Secara Bahasa Muallaq Artinya Sesuatu yang Digantungkan, Kenali Jenis-Jenis Takdir

Secara bahasa muallaq artinya sangat penting dipahami seorang muslim.

Diperbarui 12 Juni 2025, 13:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam Islam, istilah muallaq sering muncul dalam pembahasan mengenai takdir. Secara bahasa Muallaq artinya sesuatu yang digantungkan, belum ditetapkan secara mutlak, dan masih bergantung pada kondisi atau usaha manusia. Pemahaman ini memberikan ruang bagi manusia untuk berperan aktif dalam menentukan arah kehidupannya melalui ikhtiar, doa, dan amal saleh yang dilakukannya sehari-hari.

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari (2016) karya DR. KH. M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha dijelaskan bahwa takdir muallaq adalah bentuk ketentuan Allah SWT yang masih dapat berubah tergantung pada usaha dan doa seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Allah SWT telah menuliskan segala sesuatu, ada bagian dari takdir yang memungkinkan manusia ikut menentukan hasilnya.

Hal ini juga dipertegas dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2021) oleh Yoga Nofan Aditiya dan Siti Sulaikho, S.Pd.I., M.Pd., yang menyebut bahwa takdir muallaq menunjukkan betapa luasnya kasih sayang Allah kepada manusia. Ia diberi pilihan dan tanggung jawab, sehingga kehidupannya tidak semata-mata ditentukan oleh nasib, melainkan juga oleh tindakan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami bahwa secara bahasa Muallaq artinya tidak hanya sekadar digantungkan, tetapi juga memberi peluang untuk mengubah keadaan melalui usaha dan doa yang sungguh-sungguh.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (12/6/2025).

Secara Bahasa Muallaq Artinya

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari (2016) karya DR. KH. M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha dijelaskan bahwa takdir muallaq artinya bentuk ketentuan Allah SWT yang masih dapat berubah tergantung pada usaha dan doa seseorang. Konsep ini menunjukkan bahwa dalam Islam, sebagian takdir bersifat dinamis, memberikan ruang bagi manusia untuk mengubah keadaan melalui ikhtiar dan permohonan kepada Allah.

Secara bahasa, Muallaq artinya sesuatu yang digantungkan atau belum ditetapkan secara mutlak. Kata ini berasal dari bahasa Arab “علق” (ʿallaqa) yang berarti “menggantungkan.” Dalam konteks takdir, istilah ini digunakan untuk menggambarkan ketetapan ilahi yang hasil akhirnya masih bergantung pada tindakan atau pilihan manusia. Artinya, meskipun Allah mengetahui segala sesuatu, Dia tetap memberi peluang bagi hamba-Nya untuk berusaha dan memperbaiki hidupnya.

Hal ini juga dipertegas dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2021) oleh Yoga Nofan Aditiya dan Siti Sulaikho, S.Pd.I., M.Pd., yang menyebut bahwa takdir muallaq menunjukkan betapa luasnya kasih sayang Allah kepada manusia. Dengan takdir ini, manusia tidak hanya menjadi objek ketentuan, tetapi juga subjek aktif yang memiliki pilihan dan tanggung jawab. Kehidupan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nasib, tetapi sangat dipengaruhi oleh upaya dan sikap yang diambilnya dalam menjalani kehidupan.

Jenis-Jenis Takdir

Sebelum memahami secara bahasa muallaq artinya apa, kamu perlu mengenali jenis takdir terlebih dahulu. Jenis-jenis takdir Allah dibagi menjadi dua, yaitu Takdir Mubram dan Takdir Muallaq itu sendiri. Berikut penjelasan jenis takdir Allah SWT:

1. Takdir Mubram

Jenis takdir Allah yang pertama adalah takdir Mubram. Secara bahasa muallaq artinya berbeda dengan takdir mubram ini. Takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya. Jenis takdir Allah ini contohnya antara lain adalah tentang kelahiran dan kematian manusia. Tentunya tidak ada yang tahu kapan kamu akan dilahirkan dan kapan akan mati. Semua menjadi rahasia Allah SWT dan terjadi sesuai dengan ketetapan-Nya.

2. Takdir Muallaq

Jenis takdir selanjutnya adalah takdir Muallaq. Secara bahasa muallaq artinya sesuatu yang digantungkan. Takdir muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Secara bahasa muallaq artinya takdir Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya.

Jenis takdir Allah ini contohnya antara lain keberhasilan murid di sekolah dalam meraih prestasi. Murid yang berprestasi itu bukanlah murid yang diam saja tidak belajar, dan hanya menunggu takdir. Tetapi, ia yang selalu berusaha dan belajar setiap hari untuk meraih cita-cita yang diharapkannya.

Dengan begitu, apa yang diraihnya selain ditentukan oleh takdir Allah SWT, juga ditopang oleh usaha dan doa yang dia lakukan. Jadi, secara bahasa muallaq artinya bisa dijelaskan dari kesimpulan contoh ini, yaitu berusaha itu harus, tetapi kamu juga harus berdoa dan rela menerima segala takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Secara bahasa muallaq artinya takdir yang digantungkan, dalam hal ini tergantung pada usaha atau kerja keras manusia. Orang yang rajin bekerja akan kaya, dan yang malas berusaha akan miskin, sebagaimana firman-Nya: 

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". (Ar-Rad:11). 

Memahami Takdir

Secara bahasa muallaq artinya sesuatu yang digantungkan, hal ini berkaitan dengan takdir seseorang. Kamu juga harus memahami bagaimana maksud dari takdir Allah SWT ini. Menurut Quraish Shihab, sebagian umat muslim belum memahami benar, apa tujuan dan maksud dari qada dan qadar.

Qada bermakna kehendak Allah SWT yang wujudnya sejak awal berkaitan dengan segala hal yang akan terjadi dari yang terkecil hingga terbesar. Sedangkan qadar adalah perwujudan dari Allah yang mencakup hal-hal oleh qada.

"Secara faktual, dalam kadar dan urutan tertentu, itulah yang dinamai takdir," kata Quraish Shihab.

Arti beriman kepada takdir adalah percaya bahwa Allah maha mengetahui sejak azal dan mencatat semua hal. Percaya bahwa kehendak-Nya pasti berlaku dan terjadi atas semua makhluk.

Quraish Shihab menjelaskan, ada pula takdir di mana manusia diberi kebebasan untuk memilih takdirnya, yaitu kemampuannya untuk mengelak dari satu takdir menuju ke takdir yang lain. Hal ini pernah dilakukan pada masa Syaidina Umar. Ketika sedang terjadi wabah dalam suatu kota, dia membatalkan kunjungannya.

"Selama masih diupayakan untuk menghindari dari sesuatu yang buruk, maka upayakanlah itu. Karena Allah memberi manusia kasap, yaitu kemampuan untuk berusaha menghindar dari sesuatu yang buruk."

Menerima Takdir dan Berusaha Sebaik Mungkin

Mengutip dari Jurnal Mudarissuna Intitut Agama Islam Negeri Metro, dengan beriman kepada takdir dengan benar, seseorang akan giat berusaha dan berjuang dalam menjalani kehidupannya. Apalagi, pada takdir muallaq, kamu diharuskan untuk selalu berusaha atau ikhtiar.

Apa yang kamu raih selain ditentukan oleh takdir Allah SWT, juga ditopang oleh usaha dan doa yang kamu lakukan. Jadi, berusaha itu harus, tetapi kamu juga harus berdoa dan rela menerima segala takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Sebab tanpa adanya usaha dan perjuangan sesuai tujuan, apapun hal yang diinginkan tidak akan tercapai.

Tidak hanya itu, manusia juga harus berpijak pada Sunnatullah. Dengan memahami takdir dalam bentuk yang tepat, manusia akan terhindar dari bencana ataupun kesengsaraan. Maka dari itu, seseorang harus beribadah, berusaha, serta berjuang dengan bertumpu pada Sunnah yang telah ditetapkan oleh Allah. Upaya tersebut agar cita-cita yang sedang diperjuangkannya dapat tercapai sesuai dengan rencana tanpa keluar dari ajaran agama Islam.

QnA tentang Takdir Muallaq

Q: Apa itu takdir muallaq?

A: Takdir muallaq adalah jenis ketetapan Allah SWT yang masih dapat berubah tergantung pada usaha, ikhtiar, dan doa manusia. Istilah muallaq secara bahasa artinya “digantungkan” atau belum bersifat mutlak, sehingga memungkinkan perubahan apabila seseorang berupaya secara sungguh-sungguh.

Q: Apa perbedaan antara takdir muallaq dan takdir mubram?

A: Takdir muallaq bisa berubah sesuai dengan usaha dan doa manusia, sedangkan takdir mubram adalah ketetapan Allah yang bersifat mutlak dan tidak bisa diubah, seperti kematian atau kelahiran. Takdir muallaq menunjukkan ruang partisipasi manusia dalam menentukan jalan hidupnya.

Q: Contoh takdir muallaq itu seperti apa?

A: Salah satu contoh takdir muallaq adalah rezeki dan kesuksesan. Jika seseorang berusaha keras, bekerja dengan jujur, dan terus berdoa, maka Allah bisa mengubah keadaannya menjadi lebih baik. Tapi jika malas dan tidak berusaha, maka rezekinya bisa terhambat.

Q: Apakah semua takdir bisa berubah?

A: Tidak. Hanya takdir jenis muallaq yang bisa berubah. Sementara itu, takdir mubram tidak dapat diubah. Contoh takdir mubram adalah kapan dan di mana seseorang lahir atau wafat.

Q: Bagaimana cara kita menghadapi takdir muallaq?

A: Dengan ikhtiar (usaha), doa, dan tawakal. Islam mengajarkan bahwa manusia tidak boleh hanya pasrah, tapi juga wajib berusaha dan memohon kepada Allah. Jika takdir masih tergantung (muallaq), maka perubahan masih mungkin terjadi melalui upaya kita.

Q: Apakah takdir muallaq menunjukkan Allah tidak Maha Mengetahui?

A: Tidak. Allah tetap Maha Mengetahui segalanya, termasuk bagaimana pilihan manusia akan berjalan. Allah menetapkan takdir muallaq sebagai bentuk kasih sayang-Nya, agar manusia tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku dalam menentukan nasibnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6