Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Apa Saja Faktor Risikonya?

Kondisi ibu saat kehamilan bisa menjadi faktor risiko anak yang dilahirkan dengan kondisi penyakit jantung bawaan.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan suatu kelainan struktur jantung yang didapatkan sejak lahir. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah di dalam jantung dan ke seluruh tubuh.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan, Asmoko Resta Permana, ada beberapa faktor risiko selama kehamilan bisa menjadi pemicu bayi lahir dengan kondisi ada penyakit jantung bawaan (PJB).

Asmoko mengatakan risiko PJB pada bayi bisa terdeteksi sejak masa kehamilan yang memengaruhi perkembangan janin yang tidak sempurna. Seperti ibu saat hamil miliki penyakit diabetes, darah tinggi, konsumsi obat-obatan. Lalu mengalami infeksi virus saat hamil seperti toksoplasma dan rubella.

"Ibu dan bapaknya atau salah satu merokok,” kata Asmoko dalam acara diskusi kesehatan memeringati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026 mengutip Antara.

Ibu Saat Hamil Berusia di Atas 35 

Asmoko mengatakan PJB pada bayi yang lahir bisa juga karena ibu hamil di usia 35 tahun ke atas. Pada kondisi ini kualitas sel telur sudah menurun.

Lalu, faktor lainnya sekitar 5-10 persen ibu dan ayah yang memiliki riwayat kelainan jantung bawaan akan menurunkan risiko penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak yang akan dikandungnya nanti.

“Jadi sekitar lima persen sampai sepuluh persen anaknya juga jadi ada kelainan jantung bawaan, jadi kalau mungkin nanti ya bisa kasih tau saudara-saudaranya jadi kalau lagi 'pendekatan' ya itu ditanya dulu ya,” katanya.

 

 

 

Ayah atau Ibu dengan PJB

Faktor lainnya, sekitar 5-10 persen ibu dan ayah dengan riwayat kelainan jantung bawaan akan menurunkan risiko penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak yang akan dikandungnya nanti.

“Jadi sekitar lima persen sampai sepuluh persen anaknya juga jadi ada kelainan jantung bawaan, jadi kalau mungkin nanti ya bisa kasih tau saudara-saudaranya jadi kalau lagi 'pendekatan' ya itu ditanya dulu ya,” katanya.

 

Bisakah Mencegah Penyakit Jantung Bawaan

Asmoko mengatakan untuk mencegah anak lahir dengan kondisi PJB bisa dicegah dengan melakukan deteksi lebih awal bahkan sejak merencanakan kehamilan.

Asmoko menyarankan calon orangtua bisa memeriksakan diri terhadap risiko kelainan jantung bawaan yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya seperti ada tanda biru di area mukosa mulut atau cepat lelah meski baru beraktivitas sebentar.

Selain itu bagi ibu yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes harus segera diobati karena gula dapat mempercepat kelainan pembentukan janin. Obat yang dikonsumsi juga harus sesuai dengan pengawasan dokter.

“Foto rontgen atau radiasi hati-hati, terutama trimester satu sebisa mungkin dihindari kalau tidak dibutuhkan kecuali atas anjuran dokter memang diperlukan,” katanya.

Selain itu ibu yang sedang hamil juga harus menghindari asap rokok, konsumsi alkohol dan skrining janin yang berfokus pada perkembangan jantung, agar bayi yang dilahirkan bisa mendapatkan tata laksana yang sesuai.