Riau Bergerak Lindungi Setengah Juta Remaja Perempuan dari Kanker Leher Rahim

Kampanye 'Tenang untuk Menang 2025' hadir di Riau untuk melindungi remaja perempuan dari kanker leher rahim.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 11:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kanker leher rahim menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Dengan lebih dari 36.000 kasus baru dan 20.000 kematian setiap tahunnya, penting untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan penyakit ini. Di Provinsi Riau, kampanye edukasi kesehatan 'Tenang untuk Menang 2025' telah diluncurkan di kota Pekanbaru, setelah sebelumnya dimulai di Bandung.

Program ini merupakan inisiatif dari MSD Indonesia yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI. Tujuan utama kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kanker leher rahim sejak dini. Kegiatan ini melibatkan ratusan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas IX, para guru, serta ibu-ibu PKK dari Provinsi Riau melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif.

Provinsi Riau memiliki lebih dari 550.000 anak perempuan berumur 10 s.d 19 tahun, sehingga situasi ini menjadi perhatian penting. Dengan penguatan edukasi dan intervensi pencegahan sejak dini, setengah juta generasi perempuan di Riau berpotensi segera terlindungi dari ancaman kanker leher rahim.

Ancaman Kanker Leher Rahim dan Potensi Perlindungan di Riau

Kanker leher rahim masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Penyakit ini dapat dicegah, salah satunya melalui imunisasi HPV. Menurut data, lebih dari 36.000 kasus baru kanker leher rahim terdiagnosis setiap tahunnya di Indonesia. Hal ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan yang lebih efektif.

Dengan lebih dari 550.000 anak perempuan di Riau, penting untuk memberikan edukasi yang tepat mengenai kanker leher rahim dan cara pencegahannya. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya imunisasi HPV sebagai langkah perlindungan.

Komitmen Pemerintah dan Dukungan Berbagai Pihak

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan masa depan yang lebih sehat bagi perempuan. Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030 menjadi salah satu langkah strategis dalam mengatasi masalah ini.

Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menekankan bahwa upaya pengendalian kanker leher rahim membutuhkan dukungan dari semua pihak. "Dukungan dari semua pihak dibutuhkan termasuk dari segenap pimpinan daerah, mulai dari kelurahan dan kecamatan, bapak ibu guru, orang tua, tenaga kesehatan, masyarakat luas, dan tentu kesadaran dari adik-adik siswi sendiri," ujar dr. Prima Yosephine.

Dia juga meminta siswi SMP Negeri 13 Pekanbaru untuk menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi yang benar tentang imunisasi HPV kepada teman, keluarga, dan saudara. Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan, setiap perempuan berhak mendapatkan perlindungan kesehatan sejak dini.

Efektivitas dan Keamanan Vaksin HPV

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak, dr. Dian Dwi Sari Mustika Sp.A (K), menjelaskan bahwa penelitian ilmiah menunjukkan manfaat vaksin HPV jauh lebih besar dibandingkan potensi risikonya. "Manfaat vaksin HPV jauh lebih besar dibanding potensi risikonya," ujarnya.

Meskipun ada kemungkinan efek samping, riset dan monitoring selama lebih dari 15 tahun membuktikan bahwa vaksin HPV efektif mencegah infeksi HPV yang dapat berkembang menjadi kanker leher rahim. Bukti ini diharapkan dapat menepis keraguan masyarakat terkait keamanan dan efektivitas vaksin.

Kampanye 'Tenang untuk Menang 2025' akan terus digelar secara bertahap di berbagai provinsi dari Agustus hingga November 2025. Kampanye ini mengusung tema 'Ibu Tenang, Anak Terlindungi, Indonesia Menang Lawan Kanker Leher Rahim' dan dirancang sebagai gerakan edukatif yang mendorong percakapan publik.