Bagi Anda yang mempunyai seorang kerabat dengan tulisan tangan yang teramat rapi sekali seperti diketik, waspada dan berhati-hatilah, bisa jadi orang tersebut adalah psikopat.Menurut ahli grafologi (ilmu yang mempelajari karakter manusia melalui medium tulisan tangan), Deborah Dewi, tulisan tangan seorang psikopat biasanya sangat rapi seperti diketik atau menggunakan rugos."Ciri khas tulisannya terlalu. Terlalu rapi. Seperti tulisan yang diketik," ujar Deborah Dewi, saat berbincang dengan Liputan6.com, di SCTV Tower, yang ditulis Senin (22/7/2013)Deborah Dewi mencontohkan, salah satu tulisan tangan yang pernah dicek langsung olehnya, adalah tulisan tangan milik pelaku mutilasi asal Jombang, Rian."Saya punya tulisan tangan milik Rian Jombang. Seperti pakai rugos, tulisan tangannya itu. Rapi sekali," ujar Debo.Bukan hanya terlalu rapi, terlalu bertabarakan pun disinyalir merupakan tulisan tangan dari seorang psikopat. "Tulisannya itu tabrak-tabrakan. Huruf yang satu, bertabrakan dengan huruf yang lain," tambahnya.Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Belum tentu orang yang memiliki tulisan tangan seperti itu sudah pasti psikopat."Ada banyak indikator untuk melihat ini. Perlu 440 indikator untuk melihat lebih dalam, agar hasilnya lebih tajam," ujarnya.Jadi, berhati-hatilah jangan sembarangan menilai orang.(Adt/Abd)
Tulisan Tangan Terlalu Rapi, Bisa Jadi Psikopat!
Tulisan tangan yang rapi seperti diketik atau saling bertabrakan bisa jadi menunjukkan karakter psikopat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/40118/original/menulis-indah-130722b.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi4 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon8 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384221/original/069034000_1793161865-Screenshot_2026-10-28_111726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384272/original/094118100_1793164839-Sensus_pertanian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338147/original/059443300_1782209914-penyekapan_pacar.jpg)