Liputan6.com, Jakarta - Seorang pasien remaja laki-laki mengalami kelainan perkembangan organ reproduksi hingga ukuran penis-nya sangat kecil, bahkan secara kasat mata hampir menyerupai vagina. Kondisi ini baru terungkap saat pasien menjalani pemeriksaan medis akibat gangguan hormon yang telah dialaminya sejak usia muda.
Kasus tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, dokter spesialis Andrologi, Sexologi, dan Anti Aging, di grand opening Steros Men`s Health & Anti-Aging Clinic, Jakarta Selatan pada Kamis, 15 Januari 2026.
"Pasien datang saat berusia 17 tahun. Ukuran penisnya kurang dari satu sentimeter dan kadar hormon testosteronnya sangat rendah," ujar Wimpie.
Advertisement
Terapi Hormon Memang Perbaiki Fisik, Tapi...
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, pasien menjalani terapi hormon untuk merangsang perkembangan organ seksual. Hasilnya, terjadi peningkatan ukuran penis menjadi sekitar tiga hingga empat sentimeter.
"Secara fisik memang ada perkembangan. Namun secara fungsi reproduksi tetap tidak optimal. Pasien ini kemungkinan besar tidak dapat memiliki keturunan,"Â katanya.
Menurut Wimpie, kasus ini menunjukkan bahwa terapi hormon dapat membantu memperbaiki perkembangan fisik, tapi tidak selalu mampu memulihkan fungsi biologis secara menyeluruh, terutama jika gangguan terjadi sejak masa pertumbuhan dan baru ditangani saat kondisinya sudah berat.
"Kalau gangguan hormon terjadi sejak pubertas dan penanganannya terlambat, dampaknya bisa bersifat permanen," tambahnya.
Meski demikian, terapi hormon tetap bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, meskipun tidak dapat sepenuhnya mengembalikan fungsi reproduksi.
Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Hormon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474133/original/062470200_1768467223-bad-sex-concept-with-upset-couple.jpg)
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih memperhatikan perkembangan fisik anak saat memasuki masa pubertas. Perubahan yang tidak sesuai dengan tahapan normal sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga medis.
Wimpie juga menegaskan bahwa terapi hormon tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa pemeriksaan medis yang menyeluruh.
"Harus ada indikasi yang jelas, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta evaluasi rutin. Tidak boleh asal menggunakan hormon," ujarnya.
Advertisement
Terapi Hormon dan Gangguan Kesuburan
Penggunaan hormon yang tidak tepat justru dapat memperburuk kondisi dan menimbulkan efek samping serius, seperti gangguan kesuburan, gangguan metabolisme, hingga masalah psikologis.
DIa pun mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda terapi instan tanpa pengawasan tenaga medis yang kompeten. "Tujuan terapi hormon bukan hanya memperbaiki bentuk fisik, tetapi menjaga fungsi tubuh agar kualitas hidup tetap baik,"Â pungkasnya.
Dia menekankan bahwa perubahan fisik tidak selalu sejalan dengan pemulihan fungsi reproduksi. Oleh sebab itu, deteksi dini dan penanganan gangguan hormon sejak awal menjadi kunci utama untuk mencegah dampak jangka panjang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474132/original/031928000_1768467222-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_11.00.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)