Liputan6.com, Jakarta Cara menggunakan mikroskop penting diketahui. Mikroskop merupakan alat yang membantu menampilkan gambar objek kecil yang diperbesar. Cara menggunakan mikroskop memungkinkan pengamat melihat struktur kecil dari jarak yang sangat dekat pada skala yang nyaman untuk pemeriksaan dan analisis.
Cara menggunakan mikroskop tak boleh sembarangan. Cara menggunakan mikroskop yang benar membuat kinerja mikroskop lebih efektif dan tidak merusak instrumen. Mikroskop adalah instrumen ilmiah yang mahal. Maka dari itu, cara menggunakan mikroskop harus benar-benar diperhatikan.
Advertisement
Selain cara menggunakan mikroskop yang benar, penting juga mengetahui cara perawatannya. Mikroskop adalah instrumen berkualitas tinggi dan bisa bertahan 25-30 tahun jika dirawat dengan benar dan hati-hati. Berikut cara menggunakan mikroskop dan perawatannya yang benar, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (22/6/2025).
Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479301/original/072340300_1623385125-pexels-photo-3938022.jpeg)
Mikroskop terdiri dari bagian-bagian yang memiliki fungsinya sendiri. Berikut bagian mikroskop dan fungsinya:
Lensa okuler
Sebagai kaca pembesar dan membentuk bayangan maya, tegak, diperbesar.
Lensa Objektif
Membentuk bayangan cahaya kedalam lubang diafragma.
Diafragma
Mengatur banyak sedikitnya cahaya
Cermin/Reflektor
Memantulkan cahaya kedalam lubang diafragma
Meja Objek
Untuk meletakkan objek pengamatan
Pemutar Kasar (makrometer)
Menggerakkan tabung keatas dan kebawah dengan pergeseran kasar
Pemutar halus (mikrometer)
Menggerakkan tabung keatas dan kebawah dengan pergeseran halus
Revolver
Tempat lensa objektif yang akan digunakan
Tabung
Penghubung lensa objektif dan lensa okuler
Penjepit Objek
Menjepit kaca objek supaya tidak bergeser
Kaki Mikroskop
Menjaga mikroskop agar tetap tegak berdiri
Lengan Mikroskop
Sebagai pegangan mikroskop ketika mikroskop diangkat atau dipindahkan.
Advertisement
Mikroskop Olympus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479302/original/084432300_1623385125-pexels-photo-3912365.jpeg)
Dilansir dari Standard Operating Procedure (SOP) dari Laboratorium Terpadu Biologi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya, Malang (2017), mikroskop Olympus adalah alat optik buatan perusahaan Olympus yang digunakan untuk mengamati benda mikroskopis, seperti jaringan sel, bakteri, atau struktur mikro lainnya yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop ini memiliki berbagai fitur canggih dan digunakan luas di bidang medis, biologi, dan penelitian ilmiah. Dalam laboratorium, mikroskop Olympus sering berupa mikroskop binokuler (memiliki dua lensa okuler) dan mendukung perbesaran tinggi untuk observasi yang presisi.
Cara Penggunaan Mikroskop Olympus
Berikut adalah langkah-langkah penggunaan mikroskop Olympus secara sistematis:
1. Persiapan
- Buka penutup mikroskop.
- Letakkan mikroskop di permukaan meja yang stabil, rata, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
- Sambungkan kabel daya ke sumber listrik.
- Tekan tombol “ON” di samping mikroskop.
2. Pengamatan Objek
- Atur kekuatan cahaya dengan memutar sekrup pengatur intensitas cahaya.
- Tempatkan spesimen/preparat pada meja objek dan jepit dengan penjepit agar tidak bergeser.
- Atur ketinggian meja objek menggunakan makrometer.
- Cari area yang memiliki ulasan objek paling jelas dengan memutar sekrup vertikal dan horizontal.
- Putar Revolving Nosepiece ke lensa objektif 4x, kemudian atur fokus kasar dengan memutar sekrup kasar hingga gambar terlihat.
- Gunakan sekrup halus untuk mendapatkan fokus yang lebih jelas.
- Untuk mengubah pembesaran, putar Revolving Nosepiece ke lensa objektif yang diinginkan.
- Sesuaikan pencahayaan dengan menaikkan kondensor ke posisi tertinggi.
- Tambahkan minyak emersi bila menggunakan pembesaran tinggi (100x) untuk meningkatkan indeks bias dan kejernihan gambar.
3. Mengakhiri Penggunaan
- Turunkan meja objek hingga paling bawah.
- Ambil spesimen dari meja objek.
- Posisikan kembali lensa objektif ke pembesaran 4x.
- Bersihkan lensa 100x dengan kertas lensa yang dibasahi xylol.
- Matikan intensitas cahaya hingga minimum.
- Tekan tombol “OFF”.
- Cabut kabel dari stop kontak.
- Simpan mikroskop di tempat yang sejuk dan kering.
Mikroskop Stereo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479303/original/003953900_1623385126-pexels-photo-8279775.jpeg)
3. Putarlah cermin mikroskop ke arah sumber cahaya sambil melihat melalui lensa okuler sehingga diperoleh medan yang terang tanpa bayangan benda lain.
4. Letakkan preparat yang akan kalian amati di atas meja benda, lalu jepitlah dengan penjepitnya sehingga cahaya yang terkumpul dalam kondensor menembus kaca benda.
Advertisement
Mikroskop Polarisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479304/original/025550300_1623385126-pexels-photo-4031654.jpeg)
Dilansir dari Prosedur Penggunaan Mikroskop Polarisasi dari Laboratorium Paleontologi, Geologi Foto, dan Geooptik, Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (2020), mikroskop polarisasi adalah jenis mikroskop cahaya yang menggunakan filter polarisator untuk mengarahkan dan mengontrol arah cahaya yang masuk ke spesimen. Mikroskop ini khusus digunakan untuk mengamati sifat optik mineral dalam bentuk sayatan tipis batuan (biasanya setebal 30 mikrometer) yang ditanam di kaca preparat.
Ciri khas mikroskop ini adalah kemampuannya dalam:
- Mengidentifikasi sifat optik anisotropik mineral,
- Melihat interferensi warna dan tanda optik mineral,
- Melakukan pengamatan dalam polarized dan cross-polarized light,
- Penggunaan baji kompensator dan lensa Bertrand untuk analisis konoskopis.
- Mikroskop ini banyak digunakan dalam geologi, petrologi, mineralogi, dan ilmu kebumian lainnya.
Cara Menggunakan Mikroskop Polarisasi
Berikut adalah prosedur penggunaan mikroskop polarisasi secara sistematis:
1. Persiapan Awal
- Mikroskop disimpan di lemari kaca tertutup dan terkunci saat tidak digunakan.
- Mikroskop dan kabel disimpan secara terpisah.
- Saat mengambil mikroskop, pegang tubuh mikroskop dengan satu tangan dan alasnya dengan tangan lain, lalu pindahkan dengan hati-hati ke meja pengamatan.
2. Instalasi dan Pengaturan
Sambungkan kabel ke sumber listrik di meja pengamatan.
Tekan tombol “ON” untuk menyalakan mikroskop.
Atur intensitas cahaya sambil melihat melalui lensa okuler.
Sesuaikan:
Kondensor
Bukaan diafragma
Lensa okuler untuk cakupan medan pandang
3. Prosedur Centering (Pemusatan)
- Letakkan kertas dengan tanda “X” di tengah meja putar.
- Jika tanda “X” bergerak saat meja diputar, lakukan centering dengan menyesuaikan tuas centering hingga tanda tetap berada di tengah saat diputar.
- 4. Pengamatan Spesimen
- Letakkan sayatan tipis batuan di atas meja putar.
- Pilih lensa objektif sesuai kebutuhan pembesaran (putar pada tabung lensa, bukan pada ujung lensa langsung).
- Atur fokus menggunakan tombol fokus kasar (menaik-turunkan meja objek) dan fokus halus.
- Putar meja objek secara halus untuk mengamati berbagai arah sifat optik.
- Kunci meja putar jika perlu dengan tuas yang tersedia.
5. Jenis Pengamatan
- Plane Polarized Light (PPL): Tanpa analisator.
- Cross Polarized Light (XPL): Pasang analisator.
- Tambahkan baji kompensator untuk analisis tanda optik mineral.
- Konoskopis: Pasang kondenser dan lensa Bertrand untuk melihat bidang interferensi.
6. Setelah Penggunaan
- Ambil sayatan tipis dan kembalikan ke tempat semula.
- Matikan mikroskop, cabut kabel, dan lepaskan kabel dari mikroskop.
- Kembalikan semua aksesori ke posisi awal.
- Pindahkan mikroskop kembali ke lemari penyimpanan secara hati-hati.
- Laporkan jika ada kerusakan/kendala ke asisten praktikum atau kepala laboratorium.
Cara merawat mikroskop
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479306/original/049608000_1623385126-pexels-photo-5726808.jpeg)
Mikroskop harus terus dirawat dan dijaga kebersihannya. Berikut cara merawat mikroskop:
- Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap asam dan basa. Tempat penyimpanan yang sesuai ialah kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel, yang bersifat higroskopis, sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab. Selain itu dapat pula diletakkan dalam almari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
- Bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau plastik, dapat dibersihkan dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang terselip di bagian mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
- Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dibersihkan dengan menggunakan tisue lensa yang diberi alkohol 70%. Jangan sekali-kali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain.
- Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada bagian mikroskop non optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik, dan juga jangan menggunakan larutan ini kebagian lensa yang lain kecuali produsennya menyatakan bahwa tindakan tersebut aman.
- Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop tersebut, terutama hapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. Hal ini menurunkan kemampuan lensa. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas suatukelalaian/kecerobohan.
- Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (kalau mikroskop listrik).
Advertisement
FAQ Tentang Mikroskop
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479305/original/037528100_1623385126-pexels-photo-4033154.jpeg)
1. Apa fungsi utama dari mikroskop?
Mikroskop berfungsi untuk mengamati objek-objek sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Alat ini memungkinkan kita melihat detail struktur mikro seperti sel darah, bakteri, atau jaringan biologis lainnya, dengan bantuan dua lensa utama: lensa objektif dan lensa okuler.
2. Siapa penemu pertama mikroskop dan bagaimana perkembangannya?
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Hans Janssen dan anaknya Zacharias Janssen pada tahun 1590-an. Mereka berhasil membuat mikroskop sederhana dengan perbesaran 9 kali. Kemudian, Antonie van Leeuwenhoek mengembangkan mikroskop genggam dengan perbesaran hingga 270 kali, memungkinkan pengamatan mikroorganisme. Robert Hooke kemudian menyempurnakannya dengan konfigurasi tiga lensa, dan dikenal sebagai penemu sel.
3. Bagaimana cara kerja mikroskop?
Mikroskop bekerja dengan bantuan cahaya. Cahaya mengenai objek yang diletakkan di meja preparat, lalu diteruskan oleh lensa objektif yang memperbesar bayangan objek. Bayangan ini kemudian diperbesar lagi oleh lensa okuler sebelum mencapai mata pengamat. Kombinasi kedua lensa ini memungkinkan pembesaran total yang cukup tinggi untuk mengamati struktur mikroskopis.
4. Apa perbedaan antara lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop?
- Lensa objektif berada dekat dengan objek pengamatan dan berfungsi untuk memperbesar bayangan awal objek.
- Lensa okuler terletak di dekat mata pengamat dan fungsinya adalah memperbesar bayangan yang telah dibentuk oleh lensa objektif.
5. Apakah mikroskop hanya digunakan dalam pelajaran Biologi?
Tidak. Meskipun sering digunakan dalam pelajaran Biologi, mikroskop juga merupakan topik dalam Fisika, karena merupakan alat optik. Di Fisika, mikroskop dipelajari dari sisi prinsip kerja optiknya, lensa-lensa yang digunakan, jalur cahaya, serta rumus-rumus pembesaran.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479300/original/052660000_1623385125-pexels-photo-5726794.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)