Banjir Bandang Sumatera: Ini Tips Menjaga Kebersihan Alat Vital Saat di Pengungsian

Banjir bandang di Sumatera menyulitkan akses air bersih. Simak tips menjaga kebersihan alat vital di pengungsian menurut spesialis urologi.

Diterbitkan 23 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bencana longsor dan banjir bandang Sumatera menyebabkan akses air bersih sulit diakses oleh warga. Hal ini karena banyak jaringan pipa PDAM yang rusak dan mengakibatkan aliran air sempat terhenti. Sementara itu, kondisi air yang kotor saat banjir juga menyebabkan risiko penyakit kulit tinggi.

Oleh karena itu, warga yang terdampak harus tetap menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh. Salah satunya area saluran kemih.

Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urologi RS EMC Alam Sutera, dr. Aga Parardya, Sp.U(K), mengungkapkan bahwa menjaga kebersihan alat vital sangat penting. Terutama ketika situasi darurat.

“Sebenarnya sih menjaga kebersihan itu kan memang terutama bagi warga yang Muslim, di Aceh mayoritas Muslim juga itu memang penting untuk menjaga kebersihan,” ujarnya kepada Tim Health Liputan6.com ketika diwawancarai pada Senin, 22 Desember 2025.

Di samping itu, Aga juga menyampaikan bahwa kebersihan area kemih juga penting untuk perempuan. Hal ini karena saluran kemih perempuan lebih pendek dan berada di satu lingkup dengan area vagina. Sedangkan untuk laki-laki, lebih minim risikonya.

“Jadi memang dia akan lebih mudah infeksi terutama wanita. Makanya harus jaga kebersihannya,” jelasnya.

 

Pentingnya Air Bersih untuk Kebersihan Saluran Kemih

Aga menegaskan, cara paling penting untuk memastikan agar saluran kemih tetap bersih adalah menggunakan air bersih saat membilasnya. Dengan begitu, wilayah bencana seperti Sumatera sangat memerlukan pasokan air bersih.

“Jadi air bersih itu sangat penting sekali sebetulnya,” ujarnya.

Menurutnya, selama sumber air bersih terjaga, masyarakat mampu terhindar dari berbagai penyakit dan infeksi. Sehingga penting bagi setiap orang memerhatikan sumber air bersih tetap tersedia.

“Jadi selama ada sumber air bersih mudah-mudahan bisa terhindar dari infeksi. Dan kalau misalkan untuk laki-laki yang kesulitannya kalau kita susah mendapat air bersih ya kesulitan untuk ibadahnya sih nantinya,” pungkasnya.