Liputan6.com, Jakarta Bayi berusia 20 hari menjalani operasi pengangkatan dua janin parasit di Fortis Memorial Research Institute, Gurugram, India.
Dilansir dari BBC, kasus ini terjadi saat sang ibu mengandung anak kembar tiga tapi dua janin berkembang secara abnormal di dalam tubuh sang bayi. Menurut dokter bedah anak yang memimpin operasi, Anand Sinha, kondisi tersebut membuat perut bayi membesar.
Bukan cuma itu, bayi tersebut juga tidak bisa mendapatkan nutrisi karena janin parasit menekan lambungnya.
Advertisement
“Operasinya sangat menantang, tetapi bayi dalam kondisi sehat dan baik-baik aja,” katanya.
Kasus fetus in fetu terbilang amat jarang dan sering kali dapat dideteksi saat kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus, janin parasit baru ditemukan setelah bayi lahir atau bahkan saat pasien sudah dewasa.
“Jika tidak segera diangkat, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan meski jarang menjadi kanker,” tambah Anand Sinha.
Ia menambahkan bahwa periode pemulihan pascaoperasi sangat krusial karena infeksi atau komplikasi lain bisa berakibat fatal bagi bayi.
Operasi Dilakukan Saat Kondisi Bayi Stabil
Sang bayi dirawat di rumah sakit pada Juli lalu dalam kondisi dehidrasi dan malnutrisi, sehingga operasi tidak bisa dilakukan segera.
Setelah kondisinya stabil dalam dua hari, tim berisi 15 dokter menjalankan operasi selama dua jam dengan peralatan khusus untuk menangani tubuh bayi yang kecil dan rapuh.
“Janin parasit menempel pada organ vital seperti hati, ginjal, dan usus. Kami harus berhati-hati agar tidak merusak organ atau pembuluh darah,” kata Anand.
Advertisement
Pemulihan Bayi dan Tantangan Operasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2668926/original/064707900_1547103688-wes-hicks-632579-unsplash.jpg)
Anand mengungkapkan bahwa proses pemulihan setelah operasi merupakan tahap yang sangat menentukan keberhasilan prosedur.
“Kami memantau suhu tubuh bayi sepanjang operasi dan sesudahnya untuk memastikan kondisinya tetap stabil,” ujarnya.
Tantangan terbesar dalam operasi ini adalah ukuran tubuh bayi yang kecil, sehingga dokter menggunakan peralatan bedah khusus agar tidak merusak organ vital seperti hati, ginjal, dan usus.
Hingga saat ini, bayi tersebut dilaporkan sehat dan tidak mengalami masalah kesehatan tambahan. Kondisi ini menandakan bahwa penanganan cepat dapat membuat perbedaan besar pada kasus medis yang langka dan berisiko tinggi.
Kasus Serupa di India
Kasus foetus in foetu bukan kali ini saja terjadi di India. Pada 2024, seorang bayi di Kolkata meninggal sehari setelah menjalani operasi pengangkatan dua janin parasit dari perutnya.
Sementara pada Februari tahun ini, dokter di negara bagian Maharashtra juga berhasil mengangkat dua janin parasit dari bayi berusia tiga hari.
“Kadang kondisi ini tidak terdeteksi saat bayi lahir dan baru ditemukan saat pasien tumbuh dewasa,” kata Anand.
Ia menjelaskan bahwa janin yang tidak berkembang dapat terus membesar seiring usia pasien.
Kasus terbaru di Gurugram ini menunjukkan bahwa pemeriksaan medis menyeluruh pada bayi dengan gejala perut membesar atau gangguan makan sangat penting. Penanganan cepat dan diagnosis akurat meningkatkan peluang keselamatan bayi dengan kondisi medis langka seperti ini.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2668923/original/067567200_1547103581-omar-lopez-440441-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)