecemasan ibu.
  7. Dukungan suami/keluarga – Dukungan emosional berperan besar dalam ketenangan lahiran.
  8. Tim medis siap siaga – Tim yang terlatih dan komunikatif menciptakan lingkungan aman.
  9. Posisi nyaman saat kontraksi – Posisi seperti berdiri atau berjalan ringan bermanfaat saat persalinan normal.
  10. Istirahat cukup pra-lahir – Tubuh bugar mendukung kelancaran kontraksi dan proses persalinan.
  11. Percaya pada rencana Allah – Keyakinan spiritual menenangkan jiwa dan mendukung mental positif.

 

FAQ

Apakah perlu doa khusus saat melahirkan?

Iya, doa seperti “Laa ilaha illallahul ‘Azhimul Haliim” dan “Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl” sangat disunahkan untuk memohon kelancaran dan pelindung.

Berapa kali sunnah membaca doa melahirkan?

Tidak disebutkan jumlah pasti dalam hadis, tetapi idealnya diulang sebagai bentuk dzikir dan tawakal.

Perlukah membaca Al-Qur’an saat melahirkan?

Sangat dianjurkan. Surah seperti Ayat Kursi, Al-A‘raf:54, Al-Falaq, dan An-Nas banyak dipakai untuk ketenangan dan perlindungan.

Apakah doa medis juga boleh?

Boleh. Doa dan upaya medis berjalan paralel. Terapi doa di rumah sakit menunjukkan efektivitas dalam menenangkan jiwa.

Bagaimana doa saat operasi caesar?

Disunahkan doa operasi seperti “Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl” agar prosedur berjalan aman dan Allah menjadi pelindung terbaik.

Apakah suami perlu ikut doa?

Sangat dianjurkan. Suami membaca bersama memperkuat dukungan psikologis dan spiritual ibu.

Kapan waktu terbaik membaca doa?

Sebaiknya mulai saat persiapan persalinan (trimester akhir) hingga saat proses kontraksi/perintah lahiran, dan diulang saat bayi keluar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6