Liputan6.com, Jakarta Arti Lahaula Walakuata Illabillah adalah tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Lahaula walakuata illabillah diucapkan ketika seorang muslim dihadapkan pada suatu musibah dan memohon pertolongan dari Allah. Jadi lahaula walakuata illabillah artinya adalah pengakuan bahwa hanya Allah yang dapat mendukung dan menolong kita.
Ungkapan lahaula walakuata illabillah ini dapat ditemukan di lebih dari 10 riwayat di berbagai kitab hadits, dimana Nabi Muhammad SAW menyuruh para pengikutnya untuk membaca dzikir lahaula walakuata illabillah ini setiap harinya. Sehingga mengamalkan lahaula walakuata illabillah artinya mengamalkan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Advertisement
Membaca dan melafalkan dzikir lahaula walakuata illabillah tidak hanya memberikan Anda manfaat berupa pahala, namun juga dapat memberikan banyak manfaat bagi mereka yang melafalkannya. Lantas kapan waktu terbaik untuk melafalkan kalimat lahaula walakuata illabillah?
Untuk menjawabnya, berikut ini telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (13/6/2025). Arti dan makna kalimat lahaula walakuata illabillah, beserta dengan manfaat, tujuan, dan waktu terbaik melafalkan lahaula walakuata illabillah.
Arti Lahaula Walakuata Illabillah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261734/original/073526700_1671074132-young-man-holding-cupped-hands-praying-gesture-white-shirt-looking-hopeful.jpg)
Arti Lahaula Walakuata Illabillah
Sebagai seorang Muslim, kita semua setuju bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat terjadi tanpa kehendak Allah. Ini adalah prinsip dasar Islam dan dipahami oleh semua orang yang mengucapkan zikir “Lahaula Walakuata Illabillah”. Jika anda mengetahui makna di balik doa singkat ini, anda secara lisan setuju bahwa ‘Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah’.
Berdasarkan Buku Al Hawqala’ karya Sheikh Abdulrazaq Al Bader, La hawla wala quwwata illabillah (tidak ada perubahan atau kekuatan kecuali dengan Allah) mirip dengan istilah ‘tasbih’ (pemuliaan Allah) mengacu pada ‘SubhanAllah’ (Maha Suci Allah).
Kata-kata dzikir (perkataan mengingat) ini memiliki negasi, ‘Lahawla wala quwwata’ (tidak ada perubahan atau kekuatan) danafirmasi, ‘illa billah’ (kecuali dengan Allah).
Hawla: berarti gerakan. Misalnya, ketika kita bergerak dariposisi duduk ke posisi berdiri, bergerak dari satu keadaan kekeadaan lain. Itu juga berarti, seseorang yang menunggang kuda.
Quwwata: berarti kekuatan yang merupakan lawan dari kelemahan.
Seseorang yang memiliki kekuatan disebut Qawi. Tanpa hawla (gerakan) kita tidak akan memiliki quwwata (kekuatan)dan tanpa quwwata (kekuatan) kita tidak akan memiliki hawla(gerakan).Oleh karena itu, makna dari, la hawla wala quwwata illa billah(tidak ada perubahan dan kekuatan kecuali dengan Allah) adalah bahwatidak akan ada gerakan dan tidak ada transisi dari satu kondisi ke kondisiyang lain. Ini berarti tidak akan ada kekuatan untuk melakukan apa pun dalam hidupkecuali dengan bantuan, dukungan, dan tawfeeq (bimbingan dankesuksesan) dari Allah. Kita tidak akan bisa mengangkat tangan atau mengedipkan matakecuali Allah membantu kita dan memberi petunjuk kepada kita.
Advertisement
Waktu Untuk Mengucapkan Lahaula Walakuata Illabillah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4316162/original/072425600_1675753930-man-2612549_1920.jpg)
Waktu Untuk Mengucapkan Lahaula Walakuata Illabillah
Setelah mengetahui arti Lahaula Walakuata Illabillah, kalimat Lahaula Walakuata Illabillah biasanya diucapkan ketika suatu hal serius menimpa seseorang yang tidak dapat dia atasi, atau ada sesuatu yang sangat sulit untuk diatasi. (Syekh Sa'd al-Humayd). Selain itu, dalam laman Al Salam Islamic Center, dianjurkan pula diucapkan saat hendak tidur, bangun, keluar rumah, maupun ketika menghadapi kesulitan semua itu untuk menyadari ketergantungan total kepada Allah.
Waktu dan kesempatan yang pas di mana Lahaula Walakuata Illabillah ini diucapkan adalah ketika :
1. Saat Kembali di Malam Hari
Ubadah ibn al-Samit berkata: “Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan: 'Siapa pun yang berbalik di malam hari dan mengatakan La ilaha ill-Allah wahdahu la shareeka lah, lahul-mulku wa lahu 'l-hamd wa huwa' ala kulli shay'in qadeer. Al-hamdu-lillah wa subhaan-Allah wa la ilaha ill-Allah wa Allahu akbar, wa La hawla wa la quwwata illa Billah kedaulatan, dan Dia mampu melakukan segala sesuatu.
Segala puji bagi Allah, kemuliaan bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Tidak ada kekuatan dan tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah), lalu dia berkata, Allahumma ighfir li (Ya Allah, ampuni aku), atau dia berdoa, doanya akan dikabulkan. Jika dia berwudhu dan shalat, maka shalatnya diterima.” (HR. al-Bukhari, 1086)
2. Ketika Muadzin Mengatakan "Hayya 'ala's-salaah (marilah sholat)" atau "Hayya 'ala'l-falah (datanglah untuk sukses)"
Hafs bin 'Asim ibn 'Umar ibn al-Khattab meriwayatkan dari ayahnya bahwa kakeknya 'Umar ibn al-Khattab berkata: “Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan: 'Ketika muadhdhinin mengatakan “Allahu akbar, Allahu akbar (Allah Maha Besar),” dan salah satu dari kalian berkata, “Allahu akbar, Allahu akbar”; lalu dia berkata, “Ashhadu an la ilaha illa Allah (aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah” dan kamu mengatakan “Ashhadu an la ilaha illa Allah”
Lalu dia berkata, “Ashhadu anna Muhammadan Rasool Allah (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah” dan Anda berkata, “Ashhadu anna Muhammadan Rasool Allah”; lalu dia berkata, “Hayya 'ala's-salah (marilah sholat)” dan Anda berkata, “La hawla wa la quwwata illa Billah”; lalu dia berkata, “Hayya 'ala'l-falah (sukses)” dan kamu berkata, “La hawla wa la quwwata illa Billah”; lalu dia berkata “Allahu akbar, Allahu akbar,” dan kamu berkata, “Allahu akbar, Allahu akbar”; lalu dia mengucapkan “La ilaha illa Allah” dan kamu berkata, “La ilaha illa Allah” – jika dia mengatakan itu dari hati, dia akan masuk surga.'” (HR. Muslim dalam Shahihnya, 578, dan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, 443)
3. Ketika Meninggalkan Rumah Seseorang
Anas ibn Malik berkata: “Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan: 'Barangsiapa mengatakan yaitu, ketika dia meninggalkan rumahnya “Bismillah, tawwakaltu 'ala Allah, La hawla wa la quwwata illa Billah (Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, dan tidak ada kekuatan dan tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah)," itu akan dikatakan kepadanya, "Kamu dijaga dan dilindungi," dan Setan akan pergi dia sendiri.'” (HR. al-Tirmidzi dalam Sunan-nya, 3348)
4. Setelah Berdoa
Abu'l-Zubayr berkata: “Ibn al-Zubayr biasa mengatakan segera setelah setiap shalat, ketika dia mengucapkan salam, 'La ilaha ill-Allah wahdahu laa shareeka lah, lahu'l-mulk wa lahu'l-hamd wa huwa 'ala kulli shay'in qadeer. La hawla wa la quwwata illa Billah wa la na’budu illa iyyah. Lahu’l-ni’mah wa lahu’l-fadl wa lahu’l-thana’ al-hasan. La ilaha ill-Allah mukhliseena lahu'l-deena wa hukum kariha'l-kaafiroon
Yang artinya Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan segala puji bagi-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah, dan kami tidak menyembah selain Dia. Dari Dia (sendiri) datang semua berkat dan nikmat, dan semua pujian yang baik karena Dia. Tidak ada tuhan selain Allah dan kami menyembah kami murni untuk-Nya (saja) betapapun orang-orang kafir membencinya).' Dia berkata: 'Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) biasa mengucapkan kata-kata ini segera setelah setiap shalat.'” (HR Muslim). dalam Shahih-nya, 935)
Manfaat Lahaula Walakuata Illabillah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275101/original/053459500_1672216526-islamic_prayer.jpg)
Manfaat Lahaula Walakuata Illabillah
Biasanya orang melafalkan Lahaula Walakuata Illabillah hanya dibaca untuk perlindungan dari setan (syaitan) dan mendapat pahala, tetapi memiliki manfaat yang jauh lebih besar.
1. Pengampunan Dosa
Pembacaan Doa yang kuat ini adalah salah satu cara Allah akan mengampuni dan mengampuni dosa-dosa anda. Dikutip dari yaqeeninstitute.org, manfaat zikir ini membantu menghapus dosa: hadits menyebutkan bahwa mengucapkan lafaz ini bersama zikir lain seperti "subḥānallāh, al-ḥamdu lillāh." dapat menghapus dosa sebanyak buih di laut,
Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada seorang pun di bumi yang mengatakan, 'Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, dan tidak ada kekuatan atau kekuatan kecuali dengan Allah,' kecuali dosa-dosanya dimaafkan, meski sebesar buih laut.” [Ṣaḥīḥ al-Bukhārī]
2. Harta Karun Surga
Rasulullah SAW berkata: Maukah aku memberitahumu tentang sebuah kata yang merupakan salah satu harta surga?' Aku berkata: 'Ya, wahai Rasulullah.' Dia berkata: 'Katakanlah: La hawla wa la quwwata illa billah (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah). [Sunan Ibnu Majah]
3. Perlindungan dari Setan
Orang yang membaca ini sebelum meninggalkan rumahnya akan tetap terlindungi dari bahaya dan setan pergi jauh.
Nabi Muhammad SAW bersabda: Ketika seorang pria keluar dari rumahnya dan berkata: “Dengan nama Allah, aku percaya kepada Allah; tidak ada daya dan kekuatan kecuali di dalam Allah,” berikut ini akan dikatakan kepadanya pada saat itu: “Kamu dibimbing, dibela dan dilindungi.” Setan akan pergi jauh darinya dan setan lain akan berkata: Bagaimana Anda bisa berurusan dengan orang yang telah dibimbing, dibela, dan dilindungi? [ Sahih Al-Albani]
Advertisement
Tujuan Mebaca Lahaula Walakuata Illabillah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3448149/original/014754400_1620170420-AP21124444657697.jpg)
Membaca Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh memiliki tujuan spiritual yang sangat dalam. Kalimat ini menjadi pengingat bahwa manusia tak memiliki daya atau kekuatan sedikit pun tanpa izin dan kehendak Allah. Dengan mengucapkannya, seorang hamba sedang menegaskan tawakkul, yakni berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
Dalam Islam, tawakkul bukan bentuk pasrah tanpa usaha, melainkan keyakinan kuat bahwa segala hasil akhir adalah milik Allah. Ungkapan ini juga menjadi pengakuan eksplisit bahwa hanya Allah yang Maha Menggerakkan dan Maha Menentukan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini.
Imam Abdullah al‑Haddad menegaskan bahwa lafaz ini adalah “penyangkalan atas kepemilikan kekuatan mandiri dan pengakuan bahwa segala pilihan dan kemampuan berasal dari Allah
Selain itu, membaca kalimat ini membantu manusia menyadari keterbatasan dirinya. Dalam hidup, banyak perubahan yang di luar kendali individu, dan kesadaran bahwa semuanya terjadi atas kehendak Allah mendorong munculnya sikap rendah hati. Lafaz ini mengikis kesombongan dan membawa seseorang pada introspeksi, mengingatkan bahwa prestasi, kekuatan, atau kemampuan yang dimiliki tidak sepenuhnya hasil jerih payah pribadi, melainkan anugerah yang dititipkan oleh Tuhan. Dalam konteks ini, zikir tersebut berperan sebagai pembentuk karakter spiritual yang kuat namun tetap bersahaja.
Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh menjadi media doa dan permohonan langsung kepada Allah, terutama dalam menghadapi kesulitan, cobaan, dan keputusan besar dalam hidup.
Perintah Berzikir kepada Allah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430878/original/058976400_1618561327-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-4.jpg)
Allah secara langsung memerintahkan manusia untuk berdzikir dalam Al-Qur’an. Dalam QS Al-Baqarah ayat 152, disebutkan,
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu.” QS Al-Baqarah ayat 152.
Ayat ini menjadi dasar bahwa dzikir bukan sekadar anjuran, tetapi perintah yang mengikat setiap Muslim. Dzikir menjadi sarana untuk menjaga hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta.
Jurnal Strategi Islam UIN Ar-Raniry (2022) menegaskan bahwa dzikir memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Perintah dzikir diberikan kepada Nabi, para sahabat, hingga umat Islam secara umum agar senantiasa menjaga kesadaran akan Allah dalam segala kondisi. Ini menunjukkan bahwa dzikir bersifat universal dan menjadi bagian dari rutinitas spiritual yang penting.
Rasulullah sendiri mengajarkan berbagai bentuk dzikir harian seperti pagi dan petang, yang tujuannya adalah menjaga keimanan dan perlindungan diri. Dzikir juga menjadi alat pembentuk keteguhan jiwa saat menghadapi cobaan. Maka dari itu, perintah berzikir tidak hanya untuk mendapat pahala, tetapi juga membentuk kekuatan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Advertisement
FAQ - Pertanyaan Umum Seputar Zikir Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141428/original/095424300_1591070604-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667.jpg)
1. Apa arti dari Lahaula Walakuata Illabillah?
Artinya: "Tidak ada daya (untuk menjauhi maksiat) dan kekuatan (untuk melakukan ketaatan) kecuali dengan pertolongan Allah."
2. Kapan waktu terbaik membaca zikir ini?
Saat mendengar adzan (pada lafaz hayya ‘alaṣ-ṣalāh), ketika menghadapi kesulitan, keluar rumah, atau ketika merasa tidak berdaya.
3. Apa keutamaan membaca zikir ini?
Disebut sebagai “harta dari surga”, dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan, dan perlindungan dari kesusahan serta gangguan setan.
4. Apakah zikir ini bisa dibaca setiap hari?
Ya. Tidak ada batasan khusus. Zikir ini dianjurkan dibaca sebanyak-banyaknya sebagai bentuk tawakkul kepada Allah.
5. Apa tujuan spiritual dari zikir ini?
Untuk menegaskan bahwa semua kekuatan dan hasil hanya datang dari Allah, serta mengajarkan kerendahan hati dan ketergantungan penuh pada-Nya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977833/original/029349200_1648524463-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)