AS Laporkan 4,6 Juta Kasus Flu dengan 1.900 Kematian, Calon Pandemi Baru?

Data terbaru CDC menyebut, aktivitas flu meningkat di seluruh AS dan Kota New York mengalami peningkatan kasus flu tertinggi.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 14:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperkirakan setidaknya telah terjadi 4,6 juta kasus flu di musim ini. Menyebabkan 49.000 rawat inap dan 1.900 kematian hingga penghujung 2025.

Data terbaru CDC menyebut, aktivitas flu meningkat di seluruh AS dan Kota New York mengalami peningkatan kasus flu tertinggi. Sementara, negara bagian termasuk Alabama, Colorado, Connecticut, Hawaii, Louisiana, Maryland, Minnesota, New Hampshire, New Jersey, Ohio, Rhode Island, dan Texas mengalami aktivitas penyakit pernapasan tingkat sedang. Semua negara bagian lainnya mengalami tingkat rendah atau sangat rendah.

Sebagian besar kasus flu sejauh ini dikaitkan dengan varian baru yang dikenal sebagai subklade K, menurut ratusan sampel yang dikirim ke CDC. Dari lebih dari 900 sampel flu, sekitar 90 persen adalah A(H3N2) (penyebab flu musiman). Dari mereka yang menjalani pengujian genetik lebih lanjut, hampir 90 persen termasuk dalam subklade K.

Mutasi yang terlihat pada varian baru ini mengakibatkan ketidaksesuaian dengan komposisi vaksin flu musim ini, demikian catatan CDC. Para ahli percaya bahwa vaksin flu masih akan membantu mengurangi risiko penyakit parah, termasuk rawat inap dan kematian.

"Bahkan dengan varian baru ini dan beberapa ketidaksesuaian dengan vaksin, mendapatkan suntikan flu tetap sangat bermanfaat," kata John Brownstein, seorang ahli epidemiologi dan kontributor medis ABC News.

"Vaksin terus memberikan perlindungan yang kuat terhadap dampak parah seperti rawat inap dan kematian, dan itu sangat penting karena aktivitas flu meningkat," tambahnya seperti dilansir ABC, 20 Desember 2025.

 

Picu Kematian Anak

Dua kematian anak akibat flu dilaporkan minggu ini, sehingga total menjadi tiga untuk musim ini. Musim lalu mencatat rekor 288 kematian akibat flu – jumlah yang sama selama pandemi H1N1 tahun 2009.

Ini adalah tingkat tertinggi yang terlihat sejak tahun 2004, yaitu ketika kematian anak akibat flu menjadi wajib dilaporkan oleh negara bagian ke CDC.

Sekitar 90 persen anak yang meninggal karena flu musim lalu tidak divaksinasi, menurut sebuah studi CDC. Vaksinasi flu di kalangan anak-anak telah turun 10 poin persentase lebih rendah daripada sebelum pandemi, dengan sekitar 40 persen anak-anak mendapatkan suntikan musim ini.

Sekitar 140 juta dosis vaksin flu telah didistribusikan secara nasional sejauh musim ini, dibandingkan dengan 128 juta musim lalu.

 

Belum Terlambat untuk Vaksinasi

CDC merekomendasikan agar setiap orang yang berusia di atas 6 bulan mendapatkan suntikan flu tahunan mereka. Para ahli mengatakan belum terlambat untuk divaksinasi.

"Ini adalah waktu dalam setahun ketika flu biasanya mulai meningkat, dan kami memperkirakan aktivitasnya akan terus meningkat dalam beberapa minggu mendatang," tambah Brownstein.

"Saat orang berkumpul di dalam ruangan dan lebih banyak bepergian selama liburan, kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran," tambahnya.