Interpretasi Adalah Bentuk Penafsiran Komunikasi, Ketahui Tujuan dan Cara Memahaminya

Interpretasi adalah seni mendeskripsikan komunikasi secara tidak langsung, tetapi komunikasi mudah dipahami.

Diperbarui 06 Juni 2025, 15:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tidak hanya menerima pesan, tetapi juga menafsirkan makna di balik pesan tersebut. Interpretasi adalah proses memahami atau menafsirkan makna dari sebuah komunikasi, baik dalam bentuk kata-kata, simbol, perilaku, maupun teks. Proses ini tidak selalu bersifat objektif karena dipengaruhi oleh latar belakang budaya, pengalaman pribadi, hingga emosi seseorang.

Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Psikologi Komunikasi (1985), menjelaskan bahwa interpretasi adalah proses pemberian makna terhadap stimulus yang diterima oleh indera. Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu bisa menafsirkan satu pesan dengan cara yang berbeda-beda tergantung bagaimana ia memproses informasi tersebut secara mental dan emosional.

Oleh karena itu, penting memahami bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya terletak pada penyampaian pesan, tetapi juga pada bagaimana pesan tersebut ditafsirkan oleh penerima. Lebih lanjut, Onong Uchjana Effendy dalam Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek (2016) menjelaskan bahwa makna suatu pesan sering kali tidak bersumber dari apa yang dikatakan, tetapi dari bagaimana penerima menafsirkannya.

Dengan demikian, memahami tujuan dan cara melakukan interpretasi menjadi kunci untuk menghindari kesalahpahaman dan menciptakan komunikasi yang lebih sehat, baik dalam konteks sosial, akademik, maupun profesional. Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (6/6/2025).

Interpretasi Adalah

Interpretasi adalah seni menjelaskan sesuatu untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan menyeluruh terhadap suatu objek, peristiwa, atau pesan. Dalam konteks komunikasi, interpretasi berperan sebagai bentuk penafsiran terhadap makna yang tersirat maupun tersurat dalam pesan yang disampaikan.

Proses ini tidak hanya berlangsung secara verbal melalui lisan dan tulisan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui ekspresi nonverbal seperti gerakan, bahasa tubuh, atau simbol-simbol visual.

Menurut para ahli, interpretasi adalah proses yang melibatkan lebih dari sekadar logika atau analisis rasional. Ia berkaitan erat dengan berbagai cabang ilmu pengetahuan, mulai dari linguistik, filsafat, psikologi, hingga seni.

Interpretasi juga memiliki tujuan utama untuk membantu audiens memahami pesan, menggugah kesadaran emosional, serta mendorong respons atau tindakan. Karena itulah, kemampuan melakukan interpretasi yang baik sangat penting dalam menyampaikan informasi secara efektif dan menyentuh sisi kognitif maupun afektif penerima pesan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, interpretasi diartikan sebagai pemberian kesan, pendapat, atau tafsiran terhadap sesuatu. KBBI juga menyebut interpretasi sebagai pandangan teoritis terhadap suatu objek atau fenomena.

Ini menandakan bahwa interpretasi tidak bersifat mutlak, melainkan dipengaruhi oleh sudut pandang dan pengalaman individu. Perlu diketahui juga bahwa bentuk tidak baku dari kata ini adalah interprestasi, yang sebaiknya dihindari dalam penggunaan formal atau akademik.

Tujuan Interpretasi

Ada beberapa tujuan interpretasi yang dapat menjadikan pondasi seseorang menggunakannya. Berikut tujuannya :

1. Meningkatkan Pemahaman

Tujuan interpretasi adalah meningkatkan pemahaman. Kata interpretasi ditafsirkan untuk menjelaskan mengenai suatu objek yang masih belum jelas. Hingga interpretasi membantu dalam meminimalisir ketidaksesuaian arti dan makna sesuatu.

2. Penggunaan Data

Tujuan interpretasi adalah mendorong dalam penggunaan sebuah data. Dalam melakukan interpretasi, analisis dilakukan untuk memberikan penjelasan. Analisis hanya bisa dilakukan bila data bisa ditemukan dan digunakan dengan benar. Interpretasi adalah mampu mendorong sebuah penjelasan logis karena basisnya data.

3. Meminimalisir Salah Tafsir

Tujuan interpretasi adalah bukan hanya menjelaskan, tetapi membantu meminimalisir salah tafsir sesuatu. Hal ini selaras dengan makna interpretasi yang merupakan seni menjelaskan, menggambarkan, dan menjelaskan sesuatu.

Tahapan Kata Interpretasi

Ada beberapa tahapan untuk memahami interpretasi yang harus Anda ketahui, berikut tahapannya :

1. Baca semua teks.

2. Memahami tema, latar belakang, alur dan karakter.

3. Topiknya adalah cerita atau alasan utama.

4. Ilustrasi adalah peserta yang terlihat.

5. Pengaturan lokasi acara.

6. Pengaturan waktu.

7. Lingkungan budaya.

8. Tangkap elemen-elemen yang konyol, lucu atau kesal.

9. Tangkap frasa atau frasa sindiran.

Contoh Penggunaan Kata Interpretasi

Untuk lebih memahami penggunaan kata interpretasi, berikut beberapa contoh kalimat dengan kata interpetasi.

1. Dalam peralatan optis, warna bisa berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya (merah, kuning, biru) yang digabungkan dalam komposisi tertentu.

2. Perbedaan pandangan dalam hal pengelolaan jaminan kesehatan tersebut berkaitan dengan interpretasi pemerintah Indonesia yang menempatkan kesehatan sebagai bagian dalam hak asasi dasar manusia.

3. Yang dimaksud dengan asas “kejelasan rumusan” adalah bahwa setiap peraturan perundang-undangan memenuhi persyaratan teknis penyusunan peraturan perundang-undangan, sistematika, dan pilihan kata atau terminologi, serta bahasa hukum yang jelas dan mudah dimengerti, sehingga tidak menimbulkan berbagai macam interpretasi dalam pelaksanaannya.

Jenis-Jenis Interpretasi

1. Interpretasi cerpen, menggambarkan atau menafsirkan makna-makna tersirat dalam sebuah cerita pendek. Penafsiran pesan yang ingin disampaikan pengarang dan fakta yang ada di kehidupan nyata.

2. Interprerasi citra, menganalisis gambar untuk melakukan identifikasi pada suatu objek. Hal ini mengacu pada penginderaan jarak jauh. Modalnya adalah bayangan, warna, tekstur, ketinggian, pola, lokasi, bentuk, dan situasi.

3. Interpretasi sejarah, menafsirkan data yang berkaitan dengan sejarah. Interpretasi ini biasanya akan memunculkan sebuah subjektivitas. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah latar belakang dan sudut pandang pelaku interpretasi.

Menurut Gilbert J. Garraghan dalam bukunya Guide to Historical Method (1957), disebutkan bahwa interpretasi sejarah dibedakan menjadi 5 jenis yaitu:

  • Interpretasi verbal
  • Interpretasi psikologis
  • Interpretasi logis
  • Interpretasi teknis
  • Interpretasi faktual

4. Interpretasi alam, memberikan gambaran yang bekaitan dengan alam. Biasanya ditujukan untuk pendidikan, hiburan, informasi, promosi, panduan, dan pelayanan.

5. Interpretasi data, menggambungkan data-data untuk menciptakan sebuah makna tertentu. Makna inilah yang nantinya dijadikan sebuah jawaban atas persoalan yang membutuhkan interpretasi.

6. Interprerasi musik, menafsirkan apapun yang diinginkan komposer musik. Mengombinasikan ekspresi, perasaan, sejarah, sampai gambaran sosial.

7. Interpretasi peta, mengartikan sebuah simbol yang ada dalam peta. Biasanya berupa gunung, laut, jalan, danau, sawah, dan masih banyak lagi.

QnA Umum tentang Interpretasi

Q: Mengapa interpretasi penting dalam komunikasi?

A: Karena setiap orang bisa menangkap makna pesan secara berbeda, interpretasi membantu memastikan bahwa pesan yang diterima dipahami dengan benar. Interpretasi yang tepat dapat menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan efektivitas komunikasi.

Q: Apa saja bentuk interpretasi?

A: Interpretasi dapat berbentuk lisan (penjelasan verbal), tulisan (artikel, ulasan, esai), visual (gambar, simbol), dan gestur (bahasa tubuh). Semua bentuk ini bertujuan menyampaikan pemahaman atau penafsiran terhadap sesuatu.

Q: Dalam bidang apa saja interpretasi digunakan?

A: Interpretasi digunakan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, hukum, seni, sastra, agama, komunikasi, dan ilmu sosial. Setiap bidang memiliki pendekatan dan konteks interpretasi yang berbeda.

Q: Apakah interpretasi selalu bersifat subjektif?

A: Ya, pada dasarnya interpretasi bersifat subjektif karena dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman, dan sudut pandang individu. Namun, dalam konteks ilmiah atau profesional, interpretasi sering dibatasi oleh teori, data, atau aturan tertentu agar tetap logis dan terukur.

Q: Apa bedanya interpretasi dengan terjemahan?

A: Terjemahan berfokus pada pengalihan bahasa dari satu bentuk ke bentuk lain secara literal atau kontekstual, sementara interpretasi lebih menekankan pada penafsiran makna atau pesan, termasuk emosi dan konteks budaya yang menyertainya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6