Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin untuk pemberian vaksin campak bagi kelompok usia dewasa berisiko.
Untuk tahap awal, pemberian vaksin campak dewasa diprioritaskan untuk kelompok berisiko tinggi. Menurut Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan di Kementerian Kesehatan RI, Lucia Rizka Andalusia, kelompok prioritas ini termasuk:
- Tenaga medis: 39.212
- Tenaga kesehatan: 223.150
- Dokter umum dan dokter gigi internship: 28.321.
“Kami sudah mencatat bahwa ada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Ini yang akan menjadi prioritas utama. Kemudian juga ditambah dengan 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang intrenship (magang) di seluruh Indonesia,” kata Rizka dalam temu media di gedung BPOM, Rabu (8/4/2026).
Advertisement
Terkait ketersediaan vaksin, Rizka menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan mempunyai logistik vaksin. Saat ini, ketersediaan vaksin measles-rubella (MR) yang digunakan untuk program pemerintah itu jumlahnya sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia.
“Tingkat ketersediaannya kalau diukur adalah sekitar 5,5 bulan. Jadi kami memang menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan jadi rusak,” kata Rizka.
Dia menambahkan, Kemenkes memiliki suatu mekanisme pemantauan vaksin yang disebut Sistem Pemantauan Logistik Imunisasi Elektronik (SMILE) untuk memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten, kota sampai ke puskesmas. Sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real time.
Kini Tak Hanya Boleh untuk Anak
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5549658/original/041545300_1775627308-taruna.jpeg)
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan pihaknya resmi memberi izin pemberian vaksin campak untuk orang dewasa.
“Dalam rangka mendukung pengendalian wabah campak saat ini terdapat upaya perluasan (vaksinasi) tidak hanya pada anak-anak tapi juga pada kelompok dewasa yang berisiko, khususnya tenaga kesehatan,” kata Taruna.
Menurut Taruna, imunisasi campak merupakan bagian dari program imunisasi nasional bagi anak, umumnya dalam bentuk kombinasi vaksin measles-rubella (MR) dan kombinasi vaksin mumps, measles, rubella (MMR).
“Badan POM secara resmi mengumumkan pemberian nomor izin edar yang memperluas indikasi penggunaan vaksin campak produksi PT Bio Farma bagi kelompok usia dewasa yang berisiko terinfeksi campak. Jadi dulu untuk anak, sekarang kita perluas untuk orang dewasa,” ujar Taruna.
Keputusan ini diambil sebagai langkah memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia. Untuk sampai pada keputusan ini, BPOM telah melaksanakan evaluasi berbasis data dan kolaborasi. Konsultasi strategis dan meminta masukan teknis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah dilakukan.
“Kami juga koordinasi ahli melibatkan komite nasional penilai obat untuk peninjauan independen yang mendalam. Kemudian analisa data dan evaluasi ketat terhadap uji klinik semua vaksin yang ada.”
“Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, terhitung per 7 April 2026 BPOM secara resmi menetapkan persetujuan penggunaan vaksin campak Bio Farma untuk kelompok usia dewasa yang berisiko terinfeksi campak,” kata Taruna.
Advertisement
Vaksin Campak Sama tapi Beda Dosis
Taruna memaparkan, keputusan ini diambil berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan. Pada kenyataannya, yang terinfeksi campak bukan hanya anak-anak, tapi ada pula orang dewasa.
Sementara, vaksin yang kini diperluas peruntukannya bagi orang dewasa merupakan vaksin yang sama dengan yang diberikan kepada anak, hanya saja dosisnya berbeda.
“Jadi kesimpulannya itu sebetulnya memang diperbolehkan untuk orang dewasa juga, tapi tentu mungkin dosisnya berbeda. Nah karena menyangkut persoalan keamanan tidak mungkin hanya melihat kenyataan sudah anak bisa terus orang dewasa langsung bisa. Disitulah kenapa Badan POM memberikan izin penggunaan vaksin campak untuk orang dewasa,” jelas Taruna.
Dosis vaksin campak untuk anak adalah 3 kali suntik termasuk booster (penguat). Sementara, bagi orang dewasa hanya satu kali tanpa booster.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5549778/original/023935100_1775630056-rizka__2_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5285910/original/095796100_1752731667-16631cc1-b2ee-4f96-8d2f-d092078a7837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293102/original/056382500_1783672625-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_11.26.27_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292808/original/040556000_1783659740-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_11.27.39_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292648/original/034116000_1783640945-menkes.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292354/original/015453200_1783592029-Wakil_Menteri_Kesehatan__Benjamin_Paulus_Octavianus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4717452/original/082127600_1705391333-fotor-ai-20240116142046.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474665/original/008475600_1768528677-Azhar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9141784/original/036041900_1783077397-azhar_jaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8944730/original/042015700_1782967522-74566.jpg)