14 Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an, Pahami Ketentuan dan Contohnya

Tanda waqaf dan contohnya perlu dipahami oleh umat Islam.

Diperbarui 11 Juni 2025, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam ilmu Tajwid, memahami tanda waqaf adalah aspek penting agar pembacaan Al‑Qur’an tidak hanya benar secara tajwid, tetapi juga tepat dalam menyampaikan makna. Tanda waqaf adalah simbol rambu berhenti yang diletakkan di dalam mushaf untuk menunjukkan di mana sebaiknya pembaca berhenti atau lanjut, sehingga tidak memotong makna ayat. Tanpa pemahaman akan tanda waqaf ini, bacaan bisa terdengar lancar namun berisiko mengubah arti, karena makna ayat dapat berubah jika jedanya dilakukan di tempat yang salah.

Menurut Sei H. Dt. Tombak Alam dalam buku Ilmu Tajwid (2024), dijelaskan bahwa rumus dan tanda waqaf dalam Al‑Qur’an merupakan bagian penting yang mengajarkan pembaca untuk menghentikan bacaan secara tepat, menjaga artikulasi makna, dan membantu tata baca menjadi tartil.

Sementara itu, pakar klasik Muhammad ibn Tayfour Sajawandi dalam kitabnya Kitāb al‑Waqf wa al‑Ibtidāʾ, menetapkan enam kategori tanda waqaf yang terdiri dari mim (waqf lazim), ṭāʾ (waqf muṭlaq), jīm (waqf jā’iz), ṣād (waqf murakhkhaṣ), zāy (waqf mujawwaz), dan lā (washl dilarang waqaf). Hal ini menunjukkan bahwa tanda waqaf bukan sekadar berhenti, melainkan panduan maknai artinya memberi tahu pembaca apakah harus berhenti, boleh lanjut, atau tidak boleh berhenti, sehingga bacaan tidak hanya fasih, tetapi juga fasih maknanya.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (11/6/2025).

Tanda Waqaf dan Contohnya

Tanda waqaf dan contohnya penting dipahami umat Islam dalam membaca Al-Qur’an. Mengenali tanda waqaf dan contohnya merupakan salah satu bentuk praktik mengaji dengan benar. Berikut tanda waqaf dan contohnya yang perlu kamu pahami:

1. Waqaf La Washal 

Tanda waqaf  (لا)  artinya "tidak boleh berhenti". Jika terdapat tanda waqaf ini di tengah ayat, maka tidak diperbolehkan berhenti. Tetapi jika tanda waqaf ini berada di akhir ayat maka diperbolehkan berhenti contoh Waqaf La Washal terdapat dalam surat Ali Imran ayat 181.

لْاَنْۢبِيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۙ وَّنَقُوْلُ ذُوْقُوْا

2. Waqaf Lazim

Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Waqaf Lazim disebut juga Waqaf Taamm (sempurna) karena waqaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ) memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya. Contohnya waqaf lazim terdapat dalam surat Shad ayat 41:

وَاذْكُرْ عَبْدَنَآ اَيُّوْبَۘ

3.  Waqaf Murakhkhas

Tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad.

Contohnya waqaf murakhkhas terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 187:

وَابْتَغُوْا مَاكَتَبَ اللهُ لَكُمْ ص وَكُلُوْاوَاشْرَبُوْا

4. Tanda sad-lam-ya'

Tanda sad-lam-ya' (صلى ) merupakan singkatan dari "Al-wasl Awlaa" yang bermakna "wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik", maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik.

Tanda waqaf dan contohnya sad-lam-ya terdapat dalam surat An-Nas ayat 4:

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

5. Tanda qaf

Tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari "Qeela alayhil waqf" yang bermakna "telah dinyatakan boleh berhenti pada waqaf sebelumnya", maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan.

Tanda waqaf dan contohnya pada waqaf Qeela terdapat dalam surat Al-Haj ayat 17:

وَاَّلذِيْنَ اَشْرَكُوْا ق اِنَّ اللهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ

6. Tanda sad-lam

Tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari "Qad yoosalu" yang bermakna "kadang kala boleh diwasalkan", maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan.

Tanda waqaf dan contohnya pada waqaf sad-lam terdapat dalam surat Al-zukhruf ayat 44:

وَإِنَّهُۥ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۖ وَسَوْفَ تُسْـَٔلُونَ

7. Tanda Qif

Tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti.

8. Tanda sin atau tanda Saktah

Tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan.

Tanda waqaf dan contohnya pada waqaf saktah terdapat dalam surat Al-qiyamah ayat 27:

وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ 

9. Tanda kaf

Tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari "Kathaalik" yang bermakna "serupa". Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul.

10. Tanda bertitik tiga

Tanda bertitik tiga ( ... ...) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta'anuq (terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

Tanda waqaf dan contohnya dalam hal ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 2:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ

11. Tanda Waqfah

Tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas.

12. Tanda tho ( ﻁ ) 

Tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti. Tanda waqaf dan contohnya dalam hal ini terdapat dalam surat al Mulk ayat 6:

وَلِلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ‌ؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُ

13. Tanda jim ( ﺝ ) 

Tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Boleh berhenti dan boleh untuk dilanjutkan. Tanda waqaf dan contohnya pada waqaf jim terdapat dalam surat Al-zukhruf ayat 35:

وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَٱلْءَاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ

14. Tanda zha ( ﻇ ) 

Tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti.

Macam-Macam Waqaf dalam Al-Qur’an

Setelah mengenali tanda waqaf dan contohnya, kamu juga perlu mengenali macam-macamnya. Ada beberapa macam waqaf yang perlu kamu pahami:

1. Waqaf Taamm (ﺗﺂﻡّ) 

Waqaf Taamm (ﺗﺂﻡّ) adalah macam-macam waqaf yang sempurna, yaitu menghentikan suatu bacaan secara sempurna, tidak berhenti pada tengah-tengah ayat atau bacaan. Waqaf ini tidak memengaruhi makna dari ayat yang dibaca. Hal ini karena ayat tersebut tidak memiliki hubungan dengan ayat sebelumnya maupun ayat setelahnya.

2. Waqaf kaaf (ﻛﺎﻒ) 

Waqaf kaaf (ﻛﺎﻒ) adalah macam-macam waqaf yang memadai yaitu berhenti pada sebuah bacaan dengan sempurna, tidak berhenti pada tengah-tengah kata atau bacaan. Akan tetapi bacaan tersebut masih mempunyai hubungan makna dengan kata setelahnya.

3. Waqaf Hasan (ﺣﺴﻦ ) 

Waqaf Hasan (ﺣﺴﻦ ) adalah macam-macam waqaf yang baik yaitu berhenti pada sebuah bacaan tetapi tidak mempengaruhi arti atau makna. Akan tetapi bacaan tersebut masih mempunyai hubungan makna dengan kata setelahnya.

4. Waqaf Qabiih( ﻗﺒﻴﺢ) 

Waqaf Qabiih( ﻗﺒﻴﺢ) adalah macam-macam waqaf buruk yaitu berhenti pada bacaan yang tidak sempurna, atau berhenti pada tengah-tengah kata atau ayat. Macam-macam waqaf ini harus dijauhi karena bacaan tersebut masih berhubungan dengan bacaan sebelumnya baik maknanya maupun lafazdnya. Sehingga arti dari kata tersebut bisa rusak.

 

QnA tentang Tanda Waqaf

Q: Apa itu tanda waqaf?

A: Tanda waqaf adalah simbol khusus dalam mushaf Al-Qur’an yang menunjukkan tempat berhenti (waqaf) atau lanjut (wasl) saat membaca ayat. Tanda ini penting untuk menjaga keutuhan makna dan memperindah bacaan sesuai kaidah tajwid.

Q: Mengapa penting memahami tanda waqaf?

A: Karena salah berhenti saat membaca Al-Qur’an bisa mengubah makna ayat atau membuatnya tidak jelas. Dengan memahami tanda waqaf, pembaca dapat menyampaikan pesan ayat secara utuh dan benar.

Q: Apakah semua tanda waqaf wajib diikuti?

A: Tidak semuanya wajib. Ada tanda yang menunjukkan kewajiban berhenti (seperti mim), dan ada juga yang hanya bersifat pilihan atau anjuran. Namun, memahami semuanya penting agar bacaan tidak salah makna.

Q: Bagaimana hukum tanda waqaf dalam membaca Al-Qur’an?

A: Hukum tanda waqaf dalam membaca Al-Qur’an bersifat bervariasi, tergantung jenis tanda waqafnya. Ada yang hukumnya wajib berhenti, sunnah untuk berhenti, mubah (boleh berhenti atau lanjut), hingga terlarang untuk berhenti. Jadi, tanda waqaf bukan hanya simbol bacaan, tetapi mengandung hukum tajwid yang perlu diperhatikan agar makna ayat tidak salah atau terpotong.

Q: Apakah berhenti pada tanda waqaf termasuk wajib dalam hukum tajwid?

A: Tidak semua tanda waqaf wajib diikuti. Namun, tanda mim (م) atau waqaf lazim menunjukkan tempat yang wajib berhenti, karena melanjutkan bacaan akan merusak atau mengubah makna. Sedangkan tanda seperti jîm (ج) menunjukkan boleh berhenti atau lanjut, dan ṭâ’ (ط) menandakan sangat dianjurkan berhenti.

Q: Apakah berdosa jika tidak mengikuti tanda waqaf?

A: Jika kesalahan waqaf menyebabkan perubahan atau kerancuan makna ayat, maka bisa termasuk kesalahan serius dalam membaca Al-Qur’an. Namun, jika tidak disengaja atau karena belum tahu, maka tidak berdosa, tetapi tetap perlu belajar untuk membacanya dengan benar. Menurut para ulama, menjaga makna ayat adalah bagian dari adab dan kehati-hatian terhadap Kalamullah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6