Moisturizer Harus Setiap Hari: Kunci Lawan Penuaan Kulit Sejak Usia 30 Tahun

Penggunaan moisturizer setiap hari sejak usia 30-an, ditambah pola hidup seimbang, merupakan langkah nyata melawan penuaan kulit.

Diterbitkan 16 Desember 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penuaan kulit bukan hanya soal usia lanjut. Menurut dr. Dani Djuanda, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, Founder Clara Skin Clinic Raden Saleh, proses penuaan sebenarnya sudah dimulai sejak usia 30 tahun. "Banyak orang baru sadar kulit menua di usia 60-an. Padahal penurunan elastisitas dan kelembapan kulit sudah terjadi jauh lebih awal," ujarnya.

Proses penuaan bisa dikenali dari fine lines atau garis halus di sudut mata, yang kerap disebut crow’s feet atau ceker ayam. Selain itu, muncul dark circle, dark spot, hingga melasma. Garis senyum atau smile lines juga mulai terlihat, menunjukkan kulit kehilangan elastisitas.

"Fine lines itu masih tipis, sedangkan wrinkle adalah kerutan lebih dalam. Semua itu dipengaruhi faktor dari dalam tubuh (intrinsic) dan luar (extrinsic)," ujar Dani.

Intrinsic aging dipicu oleh faktor genetik, hormon, dan usia. Pada wanita menjelang menopause, penurunan hormon estrogen dan progesteron mempercepat kerutan dan kulit kering.

Sedangkan extrinsic aging muncul akibat paparan sinar matahari, polusi, rokok, dan pola makan tidak sehat.

"Paparan sinar UV antara pukul 09.00–15.00 paling tinggi. Gunakan sunscreen setiap hari, meski di dalam ruangan, karena sinar UV tetap menembus jendela," tambah Dani.

 

Pentingnya Moisturizer Setiap Hari

Salah satu kunci menjaga kulit tetap sehat adalah moisturizer. Seiring bertambahnya usia, kulit cenderung kering, rapuh, dan mudah iritasi. Penggunaan pelembap secara rutin membantu menjaga kelembapan, mencegah kerutan, dan memperlambat proses penuaan.

"Moisturizer harus digunakan setiap hari, terutama pada usia 30 tahun ke atas. Pilih yang mengandung ceramide dan asam hialuronat untuk mengembalikan elastisitas kulit," kata Dani.

Selain pelembap, pola hidup sehat juga tak kalah penting. Tidur cukup sebelum tengah malam, konsumsi makanan bergizi, hindari rokok dan alkohol, serta kelola stres secara efektif adalah fondasi kulit sehat jangka panjang.

 

Risiko Kulit Kering dan Kanker Kulit

Kulit kering yang tidak dirawat bisa memicu pruritus senilis, yaitu gatal pada lansia. Selain itu, paparan sinar matahari jangka panjang meningkatkan risiko kanker kulit, terutama pada individu dengan kulit terang atau bekerja di luar ruangan.

"Luka kecil yang tak kunjung sembuh perlu diwaspadai. Pencegahan sejak muda, termasuk rutin pakai moisturizer dan sunscreen, lebih efektif daripada pengobatan di kemudian hari," kata Dani.