Liputan6.com, Jakarta - Inisiatif adalah kemampuan atau kecenderungan seseorang untuk memulai atau mengambil tindakan dalam situasi tertentu. Hal ini adalah karakteristik yang sangat penting dalam kehidupan personal dan profesional seseorang, karena inisiatif memungkinkan seseorang untuk menjadi lebih mandiri dan terlibat secara aktif dalam mencapai tujuan.
Pahami juga bahwa inisiatif didefinisikan dalam konteks psikologi organisasi sebagai kemampuan intervensi aktif yang bersifat mandiri, melampaui tuntutan formal pekerjaan untuk mencapai tujuan. Michael Frese (University of Amsterdam) dan Wolfgang Kring, Andrea Soose, serta Jeannette Zempel (University of Giessen) menjelaskan personal initiatif sebagai tindakan proaktif dan mandiri yang melebihi apa yang diwajibkan, mendorong inovasi dan fleksibilitas dalam organisasi, dikutip dalam Gunawan, Definisi Inisiatif, Scribd.
Advertisement
Inisiatif adalah kemampuan yang bisa dipandang sebagai tindakan awal, untuk mengatasi masalah atau mengambil langkah-langkah dalam memulai proyek baru. Inisiatif juga melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, di mana Anda akan mengambil langkah-langkah konkret atau memanfaatkan kesempatan, dan memastikan bahwa tindakan yang diambil adalah produktif dan efektif.
Orang yang memiliki inisiatif yang kuat cenderung lebih mampu mengatasi masalah, mencari solusi, dan membuat keputusan yang tepat dalam situasi yang sulit. Mereka juga cenderung lebih mandiri dan tidak bergantung pada arahan atau bimbingan dari orang lain.
Di tempat kerja, inisiatif adalah aspek yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan dan pertumbuhan bisnis. Orang yang memiliki inisiatif kuat cenderung lebih produktif, inovatif, dan terlibat dalam memajukan organisasi mereka. Mereka mampu melihat peluang yang tidak bisa dilihat orang lain serta berusaha untuk memanfaatkannya.
Berikut ini contoh dan dampak positif inisiatif yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/6/2025).Â
Memahami Inisiatif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2768748/original/084711700_1554349232-liana-mikah-1405153-unsplash.jpg)
Melansir dari laman Youth Employment, inisiatif adalah keupayaan untuk menjadi bijak dan bekerja tanpa sentiasa diberitahu apa yang perlu dilakukan. Inisiatif ialah kemahiran pengurusan diri, di mana Anda akan melakukan sesuatu tanpa diminta, menyelesaikan masalah yang orang lain mungkin tidak perasan perlu diselesaikan, dan berusaha keras untuk terus belajar dan berkembang.
Secara terminologis, inisiatif adalah kemampuan mengambil keputusan dan bertindak tepat tanpa instruksi. Gunawan dalam dokumen Definisi Inisiatif menjelaskan inisiatif muncul dari dorongan internal individu bertindak tanpa perintah, menemukan tugas yang perlu dilakukan, dan tetap bergerak meskipun dalam situasi sulit. Dalam konteks organisasi, Frese et al. (dalam Gunawan) menjelaskan inisiatif personal sebagai usaha aktif menuju pencapaian tujuan kerja, bahkan ketika tidak diatur dalam deskripsi pekerjaan secara formal.
Hal ini sangat memungkinkan seseorang untuk menjadi lebih mandiri, dan terlibat secara aktif dalam mencapai tujuan dan sangat penting dalam mencapai keberhasilan dan pertumbuhan bisnis. Jangan takut untuk mengambil risiko dan mengambil tindakan dalam situasi yang sulit. Karena dengan melakukannya, Anda dapat meningkatkan inisiatif Anda dan mencapai potensi diri secara penuh.Â
Menurut Santrock (2006), dikutip di dalam penelitian tentang character building (Efektivitas Matakuliah Character Building, Neliti), inisiatif muncul sejak masa kanak-kanak (usia 3–5 tahun), dan dipicu oleh kemampuan mengambil keputusan aktif dalam menghadapi tantangan, sehingga terbentuk tanggung jawab pribad.
Meskipun inisiatif sangat penting, tidak semua orang dilahirkan dengan kemampuan ini. Tapi jangan khawatir, inisiatif dapat dipelajari dan ditingkatkan melalui pengalaman dan pelatihan. Beberapa cara untuk meningkatkan inisiatif termasuk mengambil risiko, mencari umpan balik dari orang lain, belajar dari kesalahan, dan berusaha untuk mengambil tindakan dalam situasi yang sulit.
Â
Advertisement
Contoh di Lingkungan Kerja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2768767/original/044123700_1554349401-annie-spratt-66432-unsplash.jpg)
Angga Dwita Desi Lisnawati dkk. (2024) dalam Analisis Kemampuan Inisiatif Peserta Didik SMP dalam Memecahkan Masalah Kontekstual (JIPM) menemukan contoh inisiatif berupa keberanian siswa mengambil risiko dan menerapkan pemikiran orisinil dalam menyelesaikan soal matematika kontekstual. Data menunjukkan 81% siswa menunjukan kemampuan tersebut, yang merupakan salah satu bentuk inisiatif dalam konteks pendidikan.
Mengutip dari laman indeed, ada beberapa contoh inisiatif yang bisa Anda gunakan saat berada di tempat kerja sebagai berikut:
1. Tawarkan bantuan saat tidak ada yang meminta
Ketika Anda menawarkan untuk membantu kolega atau manajer tanpa meminta siapa pun, Anda menunjukkan kesediaan Anda untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan organisasi. Ini juga menunjukkan bahwa Anda ingin agar kolega Anda tidak kesulitan dengan pekerjaan mereka, dengan meminjamkan keahlian dan keterampilan Anda kepada mereka. Profesional yang menawarkan bantuan saat tidak ada yang memintanya, juga cenderung membangun interaksi yang bermakna dan sehat dengan semua orang di tempat kerja. Dengan mengingat hal ini, pertimbangkan untuk meluangkan waktu dari beban kerja Anda saat ini, untuk membantu rekan-rekan Anda. Dengan melakukan ini, mereka juga dapat membantu Anda di masa mendatang ketika Anda merasa kesulitan untuk menyelesaikan tugas tertentu.
2. Pecahkan masalah kecil sebelum menjadi serius
Profesional yang memecahkan masalah kecil sebelum menjadi penting, juga menunjukkan inisiatif di tempat kerja. Mereka memahami bahwa penting untuk menangani masalah ketika muncul sebelum meningkat lebih jauh. Selain itu, mereka tahu bahwa membiarkan masalah tidak terselesaikan dapat berdampak negatif pada organisasi. Jika Anda melihat masalah yang tampaknya belum ditangani oleh orang lain tetapi perlu ditangani, luangkan waktu untuk memperbaikinya. Ini mungkin tampak seperti masalah kecil pada awalnya, tetapi ketika dibiarkan tanpa pengawasan, dapat menyebabkan masalah yang lebih serius.
3. Mengerjakan tugas yang dihindari orang lain
Profesional proaktif juga tidak takut mengerjakan tugas yang dihindari orang lain secara aktif. Ini termasuk proyek yang telah dicoba dan gagal diselesaikan oleh rekan kerja lain, atau proyek yang menantang untuk diselesaikan. Untuk menunjukkan inisiatif di tempat kerja, identifikasi tugas yang dihindari semua orang, karena kesulitannya atau jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
4. Menanyakan tentang apa yang dibutuhkan oleh pekerjaan
Manajer dan supervisor menghargai karyawan yang terus-menerus bertanya tentang tugas dan tanggung jawab mereka. Ini menunjukkan minat mereka pada peran, dan kesediaan mereka untuk bekerja ekstra untuk mencapai hasil bersama. Untuk menunjukkan inisiatif di tempat kerja, cari tahu tentang pekerjaan Anda dan tanyakan apa yang diharapkan perusahaan dari Anda sebagai karyawan.
5. Berikan nasihat dan dukungan karir kepada rekan kerja
Cara bagus lainnya untuk menunjukkan inisiatif di tempat kerja, adalah dengan memberikan nasihat karir yang bermanfaat kepada rekan kerja junior. Ini termasuk membantu mereka bertransisi dengan lancar ke perusahaan. Selain itu, menawarkan saran gratis kepada karyawan pemula adalah cara yang bagus untuk mengembangkan lingkungan kerja yang inklusif dan peduli di mana setiap orang dapat berkembang dan sukses. Hal ini juga menjadikan Anda sebagai karyawan senior yang bisa datang ke rekan kerja saat mereka kesulitan mengatur karir.
Â
Dampak Positif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3520746/original/058679800_1627264785-green-chameleon-s9CC2SKySJM-unsplash_Fotor.jpg)
Inisiatif adalah kemampuan atau kecenderungan untuk mengambil tindakan yang proaktif dan mandiri, dalam mencari solusi untuk masalah atau menciptakan peluang baru. Orang yang memiliki inisiatif yang kuat cenderung lebih mampu memotivasi diri sendiri, berpikir kreatif, dan mempertahankan fokus dalam mencapai tujuan. Inisiatif merupakan kualitas yang penting bagi individu dan organisasi yang ingin mencapai kesuksesan dan pertumbuhan.
Berdasarkan meta-analisis oleh Dewa Gede Satriawan (2024) dalam Pengaruh Inisiatif Keanekaragaman dan Inklusi terhadap Kepuasan Karyawan dan Kinerja Organisasi (Jurnal Cahaya Mandalika), ditemukan bahwa inisiatif dalam kebijakan keberagaman dan inklusi secara signifikan meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Dampak Positif Inisiatif
Inisiatif memiliki dampak positif yang signifikan pada individu, kelompok, dan organisasi. Berikut adalah beberapa dampak positif dari inisiatif:
1. Meningkatkan Produktivitas
Individu yang memiliki inisiatif yang kuat, cenderung lebih produktif karena mereka aktif mencari peluang untuk melakukan tindakan yang menguntungkan, dan mencapai tujuan dengan cara yang lebih efisien. Mereka tidak menunggu orang lain memberikan instruksi atau arahan, tetapi membuat keputusan sendiri dan bertindak dengan cepat.
2. Mengembangkan Keterampilan
Orang yang memiliki inisiatif yang kuat, cenderung menciptakan peluang untuk mengembangkan keterampilan baru karena mereka sering mencoba hal-hal baru dan mengambil tanggung jawab dalam situasi yang berbeda. Dalam prosesnya, mereka belajar dari pengalaman dan mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek.
3. Meningkatkan Kepemimpinan
Individu yang memiliki inisiatif yang kuat, cenderung menjadi pemimpin yang lebih baik karena mereka cenderung mengambil tanggung jawab dalam situasi yang sulit dan memimpin dengan memberikan contoh yang baik. Mereka mampu membuat keputusan yang tepat dan memimpin dengan cara yang memotivasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka.
4. Meningkatkan Motivasi
Individu yang memiliki inisiatif yang kuat, cenderung lebih termotivasi karena mereka merasa memiliki kendali atas hidup mereka, dan dapat membuat perubahan positif dalam diri mereka sendiri atau dalam situasi di sekitar mereka. Mereka tidak menunggu orang lain memberikan dorongan atau motivasi, tetapi membuat keputusan sendiri dan bertindak dengan tindakan yang positif.
5. Meningkatkan Inovasi
Inisiatif memungkinkan orang untuk menciptakan peluang baru, dan berinovasi dalam cara yang lebih kreatif, dan hal ini akan membawa perubahan yang positif. Individu yang memiliki inisiatif yang kuat cenderung mencari cara-cara baru untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan dan menciptakan ide-ide yang inovatif dan kreatif.
Advertisement
Cara Memulai Inisiatif
Inisiatif memainkan peran penting dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, organisasi, hingga kehidupan sosial. Santrock (2006) menyatakan bahwa sejak usia dini, kemampuan inisiatif berkembang melalui interaksi aktif dengan lingkungan sosial, sehingga membentuk tanggung jawab dan kreativitas individu. Lebih jauh, Frese et al. menekankan bahwa inisiatif personal mendorong inovasi dalam organisasi karena individu tidak hanya menunggu instruksi, tetapi proaktif menciptakan solusi dan peluang baru.
Kemampuan ini juga terbukti membawa dampak positif—seperti meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja organisasi (Satriawan, 2024), membantu siswa dalam pemecahan masalah kontekstual (Lisnawati dkk., 2024), serta muncul sebagai dorongan internal untuk mengambil keputusan sebelum diperintahkan.
Identifikasi masalah atau ruang perbaikan – observasi situasi dan temukan area yang memerlukan perubahan tanpa menunggu instruksi.
- Tumbuhkan rasa kepemilikan – anggap tantangan sebagai milik sendiri untuk memicu motivasi berinisiatif.
- Lengkapi diri dengan pengetahuan – belajar mandiri agar siap menghadapi isu dan merumuskan solusi tepat.
- Rencanakan langkah konkret – susun strategi bertahap agar tindakan terasa terarah.
- Mulai dengan eksperimen kecil – coba solusi sederhana untuk menguji efektivitas sebelum bereskalasi.
- Minta umpan balik dini – validasi ide melalui komunikasi dengan rekan agar cepat diperbaiki.
- Berani mengambil risiko – ambil keputusan yang mungkin belum dilirik orang lain tapi membawa potensi terobosan.
- Kerja sama lintas fungsi – libatkan berbagai pihak sehingga inisiatif mendapatkan dukungan luas.
- Tindak lanjuti dan evaluasi – terus pantau hasil, lakukan penyesuaian agar keberhasilan berkelanjutan.
- Dokumentasikan dan bagikan keberhasilan – paparkan hasil dan proses supaya muncul kepercayaan dan inspirasi dari orang lain.
Â
FAQ
Apa perbedaan inisiatif dengan proaktif?
Inisiatif adalah tindakan mandiri untuk memulai perubahan, sedangkan proaktif mencakup sikap dan antisipasi terhadap masalah sebelum muncul.
Bagaimana mengukur kemampuan inisiatif seseorang?
Dapat diukur lewat observasi keberanian mengambil risiko, originalitas pemikiran, dan tingkat kemandirian dalam menyelesaikan tugas (misalnya dalam penelitian SMP Lisnawati dkk.)
Apa dampak negatif jika inisiatif tidak dikelola baik?
Tanpa arah, inisiatif bisa menabrak prosedur organisasi atau SOP, seperti yang disorot Wulan Asih dkk. pada tenaga medis.
Apa peran organisasi dalam mendukung inisiatif karyawan?
Dukungan struktur, budaya inklusi, dan saluran komunikasi meningkatkan keberanian karyawan menyampaikan ide, seperti ditemukan dalam meta-analisis Satriawan (2024).
Sejak usia berapa inisiatif dapat dikembangkan?
Menurut Santrock (2006), inisiatif mulai tumbuh sejak anak berusia 3–5 tahun melalui pemberian tantangan dan tanggung jawab
Apa kaitan antara inisiatif dan kinerja?
Inisiatif meningkatkan adaptasi dan kepuasan kerja, yang berpotensi menaikkan kinerja—meski efek langsung bisa bergantung konteks (lihat Asih dkk.)
Bagaimana menumbuhkan inisiatif di sekolah?
Berikan siswa tugas pemecahan masalah nyata, ruang kreativitas, dan dorongan untuk berpikir mandiri—seperti pada pembelajaran matematika kontekstual Lisnawati dkk.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188198/original/065737100_1595487660-child-draws-house-with-chalk-asphalt-selective-focus_73944-3626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)