Liputan6.com, Jakarta - Kusta kerap dianggap sebagai penyakit kuno sehingga sering diabaikan gejalanya.
“Di kalangan masyarakat, penyakit kusta sudah dianggap sebagai penyakit kuno sehingga sering diabaikan gejalanya,” kata Guru Besar Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK(K)., mengutip laman UGM, Selasa (13/1/2026).
Padahal, hingga kini Indonesia masih menempati peringkat ketiga di dunia dengan jumlah kasus pasien penyakit kusta (Lepra) terbanyak setelah India dan Brasil.
Advertisement
Stigma sosial masyarakat terkait penyakit kusta membuat pasien menyembunyikan penyakitnya hingga terlambat berobat. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan, ditemukan sekitar hampir 15.000 kasus baru kusta. Di Indonesia, prevalensi kusta tercatat sebesar 0,63 kasus per 10.000 populasi, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban kasus kusta tertinggi di dunia
Hardyanto menyampaikan, penyakit kusta termasuk dalam penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Kusta merupakan penyakit kronis menahun yang apabila tidak diobati sedari awal dapat menyebabkan disabilitas permanen. Angka prevalensi penyakit kusta pada beberapa daerah masih tinggi seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta memiliki angka prevalensi kusta paling rendah, tetapi hingga saat ini masih ditemukan penyakitnya.
“Setiap bulan saya mendapat pasien baru, artinya penularan penyakit itu masih terjadi terus di masyarakat,” ucap Hardyanto, Senin (12/1) di Kampus UGM.
Mengurangi Penularan Kusta di Tengah Masyarakat
Menurut Hardyanto, beberapa hal perlu diperhatikan untuk mengurangi penularan penyakit di kalangan masyarakat. Yaitu edukasi yang harus terus dilakukan terutama pada daerah indeks tinggi.
Kemudian, masyarakat dapat melakukan deteksi dini untuk segala jenis penyakit agar dapat segera diobati. Persediaan obat juga harus terus ada dan merata di seluruh daerah.
Meski begitu, ia mengimbau masyarakat untuk menghilangkan stigma sosial yang menjadi salah satu penghambat pengobatan para pengidap.
Advertisement
100 Persen Dapat Disembuhkan
Kabar baiknya, penyakit kusta 100 persen dapat disembuhkan apabila belum mengalami disabilitas permanen.
Hardyanto pun menjelaskan soal gejala kusta yang dapat menyerupai penyakit kulit lain.
“Karena bentuknya yang bisa menyerupai penyakit kulit lain, gejala utama penyakit ini ditandai dengan kulit yang mati rasa.”
Ia mencontohkan deteksi dini yang paling mudah dengan menggunakan kapas yang dipilin.
“Tes paling gampang dengan menggunakan kapas yang dipilin, dirasakan (ditusuk-tusuk) pada bagian bercak dan sekitarnya terasa atau tidak, jika (tidak terasa) ada kemungkinan terindikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut dengan penyakit kusta karena kusta termasuk dalam penyakit menular yang paling lemah. Masyarakat harus cepat menyadari adanya penyakit kulit dan harus segera dikonsultasikan.
“Pemerintah harus lebih memberikan perhatian terhadap pemberantasan penyakit kusta, dengan diberlakukan kembali wakil supervisor (wasor) untuk pemeriksaan pasien,” tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4691763/original/031604000_1702982141-Serangan_macan_tutul_melukai_tiga_orang_di_Guwahati-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5285910/original/095796100_1752731667-16631cc1-b2ee-4f96-8d2f-d092078a7837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264050/original/062227400_1782063258-063_2282639788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298238/original/090944000_1784161387-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7600637/original/087878800_1780384423-budi__6_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293102/original/056382500_1783672625-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_11.26.27_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292808/original/040556000_1783659740-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_11.27.39_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5285910/original/095796100_1752731667-16631cc1-b2ee-4f96-8d2f-d092078a7837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475603/original/012255900_1768632585-budi_kusta.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474543/original/028370600_1768484456-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.59.11.jpeg)