4 Peran Vaksin Campak untuk Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Kenali peran vaksin campak untuk anak agar tak ragu bawa buah hati ke fasilitas kesehatan.

Diterbitkan 13 April 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian orang tua enggan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapat vaksin campak. Berbagai anggapan negatif pun muncul seputar vaksin tersebut.

Padahal, menurut dokter spesialis anak, Satrio Bhuwono Prakoso, vaksin campak memiliki fungsi penting bagi anak.

Dia menjelaskan, campak adalah penyakit infeksi yang kerap menyerang anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyebar melalui percikan air liur saat pengidap batuk atau bersin. Meskipun terlihat seperti penyakit biasa, campak dapat menimbulkan komplikasi serius yang berbahaya, khususnya pada anak.

“Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk melindungi anak dari campak. Vaksin bekerja dengan membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus, bilamana terpapar, tubuh sudah siap melawan infeksi,” kata dokter yang bertugas di RS EMC Sentul, mengutip laman resmi pada Minggu (12/4/2026).

Beberapa manfaat vaksinasi campak adalah:

  • Mencegah anak tertular virus campak
  • Mengurangi risiko komplikasi berat
  • Melindungi lingkungan sekitar melalui herd immunity (kekebalan kelompok)
  • Menurunkan angka kejadian dan kematian akibat campak.

Vaksin campak umumnya diberikan sejak anak berusia:

  • Usia 9 bulan (dosis pertama)
  • Usia 18 bulan (dosis lanjutan)
  • Booster sesuai anjuran dokter

Vaksinasi pada bayi di bawah usia 9 bulan belum direkomendasikan. Namun, di beberapa negara yang sedang mengalami kasus endemik, vaksinasi dapat diberikan pada bayi di bawah 9 bulan. Meski demikian, vaksinasi tersebut harus diulang kembali saat anak mencapai usia 9 bulan dengan dosis awal.

“Pastikan anak Anda telah mendapatkan vaksin sesuai jadwal untuk perlindungan yang optimal,” saran Satrio.

Vaksin Campak Terbukti Aman

Vaksin campak telah terbukti aman dan efektif. Efek samping yang mungkin muncul biasanya ringan, seperti demam ringan atau kemerahan di area suntikan, dan akan hilang dalam beberapa hari. Risiko efek samping jauh lebih kecil dibandingkan risiko komplikasi akibat campak.

Orang tua memiliki peran penting dalam melindungi anak dari campak dengan cara:

  • Melengkapi imunisasi sesuai jadwal
  • Menjaga kebersihan dan pola hidup sehat
  • Segera periksakan anak jika muncul gejala campak.

“Jangan tunggu terpapar, cegah komplikasi berbahaya sejak dini dengan vaksinasi adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk melindungi buah hati dari penyakit berbahaya,” ujarnya.

Kenali Gejala Campak

Orang tua juga perlu tahu gejala awal campak. Ini biasanya berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan muncul ruam merah pada kulit. Namun, pada beberapa kasus, campak dapat berkembang menjadi komplikasi berat seperti:

  • Pneumonia (radang paru-paru)
  • Diare berat hingga dehidrasi
  • Infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
  • Ensefalitis (radang otak) yang berisiko menyebabkan kejang hingga kematian
  • Anak dengan daya tahan tubuh rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi tersebut.

Sementara, tatalaksana pada campak bersifat suportif (pemberian vitamin A dosis tinggi) dan simptomatis sesuai gejala dan komplikasi yang muncul.