Sukses

Vibrator Awalnya untuk Obati Wanita Agar Bisa Orgasme

Vibrator merupakan mainan seks yang sejak awal diperuntukkan bagi wanita. Namun, sebelumnya vibrator itu untuk pengobatan histeria, penyakit yang bisa memiliki banyak gejala.

Histeria berasal dari kata Yunani `Hysteria` yang berarti uterus/rahim . Penyakit histeria itu digambarkan sebagai respons bahwa wanita merupakan makhluk seksual seperti dikutip Alternet, Kamis (26/9/2013).

Penyakit ini umumnya didiagnosa pada perempuan agresif dan pembangkang. Gejala yang sering muncul pada wanita seperti sakit kepala, kelelahan, lekas marah dan depresi. Insomnia, gugup, lekas marah, kehilangan nafsu makan, retensi cairan, kejang otot dan semuanya dikatakan sebagai hasil dari rahim yang liar berkeliaran.

Wanita yang mengalami penyakit histeria ini bisa diselesaikan dengan  “hysterical paroxysm” (orgasme).

Filsuf Yunani Hippocrates menganggap `masalah rahim` itu bisa menyebabkan masalah untuk orang-orang di sekelilingnya.

Gara-gara Masturbasi Tak Pantas

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman



Apabila wanita yang didiagnosa mengalami histeria, dokter biasanya akan membantu wanita tersebut mengalami orgasme, kadang-kadang dilakukan oleh si dokter.

Dokter akan menggosok bagian pribadi pasien sampai mencapai orgasme. Namun, praktik ini menjadi tidak logis dan dokter sering mengeluh bosan serta pergelangan tangannya sakit. Alhasil, George Taylor menciptakan vibrator pertama.

Sebelum menggunakan vibrator, pengobatan untuk penyakit ini adalah pijat genital hingga serangan histeria bisa ditangani. Namun, karena masturbasi dianggap tidak pantas, pasien sering mengobati penyakit histeria ke dokter dan bidan yang akhirnya melibatkan vibrator.

Vibrator pertama kali diciptakan dengan tenaga uap. Vibrator model listrik baru diproduksi oleh Hamilton Beach pada 1902.

Vibrator yang fungsinya sebagai perangkat medis itu secara luas pernah diiklankan di majalah selama era Victoria. Dan setelah histeria tak lagi diakui, vibrator lebih dianggap sebagai objek seksual, bukan medis lagi. Akibatnya, vibrator ditarik dari pasaran. Hasilnya, menjual mainan seks menjadi ilegal.

Sebagian besar pelarangan menjual alat mainan seks itu sebagian besar disebabkan upaya Irlandia yang mengatakan menggunakan senjata api sesuai moral, tidak dengan mainan seks. Alhasil, lebih penting melarang mainan seks ketimbang senjata bertenaga tinggi.

(Mel/*)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS