Banjir Sumatera Sebabkan Krisis Kesehatan Anak, 80 Kasus ISPA Terdeteksi di Dua Lokasi

80 kasus ISPA tercatat dari tragedi banjir Sumatera. Tidak hanya itu, kasus diare dan penyakit kulit juga tinggi.

Diterbitkan 01 Desember 2025, 17:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara, dr. Eka Airlangga, mengungkapkan, banjir di Sumatera Utara menyebabkan paparan sejumlah penyakit meningkat. Terutama penyakit berbasis air bersih seperti diare dan penyakit luka kulit.

"Saat ini sudah kami tangani dengan pengelolaan pemberian air bersih di lokasi pengungsian dan pemberian obat-obatan sederhana dengan salep dan sebagainya," ujarnya saat konferensi pers 'Tanggap Darurat Bencana' pada Senin, 1 Desember 2025 melalui daring.

Lebih lanjut, Ketua IDAI Cabang Sumatera Barat, dr. Asrawati menambahkan bahwa penyakit yang umumnya diderita anak-anak adalah infeksi saluran napas atas (ISPA), diare, serta penyakit kulit.

"Dari dua lokasi yang kami kunjungi, itu infeksi saluran pernafasan atas, ada 80 kasus, ya. Diare empat kasus, kemudian penyakit kulit enam kasus, morbili empat kasus," ujar Asrawati.

Sementara itu, Ketua IDAI Cabang Aceh, dr. Raihan menyebutkan bahwa kasus yang paling tinggi tidak jauh beda dari daerah lain yaitu ISPA, diare, pneumonia, dan penyakit luka kulit. Selain pengobatan, antisipasi terhadap infeksi tetanus juga diberlakukan.

 

Sulitnya Akses Pelayanan Kesehatan

Penyakit ISPA dan diare menjadi dua penyakit tertinggi di wilayah Sumatera, salah satunya Sumatera Utara. Menurut dr. Eka, sulitnya jangkauan akses pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu faktor peningkatan kedua penyakit tersebut.

"Kami harus mendekatkan akses pelayanan kesehatan anak di daerah yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah dan beberapa titik bantuan dari udara sudah diterima," ujarnya.

Sampai saat ini, pengiriman air bersih, makanan-makanan, serta obat-obatan pokok terus disalurkan demi mengurangi risiko penyakit ISPA dan diare. Kemarin, katanya, IDAI Sumatera Utara berhasil mengirimkan 15.000 liter air bersih ke daerah-daerah di Batu Malinggang.

"Ada daerah di Masjid As-Solihin dan Cempa. Jadi, daerah Cempa ini ada hampir sekitar 750 KK (kartu keluarga) bolak balik. Antara di area ini dan posko sekitarnya yang mendapatkan air bersih dan pelayanan kesehatan ini kami coba ringkaskan aja. Mudah-mudahan dengan doa kita bersama dan dukungan bapak ibu sekalian kami bisa memobilisasi tim kami," pungkasnya.