Pertolongan Pertama Bila Keracunan Makanan, Langkah Cepat yang Tak Boleh Diabaikan

Sebagian besar kasus keracunan makanan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Namun, ada kondisi tertentu dapat berakibat serius jika tidak segera ditangani.

Diterbitkan 15 Oktober 2025, 09:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terjadi. Salah satunya terjadi di SMPN1 Cisarua Bandung Barat, Jawa Barat pada Selasa, 14 Oktober 2025. Puluhan siswa di sekolah tersebut mengalami keracunan makanan diduga dari menu ayam yang sudah basi.

Keracunan makanan terjadi akibat masuknya kuman atau zat berbahaya dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi. Seseorang yang mengalami keracunan makanan biasanya menimbulkan gejala seperti sakit perut, muntah, dan diare.

Gejala keracunan makanan bisa muncul beberapa jam hingga hari setelah mengonsumsi makanan tersebut seperti disampaikan Guru Besar Mikrobiologi Klinik FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K).

Tri mengatakan sebagian besar kasus keracunan makanan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Namun, ada kondisi tertentu dapat berakibat serius jika tidak segera ditangani.

Bila menemui siswa yang mengalami keracunan usai santap MBG Tri menekankan pentingnya penanganan pertama yang cepat dan tepat ketika siswa menunjukkan gejala keracunan makanan. Hal yang penting adalah penderita mesti banyak minum air putih atau cairan dengan suplemen elektrolit.

“Muntah dan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit. Langkah paling penting dalam pertolongan pertama adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang untuk mencegah dehidrasi,” tegas Tri mengutip laman UGM, Rabu, 15 Oktober 2025.

Jika muntah terus terus terjadi, coba minum sedikit demi sedikit. "Dan jika kondisi memburuk, segera cari pertolongan dari petugas kesehatan,” tambah Tri.

Alasan Bisa Muncul Demam Saat Keracunan Makanan

Usai keracunan makanan, seseorang bisa mengalami demam. Itu merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Peningkatan suhu tubuh membantu memperlambat pertumbuhan bakteri serta mengoptimalkan kerja sistem imun.

“Demam membantu mengendalikan infeksi dengan memberi tekanan panas pada patogen dan meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh,” paparnya.

Pengawasan Ketat Terhadap Seluruh Rantai Produksi MBG Terpenting

Guna mencegah agar tak terjadi keracunan makanan Tri engingatkan bahwa pengawasan ketat terhadap seluruh rantai produksi makanan MBG sangat penting. Mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi.

“Setiap tahap proses dapat menjadi titik masuk bagi bakteri, virus, jamur, atau parasit penyebab keracunan. Karena itu, standar kebersihan harus diterapkan secara optimal,” tegasnya.

“Kata kuncinya adalah menjaga mutu bahan dan proses, menaati standar kebersihan, dan segera bertindak tepat ketika gejala muncul,” tutur Tri.