Tak Hanya Demi Kesehatan, Karyawan Chandra Asri Dedikasikan Setiap Kilometer Lari untuk Penanaman Mangrove

Karyawan Chandra Asri ikut JRF 2025 dengan misi hijau tiap kilometer lari diwujudkan menjadi satu pohon mangrove

Diterbitkan 26 Oktober 2025, 11:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Komunikasi Perusahaan Chandra Asri, Chrysanthi Tarigan, menjelaskan bentuk kolaborasinya dengan Jakarta Running Festival (JRF) 2025 untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dia, mengatakan, sebanyak 33 karyawan Chandra Asri diikutsertakan sebagai pelari di JRF 2025. Tak hanya mendukung kesehatan para karyawan, ini juga salah satu bentuk kolaborasinya karena setiap kilometer yang ditempuh akan didedikasikan pada penanaman mangrove di Lembur Mangrove Patikang, Pandeglang, Banten.

"Para runner dari karyawan kami kan ada 33 orang. Nah, nanti 33 orang ini akan kami kalkulasi kilometernya. Setiap satu kilometer yang dilakukan oleh karyawan kami, nanti akan kami convert ke penanaman mangrove," ujarnya kepada Health Liputan6.com, Kamis, 23 Oktober 2025.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Lembur Mangrove Patikang merupakan wisata alam yang dikelola oleh Chandra Asri. Menurutnya, menggiatkan penanaman mangrove adalah salah satu upaya memulihkan udara dari paparan polusi sekaligus melestarikan ekosistem.

Hutan mangrove disebut sebagai paru-paru dunia. Hal ini karena tanaman mangrove secara alami dapat menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen.

 

Menyaring Polusi Udara

Hutan mangrove dinilai dapat mengurangi pemanasan global secara efektif. Hal ini karena karbon dioksida di atmosfer yang umumnya terjadi karena asap pabrik dapat terserap oleh tanaman mangrove. 

Penyimpanan karbon dapat terjadi karena ketika pohon bakau mati, seluruh bagiannya akan tertutupi oleh tanah. Mulai dari akar, cabang, hingga daun akan terendam air pasang surut. Dengan demikian, kerusakan bahan juga akan terhambat.

Penelitian menunjukkan bahwa hutan bakau menempati posisi unggul dalam penyimpanan karbon dibandingkan hutan-hutan lainnya. Dalam hal ini, sebanyak 25 hutan bakau di wilayah Indo-Pasifik telah diteliti dan diidentifikasi bahwa setiap hektarnya menyimpan karbon empat kali lebih banyak dari hutan lain.

 

Penyaringan Limbah

Karakteristik hutan mangrove diliputi oleh akar pohon bakau dan lumpur. Akar tersebut bermanfaat untuk menguraikan limbah organik yang terseret ke wilayah pantai. Selain itu, akar mangrove juga memiliki peran besar dalam proses intrusi air laut ke daratan atau perembesan.

Manfaat mangrove yang lainnya adalah mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut. Dalam hal ini umumnya adalah bahan berminyak dan deterjen atau sabun.

Selain itu, angin di daerah pesisir yang cukup kencang juga bisa disaring oleh tanaman-tanaman hutan mangrove. Dengan demikian, penanaman mangrove tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tapi juga bagi keberlangsungan hidup manusia.