Liputan6.com, Jakarta Sholat sebagai tiang agama harus dilaksanakan dengan benar agar ibadah menjadi sah dan bernilai di hadapan Allah SWT. Memahami tata cara sholat dan bacaannya adalah fondasi utama agar setiap gerakan dan lafaz yang dilafalkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Dalam buku Panduan Shalat Lengkap Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW (2016) oleh Ali Abdullah, dijelaskan bahwa tata cara sholat dan bacaannya mencakup rukun dan syarat sholat, dengan bacaan Al-Fatihah dan surah pendek sebagai inti setiap rakaat. Sehingga, amalan sholat harus disertai ruhiyah (khusyu’) agar menjadi ibadah yang benar-benar diterima. Pengetahuan ini penting agar umat tidak sekadar berwujud fisik, tetapi juga berpahala secara spiritual.
Selain itu, menurut Darul Insan dalam Buku Pintar Salat, Doa, dan Zikir Sesuai Tuntunan Rasulullah (2019), Imam Bukhari dan Muslim menyatakan “Niat adalah rukun setiap ibadah kepada Allah SWT… Amalan itu tergantung pada niatnya, dan yang akan didapat oleh setiap orang itu seimbang dengan niatnya,”
Advertisement
Kutipan ini mengingatkan kita bahwa tata cara sholat dan bacaannya bukan sekadar teknis, melainkan juga melibatkan kesungguhan hati sejak niat diucapkan. Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Sabtu (14/6/2025).
1. Niat Sholat 5 Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4324237/original/062137400_1676416680-masjid-pogung-dalangan-zcJIoMCFNwM-unsplash.jpg)
Salat dimulai dengan berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan salat. Niat merukan salah satu dari tata cara sholat dan bacaannya. Bacaan niat dapat berbeda berdasarkan salat apa yang sedang dikerjakan. Berikut bacaan 5 niat salat wajib yang perlu anda hafalkan, yakni:
1. Niat Sholat Subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli Fardlon Shubhi Rok'ataini Mustaqbilal kiblati Adaa-an Lillahi ta'aala
Artinya: Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala
2. Niat Sholat Dzuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli Fardlon dhuhri Arba'a Rok'aataim Mustaqbilal kiblati Adaan Lillahi ta'aala
Artinya: Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala.
3. Niat Sholat Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli Fardlol Ashri Arba'a Roka'aataim Mustaqbilal kiblati Adaa-an Lillahi ta'aala
Artinya: Aku niat melakukan sholat fardu ashar 4 rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala
4. Niat Sholat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ
Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka'aataim Mustaqbilal kiblati Adaa-an Lillahi ta'aala
Artinya: Aku niat melakukan sholat fardu maghrib 3 rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala
5. Niat Sholat Isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli Fardlol I'syaa-i Arba'a Roka'aataim Mustaqbilal kiblati Adaa-an Lillahi ta'aala
Artinya: Aku niat melakukan sholat fardu isya 4 rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala
Bacaan niat salat yang sudah disebutkan adalah niat salat ketika melakukan salat sendirian. Untuk niat sholat berjamaah ada tambahan setelah bacaan Adaa-an. Tambahkan bacaan makmuman مَأْمُوْمًا ketika jadi makmum. Tambahkan bacaan imaman إِمَامًا jika jadi imam.
Advertisement
2. Takbiratul Ihram
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350719/original/041627800_1678258524-pexels-michael-burrows-7129526.jpg)
Setelah membaca niat salat dilanjutkan dengan mengangkat kedua tangan serta membaca اللّٰهُ أَكْبَر (Allāhu Akbar). Kemudian tangan disedekapkan pada dada dan dilanjutkan dengan membaca do'a iftitah.
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa'ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil 'Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hitnya untuk Allah Seru sekalian alam.
Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.
3. Membaca Surat Al Fatihah
Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
Pemilik hari pembalasan.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْم
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
4. Membaca Surat yang Mudah Dihafal
Surat pendek yang dimaksud bisa apa saja yang mudah anda hafalkan,biasanya surat pendek ini terletak pada juz 30 di Al-Qur'an. Surat pendek tersebut bisa surat An-Naba hingga surat An-Nas.
5. Ruku'
Urutan doa sholat saat ruku’ adalah sebagai berikut
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana Rabbiyal 'Adziimi Wa Bihamdih. (Dibaca 3 kali)
Artinya : Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.
6. I'tidal
Selesai ruku', terus bangkit tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga, seraya membaca sebagai berikut
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'Allahu Liman Hamidah
Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian berdiri tegak (i'tidal) dan membaca,
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba'du.
Artinya: Ya Allah Tuhan Kami! Bagi-Mulah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.
7. Sujud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4122133/original/026657300_1660311728-istockphoto-1001021150-612x612.jpg)
Setelah i'tidal, urutan urutan doa sholat berikutnya adalah sujud. Gerakan sujud diawali dengan takbiratul ihram terlebih dahulu kemudian turun meletakkan telapak tangan lutut dan dahi sejajar di lantai. Berikut doa yang dibaca ketika sujud.
سبحان ربي الأعلى وبحمده
Sub haana robbiyal a'la wabihamdih. (Dibaca 3 kali)
Artinya: Maha suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya.
8. Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud bangkit dalam posisi duduk iftirasy dan membaca,
رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya: Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.
Selesai sujud, berdiri lagi dan melanjutkan rakaat berikutnya. Jumlah rakaat tergantung dengan jenis salat yang dilakukan.
9. Tasyahud Awal
Tasyahud awal dibaca di rakaat kedua setelah sujud yang kedua. Posisi tasyahud awal dilakukan dengan duduk, posisi kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki. Jika sholat masih memiliki rakaat selanjutnya (untuk sholat Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya', maka bangkitlah untuk melanjutkan sholat. Berikut bacaan doanya.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ
Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.
10. Tasyahud Akhir
Bacaan tasyahud akhir dibaca di rakaat terahir. Tasyahud akhir merupakan rukun penting dalam sholat. Bacaannya sama seperti tahyat awal namun ditambah dengan shalawat Nabi Muhammad, seperti berikut.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.
Artinya: Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha terpuji lagi Maha Mulia.
11. Salam
Selesai duduk tasyahud akhir, urutan doa sholat berikutnya yakni salam. Salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri sambil membaca,
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Assalaamu alaikum wa rahmatullah
Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.
Advertisement
Syarat Sah Sholat yang Wajib Dipenuhi
Syarat sah sholat adalah kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar sholat diterima oleh Allah SWT. Menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, terdapat 9 syarat sah sholat yang tidak boleh diabaikan. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka sholat menjadi tidak sah dan wajib diulang.
Syarat Sebelum Memulai Sholat:
1. Suci dari Hadas Kecil dan Besar
Hadas kecil seperti buang air kecil, buang angin, atau menyentuh kemaluan harus dibersihkan dengan wudhu. Sementara hadas besar seperti junub, haid, atau nifas harus dibersihkan dengan mandi wajib. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 6: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku."
2. Suci dari Najis pada Badan, Pakaian, dan Tempat
Najis yang dimaksud adalah najis hakiki yang kasat mata seperti darah, nanah, air kencing, atau kotoran. Najis hukmi seperti bekas sentuhan anjin basah juga harus dihindari. Rasulullah SAW pernah memerintahkan seorang sahabat untuk mengganti pakaiannya karena terkena najis sebelum sholat.
3. Menutup Aurat Sesuai Ketentuan Syariat
Bagi laki-laki, aurat yang wajib ditutup saat sholat adalah dari pusar hingga lutut. Bagi perempuan, seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dalam kondisi darurat, boleh menggunakan bahan apa saja untuk menutup aurat, bahkan daun-daunan sekalipun, sebagaimana disebutkan dalam kitab Fiqh As-Sunnah.
4. Mengetahui dan Yakin Telah Masuk Waktu Sholat
Setiap sholat memiliki waktu yang telah ditetapkan berdasarkan posisi matahari. Sholat yang dikerjakan sebelum waktunya tidak sah, kecuali dalam kondisi jam'u taqdim (menjamak di awal waktu) sesuai dengan ketentuan syariat. Imam Bukhari meriwayatkan hadits tentang pentingnya menjaga waktu sholat dari Ibnu Abbas.
5. Menghadap Kiblat dengan Penuh Keyakinan
Kiblat adalah arah Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Bagi yang tidak mengetahui arah kiblat dengan pasti, boleh berijtihad menggunakan kompas, aplikasi, atau bertanya kepada orang yang lebih tahu. Dalam perjalanan atau kondisi darurat, ada keringanan khusus yang dijelaskan dalam hadits-hadits shahih.
Syarat Selama Melaksanakan Sholat:
6. Mengetahui Jenis Sholat yang Sedang Dikerjakan
Setiap muslim harus menyadari apakah sedang mengerjakan sholat subuh, dzuhur, ashar, maghrib, atau isya. Begitu pula harus membedakan antara sholat fardu dan sunnah, serta apakah sedang menjadi imam, makmum, atau munfarid (sendiri).
7. Tidak Melakukan Perbuatan yang Membatalkan Sholat
Seperti berbicara dengan manusia, makan, minum, banyak bergerak yang tidak ada hubungannya dengan sholat, atau keluar hadas. Imam Malik dalam Al-Muwatha' menjelaskan berbagai hal yang dapat membatalkan sholat berdasarkan praktik Rasulullah SAW.
8. Membaca Bacaan Wajib dengan Benar dan Tertib
Al-Fatihah harus dibaca dengan tajwid yang benar, begitu pula dengan bacaan-bacaan wajib lainnya. Kesalahan dalam makhraj huruf yang mengubah makna dapat mempengaruhi keabsahan sholat, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama qira'at.
9. Melakukan Gerakan dengan Tuma'ninah dan Tertib
Setiap gerakan harus dilakukan dengan tenang dan berurutan. Tuma'ninah berarti memberikan waktu yang cukup di setiap posisi, tidak tergesa-gesa. Hadits dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah menegur seseorang yang sholat terburu-buru.
Doa dan Dzikir Setelah Sholat yang Dianjurkan
Waktu setelah sholat adalah waktu mustajab untuk berdoa, dimana doa lebih mudah dikabulkan Allah SWT. Rasulullah SAW tidak langsung berdiri setelah salam, tetapi duduk sejenak untuk berdzikir dan berdoa. Berdasarkan hadits-hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Bukhari, dan Abu Dawud, berikut adalah dzikir dan doa yang sangat dianjurkan:
Dzikir Utama: Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah setelah setiap sholat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 34 kali, maka jumlahnya 100. Akan diampuni dosanya walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim)
سُبْحَانَ اللهِ (33 kali)
Subhaanallaah
"Maha Suci Allah"
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (33 kali)
Alhamdulillaah
"Segala puji bagi Allah"
اللهُ أَكْبَرُ (34 kali)
Allaahu Akbar
"Allah Maha Besar"
Doa Penutup Setelah Dzikir 100:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir
"Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Dzikir Tambahan yang Sangat Mustajab:
1. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali mati." (HR. An-Nasa'i)
2. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas Membaca ketiga surah ini masing-masing 3 kali setelah sholat maghrib dan subuh dapat memberikan perlindungan seharian penuh. Setelah sholat fardu lainnya cukup satu kali.
3. Doa Mohon Ampunan:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِىْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal 'adhiim alladhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih
"Aku mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."
Doa Khusus untuk Waktu-waktu Tertentu:
Setelah Sholat Subuh:
اَللّٰهُمَّ أَعِنِّىْ عَلٰى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik
"Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
Setelah Sholat Maghrib: Waktunya membaca wirid petang, termasuk membaca Surah Al-Waqiah yang dapat mendatangkan rizki, dan Surah Al-Mulk yang dapat menyelamatkan dari azab kubur.
Advertisement
Cara Sholat Taubat
Niat Sholat Taubat
Membaca niat sebelum melaksanakan sholat taubat merupakan syarat wajib yang tidak boleh diabaikan. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, "Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya." Niat yang benar akan menentukan kualitas dan diterimanya ibadah sholat taubat.
Oleh karena itu, setiap muslim harus memahami bacaan niat yang tepat sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Berikut adalah bacaan niat sholat taubat yang dapat dilafalkan:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala"
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Taubat
Sholat taubat dapat dilaksanakan dengan jumlah rakaat minimal dua rakaat dan maksimal enam rakaat, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan satu kali salam. Sholat taubat harus dikerjakan secara perorangan (munfarid) dan tidak boleh berjamaah, karena ini adalah ibadah yang bersifat personal antara hamba dengan Tuhannya. Pelaksanaan sholat taubat mengikuti tata cara yang sama dengan sholat sunnah lainnya, namun dengan penekanan khusus pada aspek khusyuk dan penyesalan yang mendalam.
Setelah selesai sholat, sangat dianjurkan untuk duduk dengan tenang sambil meresapi makna taubat dan memperbanyak dzikir serta istighfar. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan sholat taubat secara berurutan:
- Membaca niat sholat taubat dua rakaat.
- Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan.
- Membaca doa iftitah (sunnah).
- Membaca surah Al-Fatihah dengan tartil.
- Membaca surah pendek dari Al-Qur'an.
- Rukuk dengan tuma'ninah.
- I'tidal (bangkit dari rukuk).
- Sujud pertama dengan khusyuk.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit untuk rakaat kedua (mengulangi langkah 4-10).
- Tasyahud akhir.
- Salam (mengakhiri sholat).
- Membaca istighfar dan doa taubat.
Cara Sholat Tahajud
Tata cara sholat tahajud tidak berbeda jauh dengan sholat-sholat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat salam, diawali dengan niat, dan diakhiri dengan salam. Untuk memudahkan, simak tata cara sholat tahajud berikut ini.
1. Mengucapkan niat sholat tahajud
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”
2. Niat dalam hati bersamaan takbîratul ihrâm
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Membaca surat dalam Al-Qur’an
6. Ruku'
7. I’tidal atau berdiri untuk melakukan sujud
8. Sujud
9. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
10. Sujud kedua
11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
12. Membaca surat Al-Fatihah
13. Membaca surat dalam Al-Qur’an
14. Ruku'
15. I'tidal
16. Sujud
17. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
18. Sujud kedua
19. Tahiyat
20. Salam
Advertisement
QnA tentang Tata Cara Sholat dan Bacaannya
Q: Apa yang dimaksud dengan tata cara sholat dan bacaannya?
A: Tata cara sholat dan bacaannya adalah urutan gerakan dalam sholat seperti berdiri, ruku', sujud, dan duduk, disertai dengan bacaan tertentu seperti niat, takbir, Al-Fatihah, doa ruku’, doa sujud, hingga salam. Semua harus sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW agar ibadahnya sah.
Q: Apa saja bacaan wajib dalam sholat?
A: Bacaan wajib dalam sholat meliputi: niat, takbiratul ihram, Al-Fatihah, tasyahud (awal dan akhir), dan salam. Bacaan seperti surah pendek setelah Al-Fatihah, doa ruku’ dan sujud termasuk sunnah muakkad, yang sangat dianjurkan untuk dilafalkan.
Q: Bagaimana cara memulai sholat yang benar?
A: Sholat dimulai dengan niat dalam hati sesuai jenis sholat yang akan dilakukan, dilanjutkan dengan takbiratul ihram sambil mengangkat tangan. Setelah itu, membaca doa iftitah (sunnah) dan langsung melanjutkan ke bacaan Al-Fatihah.
Q: Apakah semua gerakan sholat harus dibarengi dengan bacaan?
A: Ya, setiap gerakan utama dalam sholat memiliki bacaan tertentu yang dianjurkan, bahkan sebagian merupakan rukun. Misalnya saat ruku’ membaca “Subhaana rabbiyal 'adhiim,” dan saat sujud membaca “Subhaana rabbiyal a’laa.”
Q: Apakah boleh membaca bacaan sholat dalam bahasa selain Arab?
A: Bacaan wajib dalam sholat seperti Al-Fatihah dan tasyahud harus dibaca dalam bahasa Arab. Namun bagi yang baru belajar, boleh membaca pelan-pelan sambil belajar, dengan syarat tetap berusaha menghafalnya seiring waktu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3989107/original/099784500_1649396321-shutterstock_739266361.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)