Kurang Tidur Bisa Merusak Daya Ingat, Ini Cara Mendapatkan Istirahat Berkualitas

Ternyata kurang tidur dapat berimbas pada menurunnya cara kerja otak. Bagi Anda yang sulit tidur nyenyak di malam hari berikut strategi agar bisa mendapatkan istirahat berkualitas.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tidur malam yang cukup dan berkualitas merupakan salah satu cara dalam menjaga fungsi memori tetap tajam.  Saat tidur, otak melakukan proses pemulihan energi kognitif agar kita tetap fokus. Sebaliknya, kurang tidur dapat menyebabkan penurunan kemampuan fokus yang drastis.

Tidur yang nyenyak memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat dan memulihkan fokus mental. Tanpa istirahat yang cukup, kemampuan otak dalam menyimpan dan mengeluarkan informasi akan terganggu seperti disampaikan pakar otak Dr Gary Small. 

"Jika Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup, ingatan Anda tidak akan cukup baik," jelasnya.

Supaya bisa tidur nyenyak di malam hari, Gary mengingatkan bahwa faktor eksternal dan kebiasaan lain bisa memengaruhi kualitas tidur. Berikut hal yang perlu dilakukan untuk bisa tidur di malam hari dengan nyenyak seperti disampaikan Gary.

a. Batasi paparan media sosial sebelum tidur.

Terlalu banyak menghabiskan waktu bermain ponsel dapat merusak ingatan secara perlahan, karena Anda terlalu fokus pada layar dan tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

b. Hindari multitasking digital.

Terus-menerus terpapar media sosial dapat menyebabkan gangguan konsentrasi yang sering disebut sebagai brain rot.

 

C. Menggunakan Internet untuk Hal Positif

Carilah informasi yang bermanfaat misalnya untuk pelajaran sekolah, karena hal tersebut terbukti dapat memperbaiki aktivitas otak dan mengaktifkan neuron.

 “Banyak sekali orang-orang hanya fokus pada media sosial yang mungkin itu tidak begitu membantu kebutuhan Anda, melainkan melemahkan daya ingatan Anda," tutur Gary.

 

Latihan Fisik untuk Mendapatkan Tidur Nyenyak

Supaya tubuh lebih mudah memasuki fase tidur yang nyenyak, latihan fisik di pagi atau siang hari menjadi sangat penting. Tidak perlu olahraga berat, aktivitas sederhana seperti jalan cepat yang dilakukan rutin sudah cukup memberikan dampak besar. Aktivitas fisik yang konsisten membantu menjaga kesehatan sistem saraf.

"Hanya 30 menit berjalan kaki setiap hari akan menurunkan risiko penyakit berbahaya seperti Alzheimer di masa depan,” ucapnya.

Selain itu, latihan kekuatan fisik alias latihan beban yang dibarengi asupan protein yang cukup sangat membantu menjaga jaringan tubuh tetap sehat. 

Dengan tubuh yang aktif secara fisik, otak akan lebih mudah berelaksasi saat malam, sehingga kualitas tidur pun meningkat secara alami.