Rumania Laporkan Kasus Kusta Pertama setelah 44 Tahun, Pasien Ternyata WNI

Dua pasien yang terjangkit kusta adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai terapis pijat di sebuah spa di Rumania.

Diterbitkan 19 Desember 2025, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumania melaporkan kasus kusta pertama setelah 44 tahun berlalu tanpa kasus sama sekali. Ada dua pasien yang terjangkit kusta yang merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Dua WNI tersebut bekerja sebagai terapis pijat di sebuah spa, di Kota Cluj, barat laut Rumania.

Dua kasus terkonfirmasi adalah WNI berusia 21 dan 25 tahun, saat ini keduanya sedang dirawat. Sementara, dua orang lainnya sedang menjalani tes, kata Kementerian Kesehatan Rumania.

Menteri Kesehatan Rumania, Alexandru Rogobete mengatakan pelanggan di spa tersebut tidak perlu khawatir, karena penyakit ini membutuhkan paparan yang lama untuk menular.

Salah satu pasien baru saja kembali dari Bali, tempat ia menghabiskan waktu sebulan bersama ibunya, yang saat ini dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sama, kata Rogobete seperti dikutip oleh kantor berita negara Agerpres.

Akibat kejadian ini, pihak berwenang telah menutup spa tersebut sambil menunggu penyelidikan, kata pejabat kesehatan setempat. Kasus kusta terakhir yang dikonfirmasi di Rumania - juga dikenal sebagai penyakit Hansen - terdeteksi 44 tahun yang lalu, kata kementerian tersebut.

Terkait hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, membenarkan adanya berita tersebut.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan RI melalui International Health Regulation National Focal Point/IHR NFP (Ditjen P2) mendapat notifikasi kasus kusta dari IHR NFP Rumania, pada awal Desember 2025.

"Dari notifikasi tersebut, diketahui terdapat dua orang WNI, yang bekerja di Rumania, dengan status suspek infeksi leprae/kusta," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).

Tertular dari Ibu yang WNI

Aji menjelaskan, kasus indeks alias kasus awal positif berasal dari ibu kedua WNI tersebut. Mereka berdomisili di Bali.

"Kasus indeks (kasus awal positif) berasal dari ibu kedua WNI tersebut, yang berdomisili di Bali. Saat ini sang ibu dalam perawatan dan dalam kondisi baik."

Aji menambahkan, secara nasional, terdapat 10.450 kasus baru kusta per 12 November 2025. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

 

Upaya Kemenkes

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Penyakit Menular Kemenkes telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Bali untuk penelusuran kasus lebih lanjut di Rumania dan Indonesia.

Kedua WNI direncanakan segera kembali ke Indonesia untuk mendapatkan pengobatan di Indonesia.

IHR NFP Indonesia dan Rumania terus melakukan koordinasi untuk penanganan kasus Kusta tersebut.

Aji mengimbau untuk mengenali gejala seperti bercak kulit yang mati rasa, tidak gatal, mengkilap/kering bersisik, lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki, kesemutan, dan nyeri pada anggota gerak.

"Kusta tidak mudah menular dan bisa sembuh total bila diobati sejak dini. Jika mengalami gejala kusta, segera datang ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk ditangani."

"Pengobatannya gratis di Puskesmas dan harus tuntas. Jangan lakukan stigma dan diskriminasi karena dapat mengganggu upaya penemuan dan pengobatan kasus," pesannya.

Â