Sukses

Master Kaligrafi Chan Gelar Pameran di Indonesia

Setelah Malaysia, China, Singapura dan Taiwan kini giliran Indonesia kedatangan master kaligrafi Cina yakni Chan Master Chi Chern.

Kaligrafer, sastrawan, penulis lirik lagu, pengukir dan seniman kaligrafi poci teh asal Malaysia ini memamerkan karyanya lewat pameran tunggal di Sky Bridge lantai 1 Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta.

Pameran yang berlangsung sejak 17 Januari hingga 23 Februari 2014 ini mengusung 17 tulisan dan lukisan yang ditata selaras dengan suasana perayaan Imlek.

"Kegiatan pameran ini bertujuan memperkenalkan Chan melalui tulisan dan lukisan kaligrafi. Kaligrafi yang dipamerkan umumnya berisi kata Chan (meditasi) atau bait-bait sutra hati. Hal ini populer di Buddhisme Cina dan Tibet," kata Chan Master Chi Chern, ditulis Minggu, (26/1/2014).

Chan Master ini lebih dikenal sebagai guru meditasi yang terkemuka di Malaysia. Selain itu menurut Public Relation Asisten Manager, Grand Indonesia Shopping Town, Dinia Widodo Chan Master merupakan murid pewaris silsilah pertama Chan Master Sheng Yen.

Acara yang terselenggara atas kerja sama Wihara Ekayana Arama, Grand Indonesia dan acaraevent.com ini diharapkan dapat semakin menyemarakan perayaan Imlek dan memperkenalkan masyarakat indahnya kaligrafi China.

"Pameran ini diharapkan dapat menyemarkan perayaan Imlek dengan dekorasi seperti Imlekan di China semakin menambah meriah. Selain itu kita juga ingin memperkenalkan kaligrafi China yang indah ini," kata Dini. Menurut Dini pameran Chan ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.
2 dari 2 halaman


Unjuk Gigi di Indonesia

Mungkin nama Chan Master Chi Chern masih belum akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun di beberapa negara Asia seperti Korea dan Jepang Chan Master merupakan sosok yang paling berpengaruh di kehidupan sehari-hari masyarakat di sana.

"Baik di Cina atau Jepang, Chan ataupun Zen memberi pengaruh besar pada kehidupan sehari-hari masyarakat setempat melalui pengaruh filosofis Han dalam perkembangan seni kaligrafi, arsitektur, merangkai bunga dan masih banyak lagi," kata Public Relation Assistent Manager Grand Indonesia Shopping Town, Dinia Widodo.

Dinia juga mengatakan untuk semakin memperkenalkan seni kaligrafi Cina, Grand Indonesia menggelar pameran sejak 17 Januari sampai 23 Februari 2014 di lantai 1, Sky Bridge Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta.

Pameran yang mengusung 17 tulisan dan lukisan ini ditata selaras dengan suasana perayaan Imlek. Karya-karya Chan Master dibuat untuk tujuan donasi berbagi kegiatan sosial.

"Saya selalu ingin berbagi kegembiraan dengan orang lain jadi saya giat menulis dan melukis. Saya sangat gembira bisa berkontribusi dengan menyumbangkan hasil lelang karta kreatifitas saya," katanya.

Selain pameran, Chan Master juga mendemokan keahliannya memoles kertas kanvas dengan tinta dan kuas khusus. Salah satu tulisan atau lukisan yang didemokan berisikan tentang rezeki dan keberuntungan.

"Yang saya tulis ini berisikan rezeki dan keberuntungan. Dengan tulisan besar di tengah yang artinya keberuntungan kemudian tulisan kecil di sisi kanan kiri bertuliskan kedamaian adalah keberuntungan dan memberikan darma sedikit akan memperoleh keberuntungan," kata Chan Master.

Kaligrafer, sastrawan, penulis lirik lagu dan seniman kaligrafi poci teh asal Malaysia ini secara otodidak menghasilkan karya-karya kaligrafinya.

(Mia/Igw)

Baca Juga :

Imlek di Jakarta akan Diguncang Flashmob 30 Barongsai
Master Kaligrafi Chan Gelar Pameran di Indonesia
Biksu Chi Chern Melukis 50 Kaligrafi dalam 2 Hari
Kisah Biksu yang Menjadi Kaligrafer China
Krisis Darah PMI
Loading