Sukses

Kebersihan Air Minum & Sanitasi Indonesia Kalah Sama Myanmar

Meski kebersihan air minum dan sanitasi saling berkaitan, tapi ternyata masalah ini masih kurang diperhatikan. Apalagi kebersihan air minum dan sanitasi di Indonesia masih di bawah Vietnam dan Myanmar.

Hal ini disampaikan Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas selaku Ketua Pokja AMPL Nasional, Nugroho Tri Utomo, dalam `Temu Media` di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Menurut Nugroho, kurangnya kesadaran terhadap kebersihan air minum dan sanitasi bisa dilihat dari capaian akses sanitasi layak khususnya air limbah yang baru mencapai 57,35 persen pada akhir 2012.

"Sementara sampah yang benar-benar terangkut per harinya ke lokasi pembuangan akhir hanya 28,7 persen dan saluran pemukiman yang berfungsi dengan baik dan lancar hanya 52,83 persen," kata  Nugroho.

Selain itu, Nugroho menyampaikan, pelaksanaan pembangunan sarana sanitasi juga belum terlaksana secara maksimal karena jumlah air buangan yang harus dikelola semakin banyak.

"Kompleksitas tatanan permukiman di perkotaan dan lingkungan padat penduduk membuat sulitnya mencari lahan yang layak untuk pembangunan infrastruktur sanitasi," jelasnya.

Sementara itu sebelumnya juga disebutkan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy Supriadi Priatna bahwa kondisi umum sanitasi di Indonesia sebagian besar masih kurang layak.

Untuk itu, Bappenas menargetkan melakukan perbaikan fasilitas sanitasi dan air minum yang layak yang mencapai 100 persen pada 2019. Namun dibutuhkan dana sebesar Rp 660 triliun untuk perbaikan seluruh fasilitas sanitasi dan air minum.

(Fit/Mel)