Sukses

Beri Pesan Dakwah, Tempat Salat Transparan di Qatar Ini Curi Perhatian Fans Bola

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia Qatar 2022 kali ini memberikan berbagai kejutan bagi pencinta sepak bola. Selain menjadi negara muslim pertama yang diberi hak menjadi tuan rumah, aturan beberapa pertandingan yang dianggap melanggar tradisi juga mencuri perhatian dunia.

Dilansir dari Siakap Keli, Jumat (2/12/2022), sebagai negara Islam, Qatar mengambil kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan dakwah dan keindahan Islam kepada para penggemar sepak bola, baik yang menghadiri acara tersebut secara langsung maupun melalui dunia maya.

Hal itu dibuktikan dari sejumlah momen yang telah terjadi. Di antaranya, saat upacara pembukaan Piala Dunia Qatar 2022, dimana salah satu segmen paling ikonik melibatkan aktor kawakan Amerika Serikat, Morgan Freeman yang juga tampil bersama Ghanim Al-Muftah yang merupakan duta Piala Dunia 2022.

Dalam segmen tersebut, keduanya mengobrol sambil membawa pesan perdamaian dan juga menekankan masalah kemanusiaan dan kehormatan berdasarkan surat Al-Hujurat ayat 13.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Menyelenggarakan Piala Dunia sambil berdakwah

Momen lain bahwa Qatar menyelenggarakan Piala Dunia sambil berdakwah yakni saat Jumat lalu. Sejarah kembali tercipta ketika untuk pertama kalinya Salat Jumat diselenggarakan secara terbuka di area terbuka dekat stadion yang menjadi tempat berlangsungnya pertandingan Piala Dunia.

Tidak hanya itu, unsur dakwah ini tidak hanya bersifat verbal. Juga melalui perbuatan yang dilakukan oleh pemeluk Islam di Qatar. Hal ini terekam melalui postingan Facebook oleh seorang mubaligh, Dr Muhammad Salah. Dalam postingannya, dia mengatakan seorang penggemar Piala Dunia dibuat takjub saat berada di sana.

"Salah satu keindahan selama Piala Dunia di Qatar adalah pembangunan ruang salat 'transparan', di mana semua dinding ruang salat terbuat dari kaca. Jadi, orang yang tidak beragama Islam tetap bisa melihat bagaimana kita shalat," tulis Dr Muhammad Salah di postingan Facebook, dilansir Liputan6.com dari Siakap Keli.

Kala itu, ketika dia berada di Stadion Al-Bayt, dia pergi ke tempat salat transparan untuk menunaikan Salat Isya. Setelah selesai salat, Salah bersiap-siap meninggalkan tempat itu. Ketika keluar, dia melihat seorang asing berdiri dan memperhatikannya.

 

3 dari 3 halaman

Curi perhatian fans sepak bola

Seorang asing yang memperhatikan Dr Muhammad Salah tadi kemudian bertanya berapa kali dia melakukan salat dalam sehari. Kemudian, dia menjawab bahwa dirinya melakukannya lima kali sehari dan itu wajib, sisanya untuk menambah jumlah pahala.

Lalu, seorang fans sepak bola itu bertanya lagi, kapan sebaiknya amalan salat dilakukan. Salah menjawab, bukan karena waktu salat tidak tetap, tetapi diukur berdasarkan pergerakan matahari.

Kemudian, dia membuka aplikasi untuk menunjukkan kepada para fans bola tersebut bahwa waktu salat berubah selama beberapa hari. Salah juga menjelaskan tentang setiap waktu salat dan kapan dilakukan. Reaksi turis itu pun sangat terkejut dan takjub.

"Permisi, bisakah saya membuka kamera dan meminta Anda mengulangi apa yang baru saja Anda jelaskan?" tanya turis yang seorang fans sepak bola.

Terenyuh dengan permintaan turis tersebut, Dr Muhammad Salah mengakhiri penjelasannya dengan mengatakan: "Ya Allah! Muliakan Islam dan umat Muslim di mana pun."

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS