Liputan6.com, Jakarta - Surah Al‑Baqarah ayat 143 memperkenalkan konsep ummatan wasathan—umat pertengahan, yang diamanatkan menjadi saksi atas manusia dan memiliki karakter keadilan, keseimbangan, dan moderasi. Tema ini merupakan titik krusial dalam memahami identitas moral dan sosial umat Islam dalam sejarah wahyu.
Menurut studi Hamdani (2022) dalam Interpretation Verse of Religious Moderation, frasa ummatan wasathan tercipta sebagai respon terhadap perubahan kiblat—untuk menguji iman umat—dan sekaligus menunjukkan karakter umat yang moderat secara esensial.
Surat ini menceritakan tentang orang-orang Islam merupakan umat yang mendapat petunjuk dari Allah SWT. Umat Islam terpilih dalam melaksanakan hidupnya sehari-hari dengan selalu menempuh jalan tengah. Demikian pula Rasulullah SAW menjadi saksi bagi umatnya, bahwa umatnya itu sebaik-baik umat yang diciptakan untuk memberi petunjuk kepada manusia dengan amar makruf dan nahi mungkar.
Advertisement
Al-Baqarah 143 juga menjelaskan bahwa perubahan kiblat dari Baitulmakdis ke Ka'bah adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan mengikuti Rasul serta siapa pula yang lemah imannya, membelok dari jalan yang lurus.
Al-Baqarah ayat 143 ini juga menjelaskan Allah SWT menerangkan bahwa Dia sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan iman dan amal orang-orang yang mematuhi Rasul karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (11/6/2025) tentang Al-Baqarah 143.
Al-Baqarah 143 dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Al-Baqarah 143 merupakan ayat Al-Qur’an yang memiliki arti luar biasa. Hal ini berkaitan dengan umat Islam sebagai umat yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dan tentang pemindahan arah kiblat.
Berikut Al-Baqarah 143 tulisan Arab, Latin, beserta artinya:
Al-Baqarah 143 tulisan Arab:
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًاۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ١٤٣
Al-Baqarah 143 Latin:
wa kadzâlika ja‘alnâkum ummataw wasathal litakûnû syuhadâ'a ‘alan-nâsi wa yakûnar-rasûlu ‘alaikum syahîdâ, wa mâ ja‘alnal-qiblatallatî kunta ‘alaihâ illâ lina‘lama may yattabi‘ur-rasûla mim may yangqalibu ‘alâ ‘aqibaîh, wa ing kânat lakabîratan illâ ‘alalladzîna hadallâh, wa mâ kânallâhu liyudlî‘a îmânakum, innallâha bin-nâsi lara'ûfur raḫîm
Arti Al-Baqarah 143:
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”
Advertisement
Tafsir Al-Baqarah 143
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374406/original/051837800_1679988684-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
Berikut tafsir Al-Baqarah 143 dikutip dari Kemenag RI:
Umat Islam adalah ummatan wasathan umat yang mendapat petunjuk dari Allah swt, sehingga mereka menjadi umat yang adil serta pilihan dan akan menjadi saksi atas keingkaran orang yang kafir. Umat Islam harus senantiasa menegakkan keadilan dan kebenaran serta membela yang hak dan melenyapkan yang batil. Mereka dalam segala persoalan hidup berada di tengah orang-orang yang mementingkan kebendaan dalam kehidupannya dan orang-orang yang mementingkan ukhrawi saja.
Dengan demikian, umat Islam menjadi saksi yang adil dan terpilih atas orang-orang yang bersandar pada kebendaan, yang melupakan hak-hak ketuhanan dan cenderung kepada memuaskan hawa nafsu. Mereka juga menjadi saksi terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan dalam soal agama sehingga melepaskan diri dari segala kenikmatan jasmani dengan menahan dirinya dari kehidupan yang wajar.
Umat Islam menjadi saksi atas mereka semua, karena sifatnya yang adil dan terpilih dan dalam melaksanakan hidupnya sehari-hari selalu menempuh jalan tengah. Demikian pula Rasulullah saw menjadi saksi bagi umatnya, bahwa umatnya itu sebaik-baik umat yang diciptakan untuk memberi petunjuk kepada manusia dengan amar makruf dan nahi mungkar.
Kemudian dijelaskan bahwa perubahan kiblat dari Baitulmakdis ke Ka'bah adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan mengikuti Rasul serta siapa pula yang lemah imannya, membelok dari jalan yang lurus. Memang pemindahan kiblat itu dirasakan sangat berat oleh orang yang fanatik kepada kiblat yang pertama, karena manusia pada umumnya sulit untuk mengubah dan meninggalkan kebiasaannya.
Tetapi orang yang mendapat petunjuk dari Allah dengan mengetahui hukum-hukum agamanya dan rahasia syariatnya, mereka sadar bahwa melaksanakan ibadah dengan menghadap kiblat itu adalah semata-mata karena perintah Allah bukan karena suatu rahasia yang tersembunyi pada tempat itu, dan bahwa penempatan kiblat itu untuk menghimpun manusia pada satu arah serta untuk persatuan umat.
Untuk menghilangkan keragu-raguan dari sebagian kaum Muslimin tentang pahala salatnya selama mereka menghadap ke Baitulmakdis dulu, maka Allah menerangkan bahwa Dia sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan iman dan amal orang-orang yang mematuhi Rasul karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Cara Meneladaninya Al-Baqarah 143
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4380793/original/005316200_1680480714-man-praying-floor-indoors.jpg)
Al-Baqarah 143 adalah landasan konseptual moderasi Islam yang diterjemahkan dalam bentuk toleransi, keterbukaan, dan komitmen pada keadilan. Dalam buku Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhayli juga dijelaskan bahwa “wasath” berarti posisi adil dan seimbang, bukan sekadar berada di tengah. Maka meneladani ayat ini tidak cukup hanya dengan memahami maknanya, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, keputusan, dan gaya hidup yang adil serta tidak berlebihan.
1. Mengedepankan Sikap Moderat dalam Kehidupan Sehari-hari
Meneladani Al-Baqarah 143 dapat dimulai dengan mengadopsi sikap moderat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti beragama, bekerja, bermasyarakat, hingga berkeluarga.
Moderat dalam hal ini berarti tidak bersikap ekstrem—baik terlalu keras maupun terlalu longgar—dalam menjalankan ajaran agama. Sikap seperti ini menumbuhkan rasa tenang, seimbang, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi.
Dalam konteks sosial, sikap moderat mencerminkan keterbukaan terhadap perbedaan pendapat, toleransi terhadap keberagaman, dan kemampuan menghindari konflik.
Orang yang moderat akan mampu menjadi penengah dalam perdebatan, serta mengedepankan solusi yang adil. Nilai ini penting untuk menciptakan masyarakat yang damai, adil, dan harmonis sebagaimana yang dimaksud dalam ayat tentang ummatan wasathan.
2. Menjadi Teladan dalam Bersikap Adil terhadap Semua Kalangan
Al-Baqarah 143 menempatkan umat Islam sebagai saksi atas manusia, artinya umat memiliki tanggung jawab sosial dan moral dalam menjaga keadilan.
Menjadi adil tidak terbatas pada ranah hukum, tetapi juga dalam hal memberi kesempatan, menilai perilaku, bahkan dalam memperlakukan orang yang berbeda keyakinan. Seseorang yang meneladani ayat ini tidak akan berat sebelah dalam memutuskan suatu perkara.
Menjadi umat pertengahan berarti juga mampu memberikan contoh nyata bahwa keadilan bisa ditegakkan tanpa kekerasan. Dalam lingkungan keluarga, misalnya, bersikap adil antara anak-anak menjadi contoh kecil dari penegakan nilai wasathiyah.
Dalam dunia kerja, memberikan perlakuan yang setara kepada bawahan dan atasan mencerminkan internalisasi pesan Al-Baqarah 143 secara nyata.
3. Memiliki Komitmen terhadap Kebenaran dan Rasulullah SAW
Ayat ini turun bersamaan dengan perintah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, yang menjadi ujian bagi keimanan umat. Mereka yang tetap mengikuti Rasul walaupun arahnya berubah adalah orang yang sungguh-sungguh dalam keimanan.
Maka, meneladani ayat ini berarti berkomitmen terhadap ajaran Rasulullah SAW secara penuh, meskipun menghadapi tantangan atau perubahan besar.
Komitmen ini tampak dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama, bahkan ketika bertentangan dengan arus zaman. Menjalankan syariat secara konsisten tanpa menjadikannya sebagai alat politik atau identitas semata adalah bentuk aktualisasi dari sikap pertengahan yang diajarkan dalam ayat ini.
4. Menjaga Kesetimbangan antara Urusan Dunia dan Akhirat
Meneladani Al-Baqarah 143 juga berarti tidak terlalu tenggelam dalam kehidupan dunia hingga melupakan akhirat, atau sebaliknya, tidak menafikan urusan dunia karena mengejar akhirat semata. Ayat ini mengajarkan bahwa keseimbangan adalah kunci dalam menjalani hidup, baik dalam bekerja, beribadah, maupun berinteraksi dengan sesama.
Orang yang mampu menyeimbangkan antara dua hal tersebut akan menjadi individu yang sehat secara spiritual dan produktif secara sosial.
Ia tidak menghindari dunia, tapi juga tidak mengagungkannya. Ia tetap salat di tengah kesibukan kerja, tetap bekerja keras meski tidak lupa berzikir. Dalam konteks ini, umat Islam menjadi contoh peradaban yang menyatu antara etika dan kemajuan.
5. Berperan Aktif dalam Membangun Masyarakat yang Toleran
Sebagai umat pertengahan, Islam mengajarkan umatnya untuk terlibat aktif dalam membangun masyarakat yang inklusif dan menghargai perbedaan.
Ini berarti umat tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi turut berkontribusi menciptakan ruang-ruang dialog, kerja sama antaragama, dan penguatan budaya damai. Inilah bentuk konkret dari tugas umat sebagai saksi atas manusia.
Berperan aktif bisa dimulai dari hal kecil seperti menjaga lisan di media sosial, menghindari ujaran kebencian, hingga menjadi fasilitator bagi kegiatan lintas budaya.
Dengan demikian, umat Islam akan dilihat sebagai umat yang bisa menjadi jembatan antara kelompok yang berbeda, bukan sebagai pemicu konflik. Ini menunjukkan bahwa pesan ummatan wasathan dalam Al-Baqarah 143 sangat relevan dalam konteks dunia yang pluralistik saat ini.
Advertisement
Q&A Tentang Surah Al-Baqarah 143
1. Apa isi pokok dari Al-Baqarah ayat 143?
Isi pokoknya adalah penetapan umat Islam sebagai ummatan wasathan (umat pertengahan), yang memiliki tanggung jawab menjadi saksi atas manusia dan meneladani Rasulullah SAW.
2. Apa arti dari ummatan wasathan?
Secara bahasa, wasath berarti pertengahan. Secara istilah, merujuk pada umat yang adil, moderat, seimbang, dan menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan.
3. Mengapa ayat ini penting dalam konteks perubahan kiblat?
Karena perubahan kiblat menjadi ujian keimanan. Ayat ini menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang mendapat petunjuk yang tidak merasa berat atas perubahan tersebut.
4. Apa maksud “Rasul menjadi saksi atas kamu”?
Artinya Rasulullah SAW akan menjadi saksi terhadap umat Islam atas pengamalan syariat, sebagaimana umat Islam menjadi saksi atas umat lainnya.
5. Bagaimana ayat ini diterapkan dalam kehidupan modern?
Dengan menjunjung nilai moderasi, keadilan, dan toleransi dalam beragama, bermasyarakat, serta menjalani kehidupan global yang plural.
6. Apa hubungan antara ayat ini dengan konsep moderasi beragama?
Al-Baqarah 143 menjadi dasar teologis dari moderasi beragama (wasathiyah), yang diusung dalam konteks Islam rahmatan lil ‘alamin.
7. Apakah ayat ini hanya relevan di masa Nabi?
Tidak. Ayat ini bersifat universal dan relevan sepanjang zaman, karena nilai-nilai keadilan, moderasi, dan keseimbangan tetap dibutuhkan dalam setiap generasi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167998/original/069900200_1593662565-quran-2050837_1280.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)