Arti Jazakumullah Khairan dan Perbedaannya dengan Jazakallah dan Jazakillah

Jazakumullah khairan dengan jazakallah dan jazakillah memiliki perbedaan makna.

Diperbarui 10 Juni 2025, 08:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jazakumullah merupakan ungkapan yang biasa digunakan sebagai ungkapan terima kasih terhadap orang lain. Ungkapan ini bahkan tidak hanya untuk berterima kasih, tetapi juga berarti kamu mendoakan orang tersebut mendapat kebaikan. Dalam tradisi Islam, mengucapkan terima kasih tidak hanya terbatas pada kata “syukran” sebagaimana yang lazim digunakan dalam bahasa Arab.

Mengucapkan terima kasih merupakan salah satu anjuran bagi umat Islam yang juga tercantum di dalam Al-Quran dan Hadis. Membiasakan diri mengungkapkan terima kasih tentunya membuat kamu telah mengikuti anjuran Al-Quran dan Hadis.

Jazakumullah khairan dengan jazakallah dan jazakillah memiliki perbedaan makna. Namun, pada intinya ketiga ungkapan tersebut adalah menandakan rasa terima kasih kamu terhadap seseorang dan mendoakannya agar mendapatkan kebaikan dari Allah SWT.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (10/6/2025) tentang jazakumullah khairan.

Anjuran Mengucapkan Terima Kasih dalam Al-Quran dan Hadis

Umat Muslim dianjurkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih dengan ucapan yang sekaligus menjadi doa. Salah satu ungkapan yang paling dianjurkan adalah “Jazakumullāhu khayran” (جَزَاكُمُ ٱللّٰهُ خَيْرًا), yang berarti “semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.” Ungkapan ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam dibandingkan sekadar ucapan terima kasih biasa, karena di dalamnya terkandung harapan agar Allah memberikan ganjaran terbaik atas kebaikan orang lain.

Anjuran untuk mengucapkan terima kasih dan doanya diungkapkan dalam Al Qur'an dan hadis. Ungkapan rasa syukur telah dijelaskan dalam QS.Ibrahim ayat 7 dengan arti sebagai berikut:,

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan kalian memberitahukan, "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih," (QS. Ibrahim: 7).

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, 

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah, siapa yang tidak tahu berterima kasih kepada sesama manusia.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud).

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang telah mendapatkan kebaikan dari seseorang, lalu ia berkata kepada pelaku kebaikan tersebut, “Jazaakallahu khairan”, berarti ia telah sampai pada derajat memujinya (telah berterima kasih kepadanya dengan memujinya).” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban, dinilai shahih oleh Al-Albani).

 

 

Arti Jazakumullah serta Perbedaannya dengan Jazakallah dan Jazakillah

Menurut informasi dari laman MyIslam.org, ungkapan “Jazakallāhu khayran” secara harfiah berarti “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.” Ucapan ini berasal dari akar kata “jazā” yang berarti balasan, sedangkan “khayr” berarti kebaikan. Dengan demikian, ketika seseorang mengatakan “Jazakallāhu khayran,” ia tidak hanya menyampaikan rasa syukur, tetapi juga mendoakan agar si penerima memperoleh balasan dari Allah berupa kebaikan yang luas. Laman tersebut juga menegaskan bahwa ini adalah cara yang diajarkan Rasulullah SAW dalam menyampaikan apresiasi kepada sesama.

Lebih lanjut, menurut penjelasan dari situs resmi Hafizon Academy, terdapat beberapa bentuk variasi dari ungkapan ini, tergantung pada kepada siapa doa itu ditujukan. Jika ditujukan kepada laki-laki tunggal, maka yang diucapkan adalah “Jazākallāhu khayran.” Jika kepada perempuan, maka digunakan “Jazākillāhu khayran.” Sedangkan bentuk jamaknya adalah “Jazakumullāhu khayran,” yang biasa dipakai untuk kelompok orang atau sebagai bentuk sopan formal terhadap seseorang. Pemilihan bentuk ini mengikuti kaidah tata bahasa Arab dalam penggunaan kata ganti.

Menariknya, sebagian orang hanya mengucapkan “Jazakallāh” saja, tanpa menyertakan kata “khayran.” Namun menurut penjelasan dari laman IslamQA dan MyIslam.org, meskipun maksudnya tetap baik, penggunaan kata “khayran” sangat dianjurkan karena memperjelas bahwa balasan yang dimaksud adalah balasan kebaikan. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kebaikan dari orang lain lalu mengucapkan ‘Jazākallāhu khayran,’ maka dia sungguh telah memuji orang tersebut dengan sempurna.” Hadits ini menunjukkan bahwa ucapan tersebut memiliki kedudukan yang tinggi dalam adab Islam.

Jawaban Ungkapan Jazakumullah

Bagaimana dengan cara merespon ucapan ini? Situs IslamWeb.net dan berbagai forum diskusi keislaman menjelaskan bahwa jawaban yang paling umum untuk “Jazākallāhu khayran” adalah “Wa iyyāka” atau “Wa iyyākum” untuk bentuk jamak. Kalimat ini berarti “Dan semoga Allah juga membalasmu/kalian dengan kebaikan.” Ada pula yang menambahkan doa balasan yang lebih panjang seperti “Wa antum fa jazākumullāhu khayran,” yang berarti “Dan semoga kalian juga mendapat balasan kebaikan dari Allah.”

Secara keseluruhan, “Jazakumullāhu khayran” bukan hanya bentuk sopan santun, tetapi juga mencerminkan nilai luhur Islam dalam menjaga hubungan baik sesama manusia dengan cara yang spiritual dan penuh makna. Penggunaan ungkapan ini dalam kehidupan sehari-hari menjadi bentuk ibadah sekaligus penyebaran energi positif melalui doa.

Ungkapan Terima Kasih Lainnya

Selain jazakumullah khairan, ada sejumlah ungkapan dalam bahasa Arab yang sering digunakan. Berikut ungkapan dan artinya:

- Barakallah

Barakallah berasal dari Bahasa Arab yakni “ Baaraka" dan “ Allah" . Kata “ Baaraka” memiliki arti berkah, sehingga ucapan Barakallah memiliki makna sebagai ucapan atau doa yang berarti Semoga Allah memberkahi. Ucapan Barakallah biasanya diiringi dengan tambahan “ fiika" (untuk laki-laki), “ fiiki" (untuk perempuan) “ fiikum" (untuk kalian, atau bermakna banyak orang laki-laki dan perempuan) dan " lakum" (untuk orang yang berkomunikasi langsung kepada kita).

Keutamaan mengucapkan kalimat Barakallah untuk mendoakan keberkahan kepada orang yang kita temui atas segala nikmat yang diterima atau dimiliki.

- Tabarakallah

Secara harafiah arti tabarakallah adalah "semoga Allah memberkahimu". Arti Tabarakallah juga merujuk pada kekaguman yang ditujukan untuk segala makhluk ciptaan Allah SWT. Mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya. Di dalam Al-Qur’an, arti Tabarakallah berarti Maha Berkah, Maha Suci, dan Maha Tinggi. Ibnu Katsier menafsirkannya sesuai arti sebenarnya. Sementara Kementerian Agama Arab Saudi menafsirkan sebagai berkah yang banyak dan luas.

- Masyaallah

Secara harafiah, arti masyaAllah adalah ‘apa yang dikehendaki oleh Allah, maka hal itulah yang terjadi’. Istilah ini biasanya diucapkan ketika seorang muslim mengetahui sesuatu hal yang menakjubkan. Hal ini dapat berarti pula bahwa arti Masyaallah adalah bentuk pujian dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Rasa ketertarikan tersebut kemudian dapat memunculkan rasa kekaguman berlebih terhadap segala ciptaan Allah.

FAQ Seputar Ungkapan Jazakumullāhu Khayra

1. Apa arti dari “Jazakumullāhu Khayran”?

“Jazakumullāhu Khayran” (جَزَاكُمُ ٱللّٰهُ خَيْرًا) adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang berarti “Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.” Ungkapan ini digunakan untuk menyampaikan rasa terima kasih yang sekaligus berupa doa agar orang yang diberi ucapan tersebut mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah.

2. Apa perbedaan antara “Jazakumullāhu Khayran”, “Jazākallāhu Khayran”, dan “Jazākillāhu Khayran”?

Ketiganya memiliki arti yang sama, yaitu “Semoga Allah membalas dengan kebaikan,” tetapi berbeda dalam penggunaan kata ganti:

“Jazākallāhu Khayran” untuk laki-laki tunggal

“Jazākillāhu Khayran” untuk perempuan tunggal

“Jazakumullāhu Khayran” untuk jamak atau bentuk sopan secara umum

3. Apakah boleh mengucapkan hanya “Jazakallāh” tanpa “Khayran”?

Secara teknis boleh, namun kurang dianjurkan. Menurut penjelasan di laman MyIslam.org dan IslamQA, mengucapkan “Jazakallāh” saja membuat makna kalimat menjadi tidak lengkap, karena “jazā” berarti balasan, tanpa menjelaskan balasan seperti apa. Bisa saja artinya balasan buruk. Karena itu, Rasulullah ﷺ menganjurkan menambahkan “khayran” untuk memperjelas maksudnya sebagai balasan kebaikan.

4. Bagaimana cara membalas ucapan “Jazakumullāhu Khayran”?

Balasan yang dianjurkan adalah “Wa iyyākum” (untuk jamak) atau “Wa iyyāka” (untuk laki-laki tunggal), yang berarti “Dan semoga Allah juga membalas kalian/anda dengan kebaikan.” Bisa juga ditambahkan dengan doa seperti “Wa antum fa jazākumullāhu khayran.”

5. Apakah ungkapan ini hanya digunakan dalam konteks keagamaan?

Tidak. Meskipun merupakan ungkapan Islami, “Jazakumullāhu Khayran” bisa digunakan dalam situasi sehari-hari sebagai bentuk terima kasih kepada siapa saja yang telah berbuat baik, membantu, atau memberi hadiah. Ungkapan ini mencerminkan adab Islam yang menekankan balasan yang lebih dari sekadar ucapan, yakni melalui doa kepada Allah.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6