Dokter RSUI: Lari Ibarat Obat Multifungsi untuk Lawan Penyakit Kronis

Menurut dokter RSUI, lari adalah obat multifungsi yang bisa membantu pasien penyakit kronis. Olahraga ini bermanfaat mengontrol gula darah, menjaga kesehatan paru, dan meningkatkan kebugaran.

Diterbitkan 10 September 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Subspesialis Kedokteran Olahraga RSUI, Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO., Subsp.APK(K), MARS, mengibaratkan olahraga lari sebagai obat multifungsi untuk berbagai penyakit.

Dia menjelaskan bahwa olahraga aerobik seperti lari berperan penting dalam memperbaiki metabolisme tubuh, menguatkan jantung, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

"Singkat kata, kalau misalnya dijadiin pil, satu pil tuh olahraga untuk bisa macam-macam sebetulnya," ujar Listya di Konferensi Pers dan Talkshow KedokteRun 2025 pada Selasa, 9 September 2025.

Bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes atau jantung, olahraga bahkan sudah menjadi bagian dari pengobatan standar.

Menurut Listya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, pasien-pasien tersebut biasanya ditangani dengan tiga langkah utama, yaitu obat, aktivitas fisik, dan pola makan.

"Dengan ditambah gerak, beraktivitas, hasilnya akan lebih baik. Bisa mempercepat proses pemulihan dan memberikan manfaat tambahan lainnya," tambahnya.

Lari Bisa Ringankan Penyakit Kronis

Sebagai aktivitas berintensitas tinggi, lari dinilai mampu meningkatkan kapasitas aerobik yang berfungsi memperbaiki metabolisme. Dampaknya, tubuh bisa lebih terkontrol dalam menjaga gula darah, memperkuat paru-paru, serta menyehatkan jantung.

Meski demikian, Listya menegaskan bahwa setiap kondisi medis memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pengobatan utama tetap harus diutamakan, dan olahraga perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang agar tidak menimbulkan risiko tambahan.

"Meskipun bukan obat utama, olahraga bisa membantu meringankan gejala yang ditimbulkan penyakit kronis," jelasnya.

Bisa Bikin Awet Muda Hingga 7 Tahun

Manfaat olahraga rutin juga didukung data global. WHO menyebut gaya hidup aktif mampu menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga kanker. Latihan aerobik seperti lari bahkan terbukti bisa memperpanjang harapan hidup hingga tujuh tahun.

Listya, menambahkan, seseorang yang sehat belum tentu bugar. Namun, orang yang bugar pasti sehat. Artinya, kebugaran fisik menjadi kunci pencegahan berbagai penyakit kronis.

"Triasnya kan udah jelas. Obat, aktivitas fisik, sama diet. Pasti ada kayak begitunya," tambahnya.

Namun, dia mengingatkan agar olahraga dilakukan dengan cara yang benar. Intensitas perlu ditingkatkan secara bertahap, bukan mendadak.

Dalam paparannya, WHO juga merekomendasikan durasi lari tidak naik lebih dari 10 persen per minggu demi mencegah cedera.