Menu Buka Puasa untuk Pasien Diabetes, Jangan Langsung Makan Nasi

Menu buka puasa bagi pasien diabetes tidak disarankan langsung makan nasi. Namun, diawali dengan air putih dan kurma. Ini penjelasan dokter.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang Selatan - Menu buka puasa bagi pasien diabetes perlu diperhatikan. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Profesor Hari Hendarto mengungkapkan bahwa saat berbuka, sebaiknya orang dengan diabetes mengonsumsi air putih dan kurma maksimal tiga butir. 

Hari juga mengingatkan pasien diabetes untuk menghindari gorengan dan kolak manis secara berlebihan. Lalu, meminta makan secara bertahap atau perlahan agar pankreas tidak kaget.

Dokter yang praktik sehari-hari di Eka Hospital BSD ini tidak menyarankan langsung makan nasi saat buka puasa. 

"Tidak disarankan langsung makan nasi, karena nasi menaikkan gula darah secara lambat, namun bertahan lama, padahal diabetesi membutuhkan asupan gula yang cepat," kata Hari dalam temu media di Tangerang Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026.

Setelah memakan takjil manis, pasien diabetes bisa langsung menjalankan salat Maghrib baru dilanjutkan dengan makan berat. Namun, tidak disarankan makan berat setelah salat Tarawih.

"Karena khawatir gula darahnya kembali drop dan malah akan kolaps, jadi sebaiknya makan berat sebelum salat Tarawih karena kan memerlukan kalori yang cukup," katanya.

Saat sahur, pasien diabetes diminta untuk memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum. Lalu tak ketinggalan ada protein berkualitas seperti daging ayam atau telur agar kenyang lebih lama. Jangan juga ketinggalan sayuran yang membantu melepaskan gula secara perlahan. 

 

Asupan Cairan Saat Sahur dan Berbuka

Asupan cairan juga jangan diabaikan. Terapkan pola minum air putih 2-4-2 yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam dan dua gelas saat sahur.

Asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi ginjal.

Wajib Cek Kadar Gula Secara Berkala

Pasien diabetes menjalankan ibadah puasa, diwajibkan mengecek kadar gula darah secara mandiri dan rutin. Hal tersebut untuk mencegah penurunan ataupun kenaikan kadar gula darah secara mendadak dan melewati ambang batas yang bisa ditoleransi tubuh.

"Yang terpenting itu dicek saat waktunya makan siang karena biasanya tubuh dapat asupan gula dan juga menjelang berbuka sekitar jam 4 sore, karena biasanya itu waktu kadar gula sedang rendah-rendahnya,"kata Hari.

Jika saat mengecek kadar gula darah terlalu rendah di bawah 70 mg/dL, maka harus segera berbuka dengan yang manis seperti kurma dan coklat. Sedangkan, jika kadar gula darah terlalu tinggi yakni di atas 300 mg/dL, maka diabetesi juga wajib berbuka dan minum obat agar gula kembali terkontrol.

"Yang perlu diwaspadai adalah lansia, biasanya sensitivitasnya sudah berkurang sehingga tak merasa ada gejala tiba-tiba drop, maka kalau lansia tanpa pendamping apalagi sudah pikun maka sebaiknya tidak berpuasa," kata Hari.

 

  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Diabetes
  • Buka Puasa
  • Menu Buka Puasa