Contoh Kata Depan, Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Aturan Penulisannya yang Tepat

Kumpulan contoh kata depan, lengkap penjelasannya.

Diperbarui 18 Juni 2025, 07:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menyimak contoh kata depan, akan membuat pemahaman penggunaan kata depan lebih jelas. Kata depan adalah preposisi yang umumnya terletak di depan tepat sebelum kata yang lain.

Kata lain yang dimaksud adalah kata benda, kerja, dan keterangan lain. Kata depan ini akan berfungsi memperkuat makna kata di belakangnya. Dari contoh kata depan, maka fungsi dan aturan penulisannya akan terlihat.

Jenis kata depan ada banyak sekali. Kata depan yang paling umum digunakan adalah “di, ke, dan dari.” Untuk contoh kata depan ini, jika kata belakangnya menuturkan arah, tempat, tujuan, dan waktu maka penulisannya dipisah.

Sementara contoh kata depan yang sudah lazim dan berimbuhan. Penulisan kata depan ini tetap harus digabung. Misalnya seperti “daripada, kepada, dibawa, dan lain-lain.”

Berikut Liputan6.com ulas contoh kata depan, pengertian, jenis, fungsi, dan aturan penulisannya dari berbagai sumber, Rabu (18/6/2025).

Pengertian Kata Depan

Kata depan, yang juga dikenal dengan istilah preposisi, merupakan salah satu jenis kelas kata tugas dalam tata bahasa Indonesia. Istilah "preposisi" sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu pre yang berarti "sebelum" dan positio yang berarti "posisi" atau "tempat", sehingga secara harfiah kata depan berarti kata yang ditempatkan sebelum kata lainnya dalam sebuah konstruksi kalimat.

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi karya Suryani Kurniawi K. L. Kapoe, dkk. (2022:52), kata depan merupakan salah satu jenis kelas kata yang jika berada di dalam kalimat, akan selalu berada di depan kata lain, khususnya kata benda (nomina) atau kata ganti benda (pronomina). Fungsi utama kata depan adalah untuk menghubungkan kata benda atau pronomina tersebut dengan kata lain dalam kalimat, misalnya kata kerja, kata sifat, atau keterangan.

Kata depan memiliki peran penting dalam menyatakan berbagai hubungan makna, seperti:

  • Tempat: di, ke, dari
  • Arah: menuju, ke arah
  • Asal: dari
  • Tujuan: untuk, demi
  • Perbandingan: daripada
  • Sebab-akibat: karena, akibat
  • Pelaku tindakan pasif: oleh

Dengan demikian, kata depan menandai hubungan makna antara unsur-unsur dalam kalimat, yang membantu kalimat menjadi lebih jelas dan terstruktur. Contohnya dalam kalimat “Dia pergi ke pasar,” kata depan ke menunjukkan arah atau tujuan dari tindakan pergi.

Menurut Ramlan (1987) dalam buku Tata Bahasa Indonesia, kata depan tidak dapat berdiri sendiri dan selalu melekat pada kata yang mengikutinya. Hal ini membedakan kata depan dari jenis kata lain seperti verba atau nomina yang dapat berdiri sendiri sebagai unsur inti kalimat.

Secara umum, aturan penggunaan kata depan bisa berbeda-beda tergantung pada struktur dan konteks kalimat. Namun, satu hal yang pasti adalah kata depan tidak pernah berada di akhir kalimat dan selalu diikuti oleh kata lain sebagai pelengkap maknanya.

Jenis-jenis Kata Depan

  • Kata Dasar: Terdiri dari: dari, di, dengan, ke, oleh, pada, sejak, sampai, seperti, untuk, buat, bagi, akan, antara, demi, hingga, kecuali, tentang, seperti, serta, dan tanpa.
  • Preposisi Gabungan: Terdiri dari: kepada, daripada, oleh karena itu, antara… dengan, sejak… sampai
  • Kata Berafiks: Terdiri dari: bersama, beserta, menuju, menurut, sekitar, selama, seluruh, bagaikan, terhadap, melalui, dan mengenai.

Aturan Penulisan Kata Depan

Fungsinya kata depan adalah untuk menghubungkan kata benda, kata kerja, atau keterangan dengan unsur lainnya dalam kalimat, serta menyatakan hubungan makna seperti tempat, arah, alat, pelaku, tujuan, waktu, dan perbandingan.

1. Penulisan Kata Depan

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang diterbitkan oleh Badan Bahasa Kemendikbud, kata depan seperti “di”, “ke”, dan “dari” harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, jika berfungsi sebagai kata depan. Contoh:

✅ Di dalam lemari ❌ Didalam lemari

✅ Ke luar kota ❌ Keluar kota

✅ Dari rumah

Namun perlu diingat, apabila kata-kata seperti di atau ke merupakan bagian dari kata kerja, maka penulisannya disambung, misalnya:

Dia keluar rumah dengan tergesa-gesa. (keluar = kata kerja)

Kami mendatangi tempat itu dari kemarin. (mendatangi = kata kerja)

2. Penggunaan Berbagai Kata Depan

Berikut penjelasan dan contoh penggunaan kata depan yang umum dalam bahasa Indonesia:

a. Kata Depan “di”, “ke”, dan “dari”

Digunakan untuk menunjukkan tempat, arah, atau asal.

  • Dia tinggal di Yogyakarta.
  • Kami pergi ke pasar.
  • Ibu pulang dari kantor.

b. Kata Depan “pada” dan “kepada”

Digunakan untuk menunjukkan waktu, orang, atau objek tujuan.

  • Matahari bersinar pada siang hari. (waktu)
  • Buku itu saya serahkan kepada guru. (tujuan/orang)

c. Kata Depan “oleh”

Digunakan untuk menunjukkan pelaku dalam kalimat pasif.

  • Kegiatan itu diselenggarakan oleh warga desa.

d. Kata Depan “dengan”

Digunakan untuk menyatakan:

  • Alat: Adik menulis dengan pensil.
  • Hubungan: Ibu pergi dengan Ayah.
  • Perbandingan: Dian lebih tinggi dengan Dita.

e. Kata Depan “atas”

Digunakan untuk menyatakan hubungan antara tindakan dan sebab.

  • Terima kasih atas bantuannya.

f. Kata Depan “antara”

Digunakan untuk menyatakan jarak atau kisaran waktu.

  • Jarak antara rumah dan sekolah sekitar 1 km.
  • Dia tidak masuk antara dua sampai tiga hari.

Contoh Kata Depan

1. Dadang pulang kampung ke Tasikmalaya.

2. Saya pergi ke sekolah dengan bersepeda.

3. Penumpang dipersilahkan naik ke pesawat.

4. Ia berangkat ke kantor menggunakan bis kota.

5. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

6. Penjahat itu dibawa ke kantor polisi.

7. Kita bisa mengunggah foto ke internet.

8. Buat garis lurus dari titik A ke titik B.

9. Berang-berang biasa menyelam sampai ke dasar sungai.

10. Ke rumah siapa kamu pergi saat lebaran?

11. Tari pendet berasal dari Bali.

12. Bis kota berangkat dari terminal.

13. Air mata menetes dari kedua matanya.

14. Dari rumah saya berangkat jam 10.00.

15. Kerjakan tugas dari halaman 11 sampai halaman 13.

16. Kita mulai kerja bakti dari ujung jalan ini.

17. Dari sini ke kantor pos kira-kira 1 kilometer.

18. Dilarang memindahkan buku-buku dari tempatnya.

19. Saya baru saja pulang dari sekolah.

20. Dari stasiun mana kereta api bisnis berangkat?

21. Beliau membawa oleh-oleh untuk kami.

22. Pupuk dikirim untuk para petani.

23. Ayah membeli sepatu untuk ibu.

24. Untuk kepentingan umum.

25. Kami rela berkorban.

Contoh Kata Depan

26. Untuk dia.

27. Uang saja tidak ada artinya.

28. Hadiah dua juta rupiah disediakan untuk karangan terbaik.

29. Kami akan bekerja keras demi kesejahteraan keluarga.

30. Demi kepentingan pembangunan kami rela berkorban.

31. Saya berjuang demi kebenaran dan keadilan.

32. Diangkatnya batu itu satu demi satu.

33. Seorang demi seorang, secara diam-diam meninggalkan ruang sidang itu.

34. Kertas itu dibakarnya selembar demi selembar.

35. Demi Alloh saya tidak pernah mengambil bukumu.

36. Demi Tuhan saya tidak tahu menahu dengan urusan itu.

37. Demi yang menguasai alam dengan segenap isinya saya bersumpah akan tetap tinggal disini.

38. Pak Andi bekerja di Bandung.

39. Pertandingan sepakbola diselenggarakan di stadion.

40. Dilarang berbicara keras-keras di perpustakaan.

41. Di pasar banyak orang yang berjualan.

42. Di sini semua anak harus bersikap sopan.

43. Kerjakan soal-soal di buku matematika halaman 23.

44. Bu guru menulis di papan tulis.

45. Foto-foto sebaiknya disimpan di album foto

46. Di negara mana terdapat Menara Eiffel?

47. Di rumah siapa kita berkumpul nanti?

48. Belajar di rumah bersama dengan ibu

49. Di mana anak itu tinggal?

50. Dijaga oleh ayah di rumah saat ibunya pergi.

FAQ Seputar Kata Depan dalam Bahasa Indonesia

1. Apa yang dimaksud dengan kata depan (preposisi)?

Kata depan atau preposisi adalah kata tugas yang digunakan untuk menghubungkan kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), atau frasa dengan bagian lain dalam kalimat. Kata depan biasanya menunjukkan hubungan tempat, waktu, arah, sebab-akibat, dan hubungan lainnya. Contohnya: di, ke, dari, dengan, oleh, dan antara.

2. Apa perbedaan penggunaan antara kata depan "pada" dan "kepada"?

Kata depan pada digunakan untuk menunjukkan waktu atau tempat benda, sementara kepada digunakan untuk menunjukkan tujuan yang berkaitan dengan orang atau makhluk hidup. Contoh:

  • Matahari terbit pada pagi hari.
  • Buku itu diberikan kepada Siti.

3. Apa fungsi kata depan dalam sebuah kalimat?

Kata depan berfungsi untuk menunjukkan hubungan antara kata yang mengikutinya dengan bagian lain dalam kalimat. Fungsi tersebut meliputi:

  • Menunjukkan tempat: di rumah
  • Menunjukkan arah: ke sekolah
  • Menyatakan asal: dari desa
  • Menunjukkan alat atau cara: dengan mobil
  • Menyatakan pelaku dalam kalimat pasif: oleh guru

4. Apakah semua kata depan selalu diikuti oleh kata benda atau frasa nominal?

Ya, pada umumnya kata depan diikuti oleh kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), atau frasa nominal. Kata depan tidak dapat berdiri sendiri dan tidak bisa langsung diikuti oleh kata kerja. Contoh benar:

  • Ia duduk di kursi. Contoh salah:
  • Ia duduk di duduk. (tidak logis karena duduk adalah kata kerja)

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6