341 Siswa di Bengkulu Diduga Keracunan MBG, Ini Kata Kepala Badan Gizi Nasional

344 orang terdiri dari 341 siswa dan 3 orang guru mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG. Terkait ini Kepala BGN Dadan Hindayana angkat bicara.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 11:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kasus keracunan yang diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa para siswa dan beberapa guru di Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Pada Kamis, 28 Agustus 2025 siang, jumlahnya sebanyak 344 orang mengalami keracunan. Rinciannya, 341 pelajar dan 3 orang guru.

Terkait kasus ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan rasa prihatin.

“Prihatin untuk yang sakit,” kata Dadan kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Dia juga menyampaikan bahwa korban keracunan telah ditangani, sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara.

“Yang sakit ditangani, SPPG berhenti sementara untuk pembenahan,” ujarnya.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa 304 pelajar dan 3 orang guru menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Lebong, 11 di antaranya dirawat di Unit Gawat Darurat (IGD).

Sementara 32 pelajar dirawat di Puskesmas Semelako, 23 di antaranya harus dirawat inap dan 9 lain menjalani rawat jalan. Satu pelajar lagi di Puskesmas Muara Aman dan 3 di Puskesmas Leumepit kecamatan Lebong Sakti.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Bengkulu. Dia memastikan dapur MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan telah ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan.

“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi dulu. Ada kelemahan di mana, itu nanti ranah aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG. Titik tekan Pemprov saat ini bagaimana anak-anak bisa sembuh, karena ini musibah yang harus kita tangani serius,” ujar Mian saat melakukan tinjauan langsung ke Kabupaten Lebong, Kamis (28/8) mengutip News Liputan6.com.

 

Lakukan Penyelidikan

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian maupun kesengajaan dari pengelola dapur MBG dalam menyajikan makanan yang menyebabkan ratusan siswa keracunan.

Selain menutup dapur MBG, Mian juga bergerak cepat dengan menelpon langsung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu. Dia meminta Baznas menyiapkan makanan tambahan bagi para korban agar kondisi kesehatan mereka cepat pulih.

“Dari Baznas kita harus tunjukkan perhatian. Untuk tiga sampai empat kali ke depan, makanan tambahan bagi korban akan ditanggulangi Baznas,” jelasnya.

 

Jangan Ragu Berobat ke Rumah Sakit

Lebih lanjut, Mian juga mengimbau para siswa yang masih mengalami gejala keracunan agar tidak ragu untuk berobat ke rumah sakit. Dia memastikan pemerintah akan mendampingi seluruh korban.

“Bagi yang takut ke rumah sakit, kita akan dampingi. Sementara bagi siswa yang kondisinya sudah membaik, silakan dipulangkan agar rumah sakit tidak terlalu sesak,” pungkasnya.