Sukses

dr. Gloria Novelita, Semua Demi Kulit

Banyaknya masalah yang diakibatkan oleh kulit, membuat dokter cantik ini merasa bahwa spesialisasi kulit adalah terbaik baginya.

Ditemui di ANZ Tower, Sudirman, Jakarta beberapa waktu lalu dan ditulis Senin (8/7/2013), dr Gloria Novelita, SpKK dari klinik Beyoutiful menyatakan bahwa ia sangat tertarik pada spesialisasi kulit sejak zaman kuliah.

"Saya sudah tertarik spesialisasi kulit sejak zaman kuliah. Kebetulan, ketika itu ada banyak dokter kulit di Jakarta Selatan. Dan setelah saya menyelesaikan kuliah kedokteran, saya sempat tergoda untuk menjalani spesialis lain, tapi sepertinya passion saya adalah melihat sesuatu yang real," tutur dokter kelahiran 33 tahun lalu itu.

Menurut Gloria, kulit itu melapisi tubuh tanpa memandang siapapun. "Tidak memandang laki-laki dan perempuan, dan semua strata sosial pasti pernah memiliki masalah kulit".

"Kulit itu memiliki dampak psikologis pada pasien. Misalkan panu saja, penyakit ini bisa menyebabkan penyakit lainnya seperti jerawat, eksim, dan sebagainya. Ada banyak hal dari kulit yang butuh diperhatikan bukan hanya dari pengetahuan medis, tapi juga kepahaman pasien agar mereka tidak stres,"jelasnya.

Prihatin terhadap kusta

"Saya mengambil tesis di bidang kusta karena ternyata pasiennya cukup banyak di Jakarta. Ini pekerjaan rumah kita semua. Ada ketidakmengertian dari penderitanya, pemahaman pasien itu masih kurang. Kusta ketika itu masih tabu dan sesuatu yang mengerikan," jelas Gloria.

Gloria mengatakan bahwa bukan berarti di kota besar tidak ada stigma terhadap penderita kusta. Pertama, stigma itu masih ada, kedua, pengetahuan dokter tentang kusta juga harus diperluas.

"Perlu banyak dokter yang paham mengenai kusta. Walaupun banyak yang sembuh dan tidak mengancam jiwa, kusta bisa menyebabakan kecacatan permanen (disabilitas) akibat amputasi tangan dan kaki," jelasnya.


Biodata

Nama: dr. Gloria Novelita, SpKK

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 13 November 1980

Pendidikan:

1. Dokter Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1998-2004.

2. Dokter Spesialis, Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 2007-2011.

Pengalaman:

1. Dokter umum di Global Health Assistance & Healthcare, Jakarta (2004).

2. Dokter umum di Medikaloka Health Care, Jakarta (2004).

3. Medical quality assurance di Klinik Mata Nusantara, Jakarta (2005).

4. Dokter PTT di Puskesmas Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara,
Sumatera Utara (2006).

5. Residen kulit dan kelamin di RS dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta (2007-2011).

6. Dokter spesialis kulit dan kelamin di RSIA Harapan Kita, Jakarta (2011-sekarang).

7. Dokter spesialis kulit dan kelamin di Beyoutiful Clinic, Jakarta (2012).

Pelatihan

1. Pelatihan Hiperkes, 2004, Jakarta

2. Pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS Course), 2004, Jakarta.

3. Pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS Course), 2004, Jakarta.
 
4. Pelatihan Basic Surgery Skill (BSS Course), 2011, Jakarta.

5. Pelatihan Botox – Filler, 2011, Jakarta

Judul tesis

1. Proporsi kesamaan genotipe Mycobacterium leprae dari permukaan dan jaringan biopsi
lesi kulit pasien kusta Multibasilar. Analisis berdasarkan jumlah pengulangan sekuens
nukleotida TTC. (Tesis)

Persentasi di luar instansi

1. Pertemuan Ilmiah Tahunan XI Perdoski, Bali, 2010 : Childhood cutaneous lupus
erythematosus in dermato-venereology outpatient clinic dr. Cipto Mangunkusumo
Hospital Period 2005-2009. Case series.

2. Regional Conference of Dermatology (RCD), Kinabalu, 2010: Onychomycosis ec
Rhodotorula glutinis in HIV Infected patients. Case report.

Organisasi

1. Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

2. Anggota Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski)

(Fit/Igw)

Loading