Waspada Diabetes Tak Terkontrol, Bisa Ancam Pendengaran

Bila diabetes tak terkontrol bisa menyebabkan gangguan pendengaran.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Diabetes atau kondisi ketika kadar gula darah di atas normal yang tidak terkendali bisa berdampak pada pendengaran. Selain diabetes, hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkendali bisa menyebabkan gangguan pendengaran.

"Ada penyakit-penyakit yang bisa menurunkan pendengaran yakni hipertensi dan DM (diabetes melitus). Itu kalau DM tidak terkendali lama-lama bisa mengalami penurunan pendengaran," kata Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam konferensi pers Hari Pendengaran Sedunia pada Senin, 2 Maret 2026.

Lebih lanjut, Dr. dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.THT (K) mengatakan bahwa penyakit yang sifatnya vaskular atu terkait sistem pembuluh darah manusia akan sangat memengaruhi pendengaran dan mempercepat proses penuaan pada jalur pendengaran.

"Gangguan pendengaran itu biasanya muncul di atas 70 tahun, tapi ini bisa pada usia muda di umur 40-an tahun," tutur Mirza di kesempatan yang sama dipantau secara daring.

Bisa Berdampak pada Performa Kerja

Orang yang mengalami ganguan pendengaran bisa diajak berkomunikasi di tempat sepi. Namun, bakal kesulitan diajak berkomunikasi di tempat ramai.

Belum lagi saat berada di ruangan yang besar seperti tempat ibadah, yang mana ada efek gema. Kondisi tersebut membuat orang tersebut tidak jelas mendengar.

"Keras tapi tidak jelas. Itu gejala khas dari kerusakan jalur saraf pendengaran," tutur Mirza.

Misalnya lawan bicara dengan berbicara kata 'pisah' tapi menangkanya bukan pisah tapi 'pecah'."Karena jalur saraf atau kabel yang menerima informasi itu bocor di tengah. Jadi, otak nebak. dan ini bisa bikin salah komunikasi," tuturnya.

Dalam dunia kerja, salah komunikasi ini bisa berdampak pada performa kerja. "Disuruh apa kerjanya apa. Itu cerita dari gangguan pendengaran," kata Mirza.