Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Jadi Trending Topik, Ini Penjelasan tentang Kanker Ginjal

Kanker ginjal, penyakit yang diidap Vidi Aldiano enam tahun terakhir.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 21:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit yang diidap oleh penyanyi Vidi Aldiano kembali menjadi perhatian publik setelah kabar kepergian pria 35 tahun itu pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Penyakit tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi trending topik. Masyarakat pun mencari tahu tentang jenis kanker yang selama ini diperjuangkan oleh pelantun lagu Status Palsu itu.

Seperti diketahui, Vidi telah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal. Perjuangan Vidi melawan kanker ginjal dimulai pada 2019. Saat itu ia mengungkapkan bahwa ada yang tidak biasa dengan tubuhnya.

"Beberapa bulan yang lalu ada anomali di diri gue. Di bulan kemarin sudah didiagnosis, awalnya kista," cerita Vidi Aldiano pada Desember 2019.

Setelah menjalani pemeriksaan, ditemukan bahwa ada kanker di ginjal sebelah kiri. Ia pun kemudian melakukan operasi di Singapura untuk menyingkirkan kanker pada ginjal. Sejak saat itu, ia hidup dengan satu ginjal.

Perjalanan Vidi melawan kanker ginjal kerap ia sampaikan kepada para penggemarnya di media sosial. Di antara kemoterapi maupun pengobatan lain ia masih kerap aktif menjalani aktivitas di dunia hiburan.

Suami Sheila Dara ini pun tampak kuat menjalani keseharian di balik beratnya perawatan penyakit kanker ginjal.

“Selama gue masih diberikan kekuatan untuk melawan penyakit ini, gue enggak boleh cupu. Gue harus terus bisa living my life dan bonusnya semoga terus bisa berkarya untuk bisa kasih senyuman ke kalian semua,” papar Vidi pada September 2023.

Tentang Kanker Ginjal

Kanker ginjal adalah kanker yang terjadi pada organ ginjal baik pada ginjalnya sendiri maupun pada pembuluh darah seperti dijelaskan dokter spesialis urologi konsultan Lukman Hakim beberapa waktu lalu.

Secara global, kanker ginjal mencapai 746.547 kasus atau 4,8 persen dari seluruh kasus kanker. Kanker ini menduduki posisi ketujuh sebagai kanker dengan kasus terbanyak di dunia.

Seperti kanker lainnya, kanker ginjal memiliki stadium ringan hingga tinggi yakni satu, dua, tiga, dan empat. Semakin tinggi stadium, maka semakin cepat pertumbuhan kankernya dan pengobatan yang dibutuhkan pun semakin agresif.

Pengobatan setiap pasien kanker ginjal akan berbeda tergantung pada keparahannya.Penanganan pasien kanker ginjal bisa berupa pemberian obat-obatan oral dan injeksi, ada pula operasi. Namun, operasi tidak selalu dapat dilakukan pada semua pasien. Biasanya, operasi hanya dilakukan pada pasien stadium satu hingga tiga.

“Operasi bisa dilaksanakan bisa tidak, kalau stadium empat hanya sebagian kecil yang bisa operasi, sebagian besar tidak bisa dan tidak perlu karena sudah menyebar (kankernya),” kata Koordinator Bidang Ilmiah Ikatan Ahli Urologi Indonesia itu dalam temu media secara daring bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Rabu (20/9/2023).

Gejala Kanker Ginjal

Kanker ginjal kerap tidak menimbulkan gejala pada awal stadium yakni stadium satu dan dua. Gejala biasanya mulai muncul pada stadium tiga ke atas.

Hal ini yang menyebabkan pasien datang ke dokter dengan kondisi stadium yang sudah tinggi.

“Pasien biasanya ke dokter saat ada keluhan. Masalahnya, kalau masih dini jarang sekali ada keluhan. Kanker ginjal pada stadium satu sering tidak ada keluhan apa-apa, stadium dua pun sama. Baru di stadium tiga ada keluhan,” jelas Lukman.

Salah satu gejala yang bisa timbul adalah nyeri pinggang. Rasa nyeri pada pinggang dapat terjadi lantaran letak ginjal berada di dekat pinggang, baik di kanan maupun di kiri. Sayangnya, nyeri pinggang akibat kanker ginjal tidak berbeda dengan nyeri pinggang biasa.

Gejala lainnya yang bisa timbul adalah kencing darah atau urine bercampur darah. Jika kanker sudah menyebar ke paru, maka keluhan yang bisa timbul adalah batuk-batuk.

“Bisa juga batuk darah,” ujar Lukman.