Teknologi Skrining Mata Berbasis AI di Klinik Ainun Habibie, Dorong Deteksi Dini Kebutaan

Kenang jasa Ainun Habibie semasa hidup, dua perusahaan bekerja sama untuk mendonasikan teknologi skrining berbasis AI ke Klinik Mata dr Hasri Ainun Habibie di Bogor.

Diterbitkan 27 September 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Klinik Mata Dr Hasri Ainun Habibie kini memiliki teknologi skrining mata berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pencitraan retina.

Teknologi ini mampu mendeteksi kelainan retina hanya dalam waktu dua menit, tanpa prosedur invasif. Kecepatan dalam mendeteksi penyakit di mata lewat teknologi bernama Eyetelligence dapat digunakan dalam pemeriksaan massal.

Kehadiran teknologi skrining mata berbasis A di Klinik Dr Hasri Ainun Habibie ini merupakan donasi dari OPTAIN dan PT Ilthabi Rekatama.

Donasi ini diberikan kepada klinik yang berada di Bogor itu sebagai penghargaaan atas perjuangan Ainun Habibie semasa hidup. Seperti diketahui almarhumah kerap membantu orang yang buta dari keluarga kurang mampu seperti disampaikan Direktur Utama PT Ilthabi Rekatama, Agung Sarwana.

“Untuk mengenang perjuangan Ibu Ainun, kami semakin ingin memberikan yang terbaik untuk kesehatan masyarakat, diantaranya dengan mendonasikan alat ini ke Klinik mata yang didirikan oleh Ibu Ainun,” tutur Agung.

Teknologi AI Bisa Langsung Dirasakan Masyarakat

OPTAIN sebagai perusahaan teknologi di balik Eyeteligence mengungkapkan bahwa senang bisa bekerja sama dengan PT Ilthabi Rekatama dalam kemitraan tersebut.

"Lewat kemitraan ini, kami bisa menghadirkan teknologi berbasis AI langsung ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah proyek, tapi sebuah kehormatan karena dapat membantu lebih banyak orang mendeteksi penyakit sejak dini," kata Director Bussiness Development APAC, Optain Australia, Babak Asgari.

Babak pun berharap teknologi Eyetelligence ini bisa diakses dengan mudah oleh semua kalangan. Sehingga pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.