Akses Informasi soal Kanker Serviks dan Vaksin HPV Terbatas, Menteri PPPA: Butuh Sosialisasi Bersama

Menteri PPPA Arifah mengajak semua pihak untuk memberikan pemahaman tentang apa itu kanker serviks dan manfaat vaksinasi HPV.

Diterbitkan 28 November 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan masih ada masalah yang dihadapi perempuan dalam melawan kanker serviks.

Masalah ini salah satunya terkait akses informasi tentang kanker serviks bagi perempuan. Sebagian dari mereka masih ada yang belum tahu tentang kanker serviks dan ke mana harus mencari pertolongan saat mengalami penyakit tersebut.

“Kita masih ada problem yang harus ditangani bersama, yang pertama bahwa akses perempuan untuk mendapatkan informasi tentang kanker serviks, termasuk tentang apa yang harus dilakukan ketika mengalami kanker serviks, mereka belum tahu ke mana harus melangkah,” kata Arifah dalam peluncuran program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Untuk itu, Arifah mengajak semua pihak untuk memberikan pemahaman tentang apa itu vaksin kanker serviks. Karena saat ini, katanya, masyarakat masih belum memiliki pemahaman tentang vaksin ini.

“Yang ada, informasinya vaksin ini justru memicu kanker serviks. Nah ini perlu pemahaman, sosialisasi bersama agar pengertian dan manfaat dari vaksin ini benar-benar diterima secara utuh oleh masyarakat,” ujar Arifah.

Dia juga mengajak semua pihak untuk mendorong seluruh komponen masyarakat, terutama tokoh agama dan tokoh masyarakat agar memiliki pemahaman yang cukup tentang vaksinasi kanker serviks.

 

Solusi Bersama Jaga Perempuan Indonesia

Dalam kesempatan ini, Arifah turut meresmikan program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN.

Ini adalah program yang diinisiasi Korpri untuk memberikan vaksinasi kanker serviks kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan serta keluarganya. Dia berharap, kegiatan ini dapat berlanjut di berbagai tempat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tempat-tempat lainnya dan sudah berlanjut di hampir semua provinsi. Mudah-mudahan ini sebagai solusi kita bersama menjaga perempuan-perempuan hebat Indonesia,“ harapnya.

 

Sejuta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, kegiatan sejuta vaksin untuk ASN dan keluarga ASN adalah program Korpri. Mengingat, salah satu tugas Korpri adalah membangun kesejahteraan ASN.

“Salah satu tugas Korpri adalah membangun kesejahteraan ASN, menurut United Nations Development Programme (UNDP) kesejahteraan itu ukurnya tiga. Yaitu otak cerdas, orangnya sehat dijaga dari sakit, dan dompetnya tebal duitnya banyak,” kata Zudan dalam sambutannya.

Maka dari itu, program vaksinasi ini diadakan sebagai upaya mendorong agar para ASN sehat dan terhindar dari kanker serviks.

“Ayo kita terus gelorakan semangat menyehatkan ASN, Korpri sangat ingin 5,5 juta ASN serta keluarganya tetap sehat, ini investasi jangka panjang,” ujarnya.