Bidan Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting dan Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak 1.000 HPK

Bidan berperan penting dalam mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak selama 1.000 HPK.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peran bidan di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) kembali menjadi sorotan dalam upaya mencegah stunting dan mendukung perkembangan otak anak. 

Menyadari pentingnya peran tenaga kesehatan ini, PT Frisian Flag Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah dan DokterIN menggelar seminar bertema 'Optimalisasi Peran Bidan dalam 1.000 HPK: Mencegah Stunting dan Mendukung Perkembangan Otak Anak Menuju Indonesia Emas 2045'

Kegiatan yang digelar secara hybrid pada Sabtu, 18 Oktober 2025, ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah. Tujuannya sederhana, memperkuat kemampuan bidan sebagai garda terdepan edukasi gizi, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. 

Menurut Ketua IBI Provinsi Jawa Tengah,  Dr. Istirochah, S.SiT, Bd, M.Kes, bidan memegang peran vital dalam membentuk generasi sehat sejak awal kehidupan.

"Bidan bukan hanya tenaga medis, tapi juga pendamping utama bagi ibu dan keluarga. Dengan edukasi gizi yang tepat selama 1.000 HPK, mereka bisa memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Istirochah.

Fase di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Dia, menambahkan, kolaborasi antara IBI, Frisian Flag Indonesia, dan DokterIN menjadi contoh sinergi nyata dalam menekan angka stunting di daerah. Bidan diharapkan tak sekadar memberikan pelayanan medis, tapi juga menjadi agen perubahan perilaku gizi masyarakat.

Fase 1.000 HPK --- mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun --- diakui sebagai periode emas yang menentukan masa depan anak.

Kekurangan nutrisi dan stimulasi pada masa ini dapat menghambat pertumbuhan fisik dan fungsi otak, yang akhirnya berdampak pada kemampuan belajar dan produktivitas di masa depan. 

Dokter Spesialis Anak,  dr. Farid Agung Rahmadi, MsiMed, SpA, menjelaskan, DHA merupakan nutrisi kunci bagi perkembangan otak anak.

"DHA punya peran penting dalam pembentukan dan fungsi otak. Jika asupannya cukup sejak kehamilan hingga usia dua tahun, anak akan memiliki kemampuan kognitif dan penglihatan yang lebih optimal," ujar dr. Farid.

 

Anak Juga Butuh Asupan Selain ASI

Dia menekankan pentingnya edukasi gizi oleh bidan agar setiap ibu memahami kebutuhan nutrisi anak, termasuk sumber alami DHA dari makanan dan susu bergizi seimbang. 

Sementara itu, Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia, Theodora Stephanie, mengatakan, komitmen perusahaan tidak hanya sebatas menyediakan produk bergizi, tapi juga memperkuat edukasi di lapangan. 

"Kami percaya masa depan bangsa dimulai dari anak yang sehat dan bergizi baik sejak 1.000 HPK. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendukung para bidan agar semakin siap membimbing ibu dan keluarga menuju generasi emas," ujarnya.

Selain pemberian ASI eksklusif, pemenuhan asupan makro dan mikronutrien pada fase pertumbuhan selanjutnya juga berperan besar dalam mendukung fungsi kognitif anak. Gizi seimbang pada ibu hamil dan menyusui menjadi fondasi utama agar anak lahir sehat dan tumbuh optimal. 

Melalui kolaborasi ini, Frisian Flag Indonesia, IBI, dan DokterIN berharap ada peningkatan nyata dalam kompetensi bidan, terutama dalam komunikasi, edukasi, dan pencegahan stunting di masyarakat. 

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama lintas sektor --- tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat --- untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.