Tak Tunggu Sakit, Gen Z Kini Aktif Jaga Kesehatan di Tengah Gaya Hidup Sat-Set

Tren terbaru menunjukkan Generasi Z justru semakin menaruh perhatian besar pada gaya hidup sehat, seiring dengan padatnya aktivitas dan tingginya tuntutan produktivitas.

OlehMasni
Diterbitkan 12 Januari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesadaran akan pentingnya kesehatan kini tidak lagi identik dengan generasi yang lebih tua. Tren terbaru menunjukkan Generasi Z justru semakin menaruh perhatian besar pada gaya hidup sehat, seiring dengan padatnya aktivitas dan tingginya tuntutan produktivitas.

Beauty influencer Echa Aura mengungkapkan, di usia yang masih muda dan produktif, banyak anak muda ingin melakukan berbagai hal dalam waktu yang terbatas. Di tengah kesibukan tersebut, keinginan untuk tetap menjalani hidup sehat menjadi tantangan tersendiri.

“Lagi di fase produktif, pengen ngelakuin banyak hal, tapi waktunya terbatas. Di sisi lain, kita juga pengin tetap hidup sehat,” ujar Echa Aura dalam acara peluncuran Buavita Korean Strawberry dan Muscat Grape di Central Park, Jakarta pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Anak Muda Kini Lebih Proaktif Jaga Kesehatan

Berbeda dengan pola lama, di mana konsultasi ke dokter gizi biasanya dilakukan saat seseorang mengalami sakit, kini anak muda justru lebih proaktif menjaga kesehatan sejak dini. Konsultasi dilakukan bukan karena kondisi medis tertentu, melainkan sebagai upaya menjaga kebugaran agar tetap produktif.

Dokter spesialis gizi klinik, Diana Felicia Suganda menilai terjadi pergeseran paradigma di kalangan generasi muda. Menurutnya, semakin banyak Gen Z yang sadar pentingnya pola hidup sehat sebagai bagian dari gaya hidup.

“Kalau dulu orang datang ke dokter gizi karena sakit, sekarang justru banyak anak muda yang sudah concern terhadap kesehatan meski masih sehat,” kata Diana.

Tren “Sat-Set” dan Pola Konsumsi Lebih Selektif

Gen Z dikenal dengan gaya hidup serba cepat atau “sat-set”. Keterbatasan waktu membuat mereka mencari solusi praktis, namun tetap memperhatikan nilai gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Berdasarkan penelitian pada 2022–2023, terjadi perubahan signifikan dalam pola konsumsi generasi ini. Sekitar 30 persen Gen Z lebih memilih makanan yang lebih sehat dengan kandungan gula lebih rendah. Meski kebiasaan ngemil masih dilakukan, camilan yang dipilih cenderung lebih bernutrisi. Selain itu, sekitar 11 persen Gen Z juga aktif mencari produk yang mendukung pengelolaan berat badan.

“Penelitian menunjukkan sekitar 30 persen Gen Z kini lebih memilih makanan yang lebih sehat,” ujar Diana.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh istilah “Healthy FOMO”. Gen Z tetap mengikuti tren yang sedang viral, namun tidak serta-merta mengonsumsinya tanpa pertimbangan. Mereka cenderung melakukan riset terlebih dahulu, mulai dari kandungan gizi, bahan baku, hingga manfaat produk bagi kesehatan.

Olahraga Jadi Bagian Gaya Hidup

Tak hanya soal pola makan, olahraga juga menjadi bagian penting dalam keseharian Gen Z. Di tengah jadwal yang padat, mereka tetap menyempatkan diri untuk aktif bergerak.

Salah satu olahraga yang kini digemari adalah padel, yang dinilai sesuai dengan karakter generasi muda yang aktif, sosial, dan modern.

Diana menegaskan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia muda. Menurutnya, kesehatan di masa depan sangat ditentukan oleh pola hidup yang diterapkan sejak sekarang.

“Jangan menunggu sakit baru belajar hidup sehat. Semakin dini kebiasaan baik dibentuk, kualitas kesehatan ke depan akan semakin terjaga,” tutupnya.