Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa setiap tahun puluhan ribu bayi di Indonesia lahir dengan penyakit jantung bawaan (PJB). Banyak diantaranya berada dalam kondisi berat (severe).
“Pemerintah terus memberikan perhatian serius terhadap isu ini, per 2025 misalnya, telah dilaksanakan pelaksanaan skrining terhadap hampir 1,7 juta bayi dan menunjukkan banyak sekali yang belum tertangani dengan baik,” kata Budi dalam puncak peringatan Congenital Heart Defects (CHD) Awareness Week di RS Harapan Kita, 14 Februari 2026.
“Ke depan, kita harus lebih agresif lagi dalam upaya penyelamatan nyawa mereka, termasuk dengan memperkuat kapasitas layanan serta menambah jumlah spesialis jantung anak dan bedah jantung anak sehingga bisa melakukan intervensi non bedah dan intervensi bedah jantung anak lebih banyak lagi,” katanya.
Advertisement
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Ade Median Ambari menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian anak di dunia maupun di Indonesia.
Data Asia Tenggara menunjukkan prevalensi PJB sebesar 9-10 per seribu kelahiran hidup. Setiap 100 bayi lahir, ada satu yang mengidap PJB.
“Data yang ada menunjukkan sekurangnya 45 ribu bayi lahir dengan PJB setiap tahun,” kata Ade.
Sementara, data Murni, dkk (2021) menyebutkan adanya keterlambatan deteksi Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia sebesar 60,8 persen.
Skrining PJB Gratis
Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan (PJB), PERKI melalui Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan menyelenggarakan program edukasi PJB bagi masyarakat awam serta skrining PJB gratis bagi anak usia di bawah 18 tahun.
Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia selama periode 24 Januari hingga 14 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik sekaligus mendorong deteksi dini PJB pada anak.
Program skrining PJB ini terutama ditujukan bagi siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah luar biasa, serta pesantren. Dan dilaksanakan di 29 kota dan kabupaten di 24 provinsi di Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura.
Selain bertujuan menjaring kasus PJB pada anak usia di bawah 18 tahun dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PJB, kegiatan deteksi dini ini juga diharapkan dapat menghasilkan gambaran prevalensi PJB nasional serta menjadi langkah awal pengumpulan data registri PJB nasional.
Data yang dihasilkan dari program skrining ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai permasalahan PJB di Indonesia dan menjadi salah satu acuan penting dalam perumusan program nasional untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian anak.
Advertisement
Raih Rekor MURI
Program skrining PJB berskala nasional ini juga mencatatkan prestasi dengan meraih rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan (PJB) secara Serentak kepada Anak Terbanyak.” Penyerahan penghargaan dilakukan bersamaan pada Malam Puncak CHD Awareness Week di Jakarta pada 14 Februari 2026.
“PERKI diprakarsai oleh Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak Indonesia melalui berbagai program, salah satunya program skrining nasional PJB gratis menyeluruh di beberapa wilayah Indonesia,” kata Ade.
“Kami melakukan skrining khususnya di wilayah dengan prevalensi PJB yang tinggi. Kegiatan ini juga kemudian dicatatkan dalam Rekor MURI. Ke depannya, kami berharap PERKI bisa terus berkontribusi untuk pemerintah dan bangsa dalam bidang pediatrik ini. Karena setiap detak jantung adalah harapan,” tambahnya.
Belum Ada Data Nasional Prevalensi PJB di Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, Oktavia Lilyasari, menegaskan saat ini belum ada data nasional tentang angka prevalensi PJB di Indonesia.
Maka dari itu, program skrining tidak hanya berupaya menjaring kasus PJB lebih dini dan mengkoordinasikan tindak lanjut rujukan pada anak-anak yang ditemukan PJB, tetapi juga mengumpulkan data awal registri PJB nasional.
Selama periode 24 Januari hingga 14 Februari 2026, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 2.702 murid, dengan 2.478 murid di antaranya menjalani pemeriksaan lanjutan berupa ekokardiografi.
Data yang dikumpulkan dalam program ini mencakup data antropometri, tanda vital (tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen), pemeriksaan fisis jantung, serta pemeriksaan ultrasonografi jantung (ekokardiografi). Dari hasil skrining tersebut, ditemukan 53 kasus penyakit jantung bawaan (PJB) dengan prevalensi sebesar 2,14 persen.
Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan prevalensi PJB di tingkat global maupun di kawasan Asia Tenggara.
“Terdapat kecenderungan kasus PJB lebih banyak ditemukan di daerah dengan populasi anak-anak dengan berat badan rendah, stunting, anak-anak dengan faktor risiko, dan anak dengan kebutuhan khusus.”
“Anak-anak yang teridentifikasi memiliki PJB kemudian disertai edukasi kepada orang tua agar segera ditindaklanjuti dan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” jelas Oktavia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504735/original/077961900_1771295701-PJB.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504735/original/077961900_1771295701-PJB.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321439/original/077827900_1755673211-20250820_111731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4797625/original/086838300_1712546651-Ilustrasi_bayi_laki-laki__perempuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325350/original/019674800_1755962234-f5af22af-c8d1-4ba8-afbf-4808930942be.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4580556/original/092818400_1695101161-robina-weermeijer-z8_-Fmfz06c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491516/original/089285900_1770098507-WhatsApp_Image_2026-01-29_at_6.10.13_PM__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504679/original/012075700_1771282373-saraf.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2798777/original/080283400_1557223107-20190508-Tadarus-Masjid-Istiqlal-8.jpg)