Liputan6.com, Jakarta - Teman sebaya memberi pengaruh besar bagi kehidupan remaja. Tekanan dari teman sebaya juga disebut sebagai salah satu penyebab terjadinya bunuh diri di kelompok usia tersebut.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Ia mengutip buku karya Gordon Neufeld, Ph.D. dan Gabor Maté, M.D., kemudian menyampaikan bahwa keterikatan (attachment) antara orangtua dan remaja adalah fondasi yang harus dijaga, terutama di tengah kuatnya pengaruh teman sebaya.
Advertisement
Dalam buku tersebut digambarkan bahwa remaja cenderung lebih banyak mendengarkan pendapat teman-temannya dibandingkan orangtua. Namun, pertanyaannya apakah mereka benar-benar siap menerima dan menyaring pengaruh tersebut?
Neufeld dan Maté mengungkapkan, tantangan remaja masa kini jauh lebih berat dibanding generasi sebelumnya. Tekanan dari lingkungan pertemanan bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari tuntutan untuk mengikuti tren hingga dorongan mengambil keputusan berisiko.
Yang mengejutkan, sebagian besar kasus bunuh diri pada remaja ternyata dipicu oleh tekanan dari teman sebaya. Karena itu, keterikatan yang mulai renggang perlu dibangun kembali dan dikuatkan. Orangtua perlu hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional mendengar, memahami, dan menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita.
"Sebab, meskipun tubuh mereka (remaja) kini mungkin lebih tinggi dan kuat dari kita, mereka tetaplah anak-anak yang membutuhkan perlindungan, arahan, dan kasih sayang," ujar Isyana mengutip keterangan resmi, Kamis (28/8/2025).
Tekanan Remaja Masa Kini
Dia menambahkan, remaja masa kini tumbuh di tengah derasnya arus media sosial, tekanan akademik, dan pencarian jati diri.
Mereka menghadapi berbagai dinamika yang mungkin belum pernah dialami generasi sebelumnya. Di satu sisi, orangtua dituntut untuk bekerja keras dan berprestasi. Di sisi lain, anak-anak membutuhkan sosok yang hadir secara emosional, pendengar setia, sekaligus teladan dalam bersikap.
Isyana menggambarkan fenomena sehari-hari yang sering dijumpai, di mana gawai seolah menjadi anggota keluarga baru.
“Pertanyaannya, apakah kita (orangtua) masih menjadi tempat pulang dan bercerita yang paling nyaman bagi anak?”
Ia menekankan, orangtua perlu memahami dunia anak, termasuk tren dan istilah populer generasi zaman sekarang. Orangtua tidak perlu memaksakan diri meniru gaya anak muda. Yang terpenting adalah membangun hubungan (attachment) yang kokoh agar anak tetap menjadikan orangtuanya sebagai rujukan utama.
Pada kesempatan tersebut, Isyana juga menyampaikan bahwa setiap keluarga memiliki dinamika dan tantangan masing-masing.
Tugas orangtua adalah mengenali kebutuhan anaknya secara tepat, menyesuaikan pendekatan pengasuhan, dan terus belajar.
“Kesibukan di kantor tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan kedekatan dengan anak. Karena hubungan yang hangat dan saling percaya adalah benteng terkuat menghadapi beratnya tantangan remaja di era ini,” ujarnya.
Advertisement
Sumber Masalah Komunikasi Remaja dengan Orangtua
Dari sisi remaja, siswi SMK Negeri 63 Jakarta Selatan, Aisha Tiara Pratiwi, mengungkap survei yang dilakukan kepada teman-teman sebayanya.
Diketahui, ada beberapa hal yang menjadi sumber masalah komunikasi remaja dengan orangtua, yakni:
- Kurangnya waktu bersama
- Rasa takut dihakimi saat bercerita
- Orangtua yang terlalu dominan dalam percakapan.
Sementara, harapan remaja cukup sederhana, tapi bermakna yakni memiliki waktu berkualitas dengan orangtua, didengar tanpa dipotong, saling memahami, dan orangtua yang lebih open-minded.
Dari sisi orangtua, figur publik Herman Josis Mokalu atau dikenal dengan Yosi Project Pop mengingatkan bahwa digitalisasi kini menjadi habitat bagi generasi muda, bukan sekadar alat. Nilai kesabaran dan proses semakin sulit dialami, komunikasi rentan terganggu oleh perbedaan gaya bahasa, dan anak mudah terpengaruh arus instan.
“Solusinya adalah menyambungkan bahasa komunikasi, memberi edukasi nilai dengan cara yang mereka mengerti, serta mengatur waktu agar prioritas keluarga tetap terjaga,” katanya.
Kata Psikolog
Dalam keterangan yang sama, psikolog Johana Rosalina K., Ph.D, memaparkan bahwa remaja sedang berada pada fase perubahan besar yakni fisik, kognitif, dan emosional. Ini membuat mereka rawan kebingungan dalam mengambil keputusan.
Paparan media sosial kerap menambah beban, memunculkan kebingungan identitas, bahkan memicu stress.
Ia mengajak orangtua menerapkan positive parenting: membangun hubungan yang kuat, komunikasi demokratis, disiplin positif, dan memberi contoh nyata.
“Disiplin positif bukan tentang menundukkan anak, melainkan membantu mereka mengembangkan kekuatan diri dan tanggung jawab,” tegasnya.
Orangtua juga diajak menggunakan “I message” agar kata-kata yang diucapkan menjadi suara batin positif bagi anak.
Membangun komunikasi yang selaras dengan remaja bukanlah pekerjaan sehari jadi, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, kepekaan, dan komitmen.
Hal ini disampaikan dalam Kelas Orang Tua Bersahaja yang diusung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Disampaikan bahwa setiap orangtua memiliki peran istimewa sebagai jangkar emosional bagi anak, bahkan ketika dunia luar begitu bising dan penuh distraksi.
“Dengan memahami kebutuhan remaja, membuka ruang dialog tanpa menghakimi, serta hadir bukan hanya secara fisik tetapi juga emosional, kita menanamkan rasa aman yang akan mereka bawa seumur hidup,” pungkas Isyana.
Advertisement
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4707848/original/023495300_1704541053-240108_INFOGRAFIS_JOURNAL__Bagaimana_Cara_Mencegah_Orang_Lain_Bunuh_Diri_S_03.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330063/original/009901900_1756353343-d7cbdd5d-e246-4873-af6c-d4c0c6549c3a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6461876/original/048016500_1779324747-napi-kasus-narkoba-di-lp-banda-aceh-tiba-tiba-meninggal-dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3349413/original/030667000_1610633903-pexels-guilman-5960469.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7275188/original/091796200_1780060224-bunuh_diri_jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6493364/original/020723500_1779350867-depresi-karena-menganggur-solihin-gantung-diri-di-dapur-rev1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6912201/original/076121000_1779682641-cefdbe6d-7d11-486e-bd80-3a656e4a22cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6321224/original/040093900_1779196208-1002056650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755739/original/096509400_1778657739-labfor-polri-selidiki-5-pekerja-tewas-akibat-gas-septic-tank.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5668426/original/074013400_1778403122-ChatGPT.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5668866/original/098549300_1778407454-615062.jpg)