Liputan6.com, Jakarta - Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri mencatat 1.270 kasus bunuh diri di Indonesia sejak 7 November 2025. Dengan rata-rata lebih dari 100 kasus per bulan. Puncaknya terjadi pada Oktober 2025 dengan jumlah mencapai 142 kasus.
Mirisnya, sekitar 7,66 persen kasus bunuh diri terjadi pada remaja berusia di bawah 17 tahun. Adapun kelompok usia yang paling rentan melakukan aksi bunuh diri adalah masyarakat dengan usia produktif, yaitu 30-59 tahun, dengan jumlah sekitar 594 orang.
Pusiknas juga mengidentifikasi lima kategori profesi dengan jumlah kasus bunuh diri paling banyak, yakni:
Advertisement
- Petani menempati urutan pertama dengan 107 orang
- Karyawan swasta sejumlah 91 orang
- Wiraswasta 83 orang.
- Buruh harian lepas tercatat sebanyak 54 orang
- Pelajar atau mahasiswa dengan jumlah kasus bunuh diri ditemukan mencapai 50 orang.
Menanggapi kasus ini, psikolog Nurul Kusuma Hidayati menegaskan bahwa angka tersebut hanya bagian dari gambaran sebenarnya, bukan data seutuhnya. Menurutnya, laporan kasus bunuh diri di Indonesia cenderung masih rendah dan banyak under-reporting, sehingga kasus tidak terlapor bisa jadi lebih banyak daripada angka resmi saat ini.
“Tahun 2025, angka bunuh diri sudah mencapai lebih dari 1.000 kasus di Indonesia, jadi, sudah sepatutnya hal tersebut dijadikan semacam wake-up call yang serius bagi masyarakat,” ujar Manajer Center for Public Mental Health (CPMH) Universitas Gadjah Mada itu, Kamis (26/2/2026).
Perlu Literasi Kesehatan Mental
Nurul menjelaskan bahwa fenomena tersebut dapat dijadikan sebagai dasar untuk melihat sejumlah hal penting akibat tekanan psikologis yang semakin kompleks.
“Beban ekonomi, psikologis, tuntutan sosial, hingga tekanan akibat tuntutan gaya hidup dan harapan yang tinggi yang tidak terkelola dengan baik menjadi salah satu bentuk kompleksitas masyarakat sosial saat ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak semua individu dengan masalah atau gangguan mental mendapatkan akses penanganan psikologis yang memadai. Menurutnya, angka-angka kasus bunuh diri saat ini bukan hanya statistik, tetapi merupakan kebutuhan krusial untuk meningkatkan literasi kesehatan mental.
Sistem kesehatan mental yang terintegrasi pun harus dibangun. Ini mencakup upaya promosi, prevensi, kurasi, dan rehabilitasi, baik di tingkat keluarga, masyarakat/komunitas, sekolah, tempat kerja, maupun layanan kesehatan masyarakat.
Advertisement
Kenpa Banyak Terjadi pada Usia Produktif?
Soal pelaku bunuh diri berasal dari kelompok usia produktif, Nurul menyebut fase ini secara umum adalah fase hidup yang produktif, tapi penuh dengan beban dan tanggung jawab.
Fase ini acapkali disebut sebagai fase “tanggung jawab ganda” di mana karier sedang berada di puncak tuntutan dan komitmen, sementara di sisi lain tanggung jawab terhadap diri dan keluarga juga sedang besar-besarnya.
Pada kelompok usia ini, tekanan seringkali tidak bersumber dari satu masalah saja, namun sudah merupakan akumulasi dari berbagai hal mulai dari tekanan yang kronis, tuntutan tanggung jawab yang tidak bisa dihindari, dan minimnya ruang aman untuk sekedar bercerita tentang kelelahan emosionalnya.
“Pada fase-fase produktif tersebut, mereka cenderung lebih rentan mengalami masalah atau gangguan kesehatan mental, salah satunya membuat mereka berpikir untuk melakukan tindakan ekstrem sebagai bentuk penyelesaian,” ujar Dosen Fakultas Psikologi UGM ini.
Mencegah Bunuh Diri
Dalam lingkungan masyarakat komunal seperti Indonesia, ikatan sosial terjalin dengan intens, nama baik, reputasi serta persepsi masyarakat cenderung memiliki nilai yang tinggi.
Dalam kondisi ini, stigma masyarakat terkait kesehatan mental rentan muncul. Salah satu yang sering terjadi adalah ketika masalah kesehatan mental sering dipersepsikan sebagai kondisi lain seperti dianggap aib keluarga atau gagal dalam mendidik.
Akibatnya, orang lebih memilih untuk menutup diri karena merasa tidak memiliki ruang aman untuk berbagi.
“Stigma masyarakat menjadi hambatan terbesar. Literasi kesehatan mental yang rendah, pandangan bahwa usia produktif harus tangguh dalam menjalani hidup, dan ketakutan akan dianggap lemah membuat individu enggan untuk mengakses layanan psikologis,” jelasnya.
Untuk melakukan proses pencegahan bunuh diri, diperlukan upaya secara sistematis dengan melibatkan seluruh pihak, seperti keluarga, masyarakat, tempat kerja, institusi pendidikan, serta pihak pengambil kebijakan.
“Kalau dilansir dari WHO, pencegahan bunuh diri yang efektif harus berbasis komunitas dan multi sektor. Ini merupakan tanggung jawab bersama.” tegasnya.
Nurul menyarankan sejumlah alternatif langkah preventif di lingkup kehidupan sosial. Di tingkat keluarga, orang dewasa harus menjadi “safe adult” yang menyediakan ruang aman bagi seluruh anggota keluarga. Di sekolah, tingkat literasi kesehatan mental masih perlu dikembangkan. Terakhir, akses layanan kesehatan mental harus meluas dan merata ke seluruh daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa rasa kepedulian dari keluarga, empati dari masyarakat, pemerintah yang responsif, serta profesional tersedia, maka fondasi kesehatan mental yang kuat dapat terbangun dengan baik.
“Pencegahan bunuh diri ini bukan sekedar langkah heroik menyelamatkan satu nyawa, namun jauh lebih kompleks dari itu, merupakan langkah sistemik yang membuat masyarakat merasa lebih aman, ada jaminan, dan tidak merasa ditinggalkan,” pungkasnya.
Advertisement
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5516664/original/093510600_1772339605-petani.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400169/original/005270500_1762067807-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8412053/original/007488600_1782296080-IMG_4720.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8412056/original/071631200_1782296082-PHOTO-2026-06-24-13-00-05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405087/original/081683100_1782287730-Prabos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261962/original/095248300_1781764587-35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261580/original/038583000_1781748031-hl1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6578834/original/084195200_1779421747-durian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257659/original/072472100_1781250462-543cb57a-f647-4b95-8f1a-bac665f3178c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257128/original/046032100_1781222997-140785.jpg)