Al-Basir Artinya Yang Maha Melihat: Cara Meneladani dan Contoh Ayatnya

Al-Basir artinya sifat Allah SWT yang mampu melihat segala di alam semesta.

Diperbarui 09 Juni 2025, 10:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memahami Al-Basir artinya salah satu dari 99 nama-nama terbaik lagi indah Allah SWT dalam Asmaul Husna. Al-Basir artinya Yang Maha Melihat. Al-Basir artinya sifat Allah SWT yang mampu melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil di langit dan bumi, sekaligus alam semesta.

Melansir dari laman resmi Al-Qur’an Indonesia, Al-Basir artinya berasal dari akar kata b-s-r dalam bahasa Arab Klasik diartikan sebagai: melihat, menatap, memperhatikan agar paham, mengetahui memahami, berwawasan menjadi sadar sepenuhnya.

Memahami dan menghayati nama‑nama Allah adalah amat dituntut hinggakan Rasulullah SAW menegaskan di dalam sebuah hadis yang bermaksud ‘Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang menghitungnya, maka dia akan masuk syurga.’

Melansir dari researchgate.net dan journal2.um.ac.id, dalam hasil kajian menunjukkan nama Allah Al‑Basir disebut sebanyak 43 kali di dalam al‑Quran dan 10 kali dalam Sahih al‑Bukhari.

Dalam buku berjudul Rahasia Keajaiban Asmaul Husna oleh Syafi'ie el-Bantanie, asmaul husna Al-Basir artinya berasal dari kata “Bashara” yang berarti pengetahuan terhadap sesuatu. Kemudian artinya berkembang menjadi melihat. Itulah penjelasan singkat asmaul husna Al-Basir artinya Maha Melihat.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang asmaul husna Al-Basir artinya Yang Maha Melihat, Senin (9/6/2025).

Asmaul Husna Al-Basir

Memahami Al-Basir adalah salah satu nama terbaik lagi indah Allah SWT dari 99 asmaul husna lainnya. Asmaul husna Al-Basir artinya Yang Maha Melihat. Al-Basir artinya Allah SWT melihat segala hal sepanjang waktu dan detail.

Melansir dari laman resmi Al-Qur’an Indonesia, asmaul husna Al-Basir artinya berasal dari akar kata b-s-r dalam bahasa Arab Klasik diartikan sebagai: melihat, menatap, memperhatikan agar paham, mengetahui memahami, berwawasan menjadi sadar sepenuhnya.

“Dia melihat semua hal sepanjang waktu. Dia memahami apa yang telah dan akan terjadi. Dia memiliki wawasan terhadap segala hal dan tidak pernah salah dalam berbagai detil. Penglihatannya tidak terbatas hanya pada apa yang ada di luar tapi juga apa yang ada di dalam hati mahkluk-Nya,” dijelaskan.

Hal yang sama dijelaskan dalam buku berjudul Rahasia Keajaiban Asmaul Husna oleh Syafi'ie el-Bantanie, asmaul husna Al-Basir artinya berasal dari kata “Bashara” yang berarti pengetahuan terhadap sesuatu. Kemudian artinya berkembang menjadi melihat.

Umat muslim bisa mengimani asmaul husna Al-Basir artinya Maha Melihat dengan memperhatikan segala yang ada di alam semesta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan mengimani Al-Basir artinya Maha Melihat dengan memperhatikan kejadian dan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebagai bahan renungan.

“Manusia juga dianjurkan untuk instrospeksi diri, melihat kelebihan dan kekurangan diri sendiri agar hidupnya terarah sesuai ajaran Islam,” dijelaskan.

Allah SWT melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil di langit dan bumi, bahkan seluruh alam semesta ini. Lalu dipaparkan oleh el-Bantanie, cara mengimani sifat Allah SWT Al-Basir artinya Maha Melihat dengan:

1. Mengimani asmaul husna Al-Basir artinya Maha Melihat dengan mulai melihat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT di lingkungan sekitar. Kemudian menjadikan tanda-tanda tersebut sebagai bahan renungan agar ketaatan dan keimanan semakin bertambah.

2. Mengimani asmaul husna Al-Basir artinya Maha Melihat dengan menggunakan indra penglihatan untuk beribadah dan melihat hal yang baik-baik saja.

3. Mengimani asmaul husna Al-Basir artinya Maha Melihat dengan menggunakan indra penglihatan untuk mengerjakan hal bermanfaat seperti belajar dan bekerja.

Contoh Asmaul Husna Al-Basir artinya Maha Melihat dalam Al-Qur’an

1. Asmaul Husna Al-Basir artinya dalam Al-Qur’an surat Al-Hujarat ayat 18:

"Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

2. Asmaul Husna Al-Basir artinya dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 61:

“Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).”

3. Asmaul Husna Al-Basir artinya dalam Al-Qur’an surat Asy Syura ayat 27:

“Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.”

4. Asmaul Husna Al-Basir artinya dalam Al-Qur’an surat Asy Syura ayat 11:

“(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”

5. Asmaul Husna Al-Basir artinya dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 1:

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

6. Asmaul Husna Al-Basir artinya dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 58:

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Cara Meneladani Asmaul Husna Al‑Basir

Dalam Islam, memahami dan meneladani nama-nama Allah (Asmaul Husna) adalah bentuk pengakuan atas kesempurnaan sifat-Nya serta upaya memetik hikmah dalam perilaku sehari-hari. Salah satunya adalah Al‑Basīr (Al‑Basir), yang artinya “Maha Melihat”.

Berdasarkan buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna oleh Syafi’ie el‑Bantanie, Al-Basir merujuk pada pengetahuan dan penglihatan mendalam, yaitu Allah yang melihat segala detail, baik yang tampak maupun tersembunyi. Dengan memahami sifat ini, seorang mukmin diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa setiap tindakan selalu berada dalam pengawasan-Nya.

1. Menjaga hati dan niat dalam tiap tindakan

Meneladani Al‑Basir berarti menyadari bahwa Allah Maha Melihat segala bentuk kesalahan niat, sehingga setiap niat harus didasarkan pada keikhlasan dan kebaikan.

2. Berhati-hati dalam berucap dan bertindak

Setiap perkataan dan gerakan harus dipilih hati-hati, karena Allah melihat baik ucapan yang terdengar maupun niat yang tersembunyi.

3. Menjaga pandangan mata

Memfungsikan mata untuk hal-hal positif, seperti membaca Al-Qur’an, mengenali ayat Allah di alam, bukan digunakan untuk melihat yang sia-sia atau negatif.

4. Menghindari perbuatan dosa yang tersembunyi

Karena Allah melihat apa yang tersembunyi dalam hati dan perbuatan, seharusnya umat Islam menjauhi hal seperti menyakiti hati orang lain tanpa terlihat, berbohong halus, atau niat buruk.

5. Mengambil pelajaran dari alam

Mata melihat tanda-tanda kekuasaan Allah di ciptaan-Nya—melalui langit, tumbuhan, dan fenomena alam—sehingga semakin menumbuhkan rasa takzim dan iman.

6. Beramal dengan kesungguhan dan kualitas

Ketika memahami bahwa Allah melihat amal baik maupun buruk, setiap pekerjaan atau ibadah dilakukan dengan maksimal dan terukur, bukan asal selesai.

7. Refleksi diri secara rutin

Mengevaluasi tindakan dan kualitas diri secara jujur—apa yang tersembunyi dari pandangan manusia, tetap dilihat oleh Allah—mendorong peningkatan diri.

8. Menjalankan amanah dengan teliti

Dalam hal tanggung jawab—baik diberi amanah formal atau informal—sebaiknya dilakukan secara teliti dan jujur, karena Allah Maha Melihat apa yang dijalankan.

9. Menahan diri dari fitnah dan ghibah

Meski tampak tak terlihat, Allah tetap melihat niat dan dampak negatif dari tindakan menyebarkan aib orang lain. Sebagai peneladanan, kita sedapat mungkin menghindarinya.

10. Memperbanyak dzikir dan kesadaran spiritual

Dengan menyebut Al‑Basir dalam dzikir, iman dan kesadaran bahwa Allah melihat setiap waktu semakin tumbuh, mendorong pelaku untuk terus memperbaiki perilaku.

Q&A

Apa arti Al-Basir dalam Asmaul Husna?

Al-Basir berarti Maha Melihat. Allah melihat segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, bahkan hal yang sangat kecil dan tersembunyi dalam hati manusia.

Mengapa penting meneladani Al-Basir dalam kehidupan sehari-hari?

Karena kesadaran bahwa Allah Maha Melihat membuat seseorang lebih hati-hati dalam berperilaku, menjaga pandangan, dan menjauhi perbuatan dosa meskipun tidak dilihat manusia.

Bagaimana cara meneladani Al-Basir dalam menggunakan media sosial?

Dengan memposting hal-hal yang bermanfaat, tidak menyebar hoaks atau aib orang lain, serta menghindari komentar negatif. Semua yang dilakukan, meski tidak dilihat banyak orang, tetap terlihat oleh Allah.

Apa hubungan antara Al-Basir dengan menjaga pandangan?

Menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang (seperti melihat aurat orang lain atau konten negatif) adalah bentuk nyata meneladani sifat Allah Al-Basir yang Maha Melihat dengan penuh hikmah dan kesucian.

Bagaimana Al-Basir bisa menjadi motivasi untuk lebih jujur?

Karena sadar bahwa Allah melihat segalanya, termasuk kebohongan sekecil apa pun, seseorang terdorong untuk selalu berkata dan bertindak jujur, bahkan ketika tidak ada yang mengawasi.

Apa dampak dari meneladani Al-Basir terhadap kualitas ibadah seseorang?

Ibadah menjadi lebih khusyuk dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, karena merasa terus diawasi oleh Allah, bukan semata-mata agar dilihat manusia.

Bagaimana cara mengajarkan anak-anak untuk mengenal dan meneladani Al-Basir?

Bisa dimulai dengan membiasakan mereka menjaga pandangan, berlaku jujur, dan memahami bahwa Allah selalu melihat apa pun yang mereka lakukan, bahkan ketika sendirian.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6