5 Manfaat Minum Susu Kedelai yang Terbukti Ilmiah untuk Kesehatan Tubuh

Ingin tahu rahasia hidup sehat? Temukan 5 Manfaat Minum Susu Kedelai yang didukung penelitian ilmiah, mulai dari menjaga jantung hingga mencegah kanker payudara.

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Susu kedelai merupakan salah satu minuman nabati yang semakin populer di seluruh dunia. Bagi mereka yang tidak mengonsumsi produk hewani, susu kedelai menjadi alternatif terbaik pengganti susu sapi. Teksturnya lembut dengan rasa gurih ringan yang mudah diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, susu kedelai juga dikenal sebagai sumber protein nabati yang berkualitas tinggi dan kaya akan berbagai nutrisi penting bagi tubuh.

Kedelai merupakan bahan pangan serbaguna yang telah lama menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Asia Timur. Dari biji kedelai, lahirlah berbagai produk sehat seperti tahu, tempe, miso, dan tentu saja susu kedelai. Minuman ini tidak hanya diminum sebagai pengganti susu hewani, tetapi juga dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat berkat kandungan gizi dan manfaatnya yang beragam.

Namun, di balik kepopulerannya, masih banyak yang bertanya-tanya tentang manfaat minum susu kedelai secara rutin. Apakah benar susu kedelai bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung, menjaga kesehatan tulang, bahkan menurunkan risiko kanker? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat hasil penelitian dari berbagai jurnal dan laman kesehatan terkemuka seperti UCLA Health, NutritionFacts.org, dan Harvard School of Public Health (HSPH). Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (22/10/2025).

Kandungan Gizi dalam Susu Kedelai

Susu kedelai adalah minuman yang dibuat dari hasil ekstraksi biji kedelai yang direndam, digiling, dan disaring. Berdasarkan data dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, satu cangkir (sekitar 240 ml) susu kedelai mengandung sekitar 7 gram protein, 4 gram lemak, dan hanya 80–100 kalori, tergantung kadar gula tambahan. Kandungan proteinnya menjadikan susu kedelai setara dengan susu sapi dalam hal kualitas gizi, namun dengan kelebihan berupa rendah lemak jenuh dan tanpa kolesterol.

Selain itu, susu kedelai kaya akan:

  • Isoflavon: senyawa fitonutrien yang memiliki efek mirip estrogen (phytoestrogen), membantu menyeimbangkan hormon tubuh.
  • Serat: membantu pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
  • Zat besi, magnesium, dan kalium: berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi otot.
  • Vitamin B dan antioksidan: melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Menurut UCLA Health, kedelai juga merupakan sumber protein nabati lengkap, yang berarti mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan.

Manfaat Minum Susu Kedelai 

Penelitian yang dikutip oleh UCLA Health menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan sekitar 43% proteinnya dari sumber nabati, termasuk kedelai, memiliki risiko 19% lebih rendah terhadap penyakit jantung dibanding mereka yang hanya mengonsumsi 20% protein nabati. Kandungan lemak tak jenuh ganda dan fitosterol dalam kedelai membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) tanpa menurunkan kolesterol baik (HDL).

Selain itu, susu kedelai bebas dari kolesterol dan hanya mengandung sedikit lemak jenuh, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan jantung.

2. Membantu Kesehatan Tulang dan Menopause

Salah satu manfaat minum susu kedelai yang paling dikenal adalah kemampuannya dalam menjaga kesehatan tulang, terutama bagi wanita menopause. Isoflavon dalam kedelai bekerja sebagai modulator reseptor estrogen selektif, yang berarti senyawa ini dapat memberikan efek seperti estrogen di tulang namun tanpa efek negatif pada organ lain.

Menurut NutritionFacts.org, konsumsi susu kedelai secara teratur dapat membantu mengurangi gejala hot flashes (rasa panas mendadak) pada wanita menopause, sekaligus membantu mempertahankan kepadatan tulang. Efek ini menjadikan susu kedelai alternatif alami untuk terapi hormon sintetis.

Mitos bahwa kedelai dapat meningkatkan risiko kanker payudara telah dibantah oleh banyak penelitian ilmiah. Dalam analisis yang dikutip oleh NutritionFacts.org, wanita yang mengonsumsi lebih banyak produk kedelai, termasuk susu kedelai, memiliki risiko kekambuhan kanker payudara 25% lebih rendah dan angka harapan hidup lebih tinggi dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.

Isoflavon dalam kedelai ternyata memiliki efek antiestrogenik, artinya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker yang bergantung pada estrogen. Bahkan, efek perlindungan ini berlaku untuk wanita dengan tipe kanker payudara reseptor hormon positif maupun negatif.

4. Mendukung Kesehatan Ginjal

Konsumsi protein nabati dari susu kedelai juga lebih “ringan” bagi ginjal dibandingkan protein hewani. Penelitian dari NutritionFacts.org menjelaskan bahwa ginjal bereaksi berbeda terhadap protein tumbuhan dan hewan: protein hewani menyebabkan “hiperfiltrasi” atau peningkatan kerja ginjal yang berlebihan, sedangkan protein kedelai tidak menimbulkan efek tersebut. Dengan demikian, susu kedelai menjadi pilihan aman bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan ginjal.

5. Menjaga Berat Badan dan Kesehatan Pencernaan

Susu kedelai mengandung serat pangan dan protein tinggi yang membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Hal ini bermanfaat bagi mereka yang sedang berusaha mengontrol berat badan. Kandungan seratnya juga membantu menormalkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.

Selain itu, menurut Harvard Nutrition Source, mengganti sebagian konsumsi daging merah dan susu hewani dengan produk berbasis kedelai dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

 

FAQ Seputar Susu Kedelai

1. Apakah susu kedelai aman diminum setiap hari?

Ya. Menurut Harvard School of Public Health, mengonsumsi susu kedelai 1–2 gelas per hari aman dan dapat memberikan manfaat kesehatan, terutama bila menggantikan susu sapi atau daging merah.

2. Apakah susu kedelai cocok untuk anak-anak?

Susu kedelai bisa diberikan pada anak di atas usia 1 tahun, namun perhatikan kemungkinan alergi. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum menjadikannya pengganti utama susu hewani.

3. Apakah susu kedelai bisa menyebabkan gangguan hormon?

Tidak. Isoflavon dalam kedelai bekerja secara selektif dan tidak mengganggu keseimbangan hormon secara negatif. Justru, pada wanita menopause, zat ini membantu menstabilkan hormon secara alami.

4. Apakah susu kedelai bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes?

Bisa. Pilih susu kedelai tanpa gula tambahan. Kandungan serat dan protein dalam kedelai membantu menstabilkan kadar gula darah.

5. Apakah susu kedelai bisa membantu menurunkan kolesterol?

Ya. Kandungan lemak tak jenuh dan fitosterol dalam susu kedelai terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah.