Mesti Minum Obat 3 Kali Sehari di Bulan Ramadan, Begini Pembagian Waktu Terbaik

Selama bulan Ramadan Anda bisa mengatur jadwal minum obat 3 kali sehari dengan pembagian waktu yang tepat, dan memberi jeda minimal 4 jam.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selama bulan Ramadan minum obat hanya bisa sesudah maghrib malam hingga 4 pagi. Namun, jangan sampai Anda berpikir untuk membagi minum obat menjadi 1 setengah sekali minum, itu cara yang tidak tepat.

Apoteker lulusan Studi Kefarmasian dari University of Alberta Kanada, Rahmat Hidayat Syah menjelaskan panduan minum obat tiga kali sehari selama Ramadan.

“Minum obat pertama di jam 7 saat buka puasa, yang kedua saat jam 11 malam sebelum tidur dan obat ketiga di jam 4 pagi saat sahur,” jelasnya, dilansir dari laman Instagram BPOM pada Selasa, 3 Maret 2026.

Wajib Jeda Minimal 4 Jam

Penting memberi jarak untuk minum obat karena obat membutuh proses penyerapan, agar fungsi baik dari obat bisa masuk ke darah.

“Obat masuk ke lambung, dan dilarutkan lalu masuk ke darah hingga mencapai kadar tertentu,” tutur Rahmat.

Jeda minimal 4 jam sangat dibutuhkan oleh tubuh agar tidak terjadi penumpukan obat yang bisa membahayakan kesehatan.

Efek Samping Jika Jeda Terlalu Cepat

Jika Anda tidak menjeda minum obat minimal 4 jam, dikhawatirkan akan terjadi penumpukan obat. Kondisi tersebut sangat berbahaya karena dapat memberikan efek samping dan bisa mengganggu puasa Anda.

“Penumpukan obat berpotensi efek samping mual, nyeri lambung, pusing dan sakit kepala,” tambahnya.  

Agar terhindar dari hal tersebut, penting untuk memahami cara terbaik mengatur jadwal minum obat, namun jika Anda masih ragu, maka wajib berkonsultasi ke dokter untuk pemakaian obat yang aman.

Bila Minum Obat 2 Kali Sehari

 

Jika Anda harus minum obat selama 2 kali sehari, Rahmat menjelaskan tidak usah bingung untuk membagi waktu minum obat.

“Maka Anda bisa minum pada saat buka dan sahur, karena jeda waktu sudah bagus,” terangnya.

Pembagian ini sudah tepat untuk Anda minum obat 2 kali, karena memiliki jeda waktu yang cukup untuk proses kerja obat yaitu penyerapan sampai ke darah.

Bila Minum Obat 1 Kali Sehari

Bagi Anda yang diminta oleh dokter untuk mengonsumsi obat satu kali sehari maka bisa memilih waktu antara sahur atau buka. 

“Jika Anda memiliki kewajiban 1 kali minum obat, maka bisa pilih pada saat berbuka atau sahur,” katanya.

Rahmat menjelaskan jika Anda diwajibkan minum obat 1 kali dan memilih waktu sahur untuk minum. Namun, Anda merasa ada efek samping, maka ganti jadwal saat buka puasa saja.

“Kalau obatnya bikin Anda lemas karena gula darah drop atau membuat Anda dehidrasi karena sering buang air kecil, maka pilih minum obat saat berbuka puasa,” ungkapnya.

Terpenting juga untuk berkonsultasi dengan dokter yang meresepkan obat untuk mengetahui waktu terbaik untuk mengonsumsi obat tersebut. 

 

Olahraga di Bulan Ramadan

 

Rahmat juga mengingatkan pentingnya berolahraga saat Ramadan. Berolahraga menjaga massa otot, meningkatkan kardiovaskular tanpa membuat lemas, dan menjaga stamina tetap bagus selama puasa

Namun, olahraga saat puasa juga perlu memperhatikan waktu dan intensitas yang tepat, agar tidak menimbulkan efek samping berbahaya setelah berolahaga.

Waktu olahraga terbaik di bulan Ramadan bisa dilakukan di tiga waktu yakni satu jam sebelum buka puasa, setelah buka puasa dan setelah sahur.

  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • obat
  • minum obat
  • efek samping